Jumat, 02 Oktober 2026
17:27 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Teke Teke

Teke Teke

Hantu

Bagikan:
250px-Teketeke.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar yang merepresentasikan bentuk Teke Teke.

Teke Teke (テケテケ)[1] yang juga ditulis sebagai Teke-Teke,[2] Teketeke,[3] atau Teke teke,[4] adalah legenda urban Jepang mengenai wanita muda (atau gadis sekolah) yang tersangkut di atas rel dan tubuhnya terpotong jadi dua karena tertabrak dan terlindas kereta api yang melintas. Setelah itu, wanita tersebut menjadi hantu penasaran, ia membawa sebilah sabit atau gergaji dan berjalan dengan memakai tangan atau sikunya, Teke Teke juga dapat berlari cepat ataupun lebih cepat dari manusia normal umumnya bahkan dia dapat lebih cepat apabila menemukan target sasarannya dengan menggunakan kedua tangan saja dan hantu tersebut dinamakan "Teke Teke" karena apabila gerakan tubuhnya saat berjalan/diseret maka berbunyi "teke-teke". Jika Teke Teke menjumpai seseorang di malam hari dan apabila Teke Teke memprediksi bahwa orang itu tidak cukup cepat untuk berhasil kabur, maka Teke Teke langsung berlari cepat dan bersigap langsung memotong tubuh mereka/orang itu menjadi dua bagian seperti keadaan tubuh Teke Teke itu sendiri.[5]

Asal mula

Salah satu cerita Teke Teke yang berkembang di masyarakat Jepang adalah bermula dari seorang gadis bernama Kashima Reiko, yang meninggal setelah dirinya terjatuh di atas rel kereta dan tubuhnya terpotong menjadi dua bagian akibat tertabrak kereta api.[6][7] Namun beberapa sumber juga menyebutkan bahwa cerita mengenai Kashima Reiko terjadi sebelum Teke Teke.[8] Menurut legenda yang berkembang, arwahnya bergentayangan di kamar mandi dan bertanya kepada orang yang ada di kamar mandi mengenai keberadaan kedua kakinya.[6] Apabila jawaban yang ia dapatkan tidak sesuai dengan keinginannya, ia akan menebas kaki orang tersebut.[9] Orang-orang percaya bahwa untuk menyelamatkan diri dari Kashima, orang yang ditanyai dapat menjawab bahwa kaki yang dicarinya ada di Jalan Tol Meishin,[9][10] atau dengan menjawab "kamen shinin ma" lalu disingkat menjadi "ka-shi-ma" translit "mask death demon" (yang merupakan akar kata dari nama Kashima itu sendiri).[11][9]

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Meyer, Matthew (31 Oktober 2015). "Teke teke". Yokai.com. Diakses tanggal 12 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Teke-Teke - Japanese Urban Legends". ScaryForKids.com. 24 November 2014. Diakses tanggal 12 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Murguía 2016, hlm. 317.
  4. ↑ Meyer, Matthew (31 Oktober 2015). "Teke teke". Yokai.com. Diakses tanggal 12 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ de Vos 2012, hlm. 170.
  6. 1 2 Meza-Martinez, Cecily; Demby, Gene (31 Oktober 2014). "The Creepiest Ghost And Monster Stories From Around The World". NPR. National Public Radio, Inc. Diakses tanggal 6 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Fierro, Romina. "Teke Teke: el fantasma japonés que aterra a quienes caminan por las estaciones de tren" [Teke Teke: the Japanese ghost that terrifies those who walk through train stations]. Vix.com. Diakses tanggal 6 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Japanese Urban Legends: Kashima-san | Kowabana" (dalam bahasa Australian English). 2018-06-30. Diakses tanggal 2021-02-19.
  9. 1 2 3 Grundhauser, Eric (2 Oktober 2017). "Get to Know Your Japanese Bathroom Ghosts". Atlas Obscura. Diakses tanggal 12 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Bricken, Rob (19 Juli 2016). "14 Terrifying Japanese Monsters, Myths And Spirits". Kotaku. G/O Media. Diakses tanggal 6 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Bathroom Readers' Institute 2017, hlm. 390.
Ikon rintisan

Artikel bertopik hantu atau setan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan