| Koordinat | 0°25′50″S 116°59′59″E / 0.430680°S 116.999601°E / -0.430680; 116.999601 |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Kalimantan Timur |
| Kabupaten | Kutai Kartanegara |
| Populasi | Tidak berpenghuni |
![]() | |
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Pulau Kumala" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |


Pulau Kumala merupakan sebuah pulau yang berada di tengah Sungai Mahakam yang terletak di sebelah timur Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pulau ini dikembangkan sebagai kawasan wisata sejak tahun 2000 pada masa pemerintahan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais.[1][2][3]
Akses Ke Pulau Kumala
Taman Wisata Pulau Kumala berjarak sekitar 27 km dari Kota Samarinda yang dapat ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan dari Kota Balikpapan yang memiliki fasilitas Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan Pelabuhan Semayang yang merupakan akses transportasi udara dan laut di Kalimantan Timur, Berjarak sekitar 130 km yang dapat ditempuh kurang lebih 3 jam lewat jalan darat. Selain itu Taman Wisata Pulau Kumala dapat juga dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam.[4]
Sejarah
Objek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 76 hektare ini dulunya adalah lahan tidur dan semak belukar. Saat ini, sebagian area sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan dari udara, kereta api mini area permainan dan kereta gantung yang menghubungkan dengan daratan.
Di pulau ini terdapat DSJ Resort lengkap dengan kolam renang dan sarana bagi mereka yang ingin istirahat, yaitu satu-satunya cottage di tengah Sungai Mahakam di lokasi Pulau ini dipersiapkan Aquarium Raksasa bagi ikan pesut, lumba-lumba air tawar yang hanya ada di Republik Rakyat Tiongkok dan Brasil.
Pembangunan Taman Wisata Pulau Kumala dilakukan secara bertahap dan akan terus berkembang. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan tambahan objek wisata yang representatif selain Museum Mulawarman (bekas keraton Kerajaan Kutai Kartanegara), Waduk Panji Sukarame, Desa Budaya Pondok Labu di Tenggarong dan Nusa Tuna di Kecamatan Muara Muntai yang berpasir putih.[5]
Referensi
- ↑ Subroto, Lukman Hadi (2022-02-07). Ningsih, Widya Lestari (ed.). "Sejarah Pulau Kumala". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-08-18.
- ↑ "Pulau di Kalimantan Timur" (PDF). bpk.go.id. 2023. Diakses tanggal 18 Januari 2024.
- ↑ "Pulau Kumala Berbenah, Segera Hadirkan Waterboom dan Lapangan Golf". Seputar Fakta. 2026-06-07. Diakses tanggal 2026-06-07.
- ↑ "Pulau Kumala - Promosi Investasi - DPMPTSP Kutai Kartanegara". dpmptsp.kukarkab.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-18. Diakses tanggal 2022-08-18.
- ↑ kukarkab.go.id (2020-07-02). "Humas Kukar". humas.kukarkab.go.id (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-18. Diakses tanggal 2022-08-18.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
