Senin, 21 September 2026
03:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Telur

Telur

wadah organik tempat embrio pertama kali berkembang sesudah pembuahan

Artikel ini berisi tentang telur secara biologis. Untuk telur sebagai makanan, lihat telur (makanan).
250px-Adolphe_Millot_oeufs-fixed.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Telur aneka jenis hewan
langid-250px-Chicken_egg_diagram.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram telur ayam
250px-Coturnix_coturnix_eggs.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
perbandingan telur ayam dan telur puyuh

Telur[1] adalah wadah organik yang berisi zigot tempat embrio berkembang sampai dapat bertahan hidup sendiri hingga menetas. Telur merupakan sumber protein hewani yang enak, mudah dicerna, dan kaya gizi. Meskipun banyak hewan yang menghasilkan telur, hanya jenis tertentu yang umumnya dikonsumsi manusia, seperti telur ayam, bebek, puyuh, dan ikan.[2] Telur dihasilkan dari pembuahan sel telur. Kebanyakan arthropoda, vertebrata (tidak termasuk mamalia yang saat ini hidup), dan moluska bertelur, meskipun beberapa, seperti kalajengking, tidak bertelur.

Telur reptil, telur burung, dan telur monotremata diletakkan di luar air dan dikelilingi oleh cangkang pelindung, baik yang fleksibel maupun yang tidak fleksibel.[3] Telur yang diletakkan di darat atau di sarang biasanya disimpan dalam kisaran suhu yang hangat dan menguntungkan saat embrio tumbuh. Ketika embrio cukup berkembang, embrio menetas atau keluar dari kulit telur. Beberapa embrio memiliki gigi telur sementara yang mereka gunakan untuk memecahkan, merusak, atau mengelupas kulit atau penutup telur.

Telur terbesar yang tercatat berasal dari hiu paus dan berukuran 30 cm × 14 cm × 9 cm (11,8 inci × 5,5 inci × 3,5 inci).[4] Telur hiu paus biasanya menetas di dalam induknya. Dengan berat 1,5 kg (3,3 lb) dan hingga 17,8 cm × 14 cm (7,0 inci × 5,5 inci), telur burung unta adalah telur terbesar dari semua burung yang hidup,[5] meskipun burung gajah yang sudah punah dan beberapa dinosaurus non-unggas memiliki telur yang lebih besar. Burung kolibri lebah menghasilkan telur burung terkecil yang diketahui, yang beratnya setengah gram (sekitar 0,02 oz). Beberapa telur yang dihasilkan oleh reptil dan sebagian besar ikan, amfibi, serangga, dan invertebrata lainnya bahkan bisa lebih kecil.

Struktur reproduksi yang mirip dengan telur di kerajaan lain disebut "spora", atau dalam spermatofit "biji", atau dalam gametofit "sel telur".

Terminologi

  • Kemungkusa. tidak dapat menetas dan busuk (tentang telur)[6]
  • Tembelanga. tidak dapat menetas dan busuk (tentang telur yang dierami)[7]

Referensi

  1. "Telur". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. "Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan". yankes.kemkes.go.id. Diakses tanggal 2024-05-01.
  3. Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. hlm. 115.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. "Whale Shark–Cartilaginous Fish". SeaWorld Parks & Entertainment. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-09. Diakses tanggal 2014-06-26.
  5. D.R. Khanna (1 Januari 2005). Biology of Birds. Discovery Publishing House. hlm. 130. ISBN 978-81-7141-933-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Mei 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Kemungkus". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  7. "Tembelang". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Tipe
120px-Chicken_egg_2009-06-04.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil
Biologi
Komponen
Makanan
Budaya


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan