Jumat, 16 Oktober 2026
13:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Tari Zapin

Tari Zapin

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Tari Zapin
330px-Tari_Jepin_Masal_Kota_Pontianak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para penari zapin di Pontianak, Kalimantan Barat
Nama asliZapin,[1][2][3] Japin,[4][5] Jepin,[6] Jepen[7]
EtimologiAl-Zafn
InstrumenGambus, Gendang, Marawis, Rebana
PenciptaOrang Yaman
AsalYaman

Tari Zapin (Jawi: زافين) merupakan seni tarian yang mendapat pengaruh timur tengah yang populer dalam kalangan masyarakat Melayu di Indonesia tarian ini merupakan hasil olahan masyarakat Melayu mengingat tidak ditemukannya tarian Zapin sendiri di timur tengah, tarian ini tersebar di wilayah yang bermayoritas Melayu seperti di Sumatra (Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Utara, Sumatra Selatan), Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur), dan di negara-negara yang memiliki populasi Melayu lainnya seperti di Malaysia, (terutama di wilayah Pahang, Johor, Selangor, Perlis, Pulau Pinang, Kedah, Kelantan, Terengganu, Perak, Sarawak, Negeri Sembilan, Melaka, Labuan, Sabah), Brunei, dan Singapura.

Zapin diyakini masuk ke wilayah Nusantara dipengaruhi oleh orang-orang Persia dan Arab yang berakulturasi dengan kebudayaan Melayu lokal dalam menyebarkan ajaran Islam dari Timur Tengah pada sekitar abad keempat belas. Kala itu hanya laki-laki yang diperbolehkan untuk melakukan tarian zapin. Sekarang ini, penari wanita juga dapat disertakan. Dahulu, tarian ini hanya dilakukan untuk upacara keagamaan tetapi selama berabad-abad tarian itu telah berkembang menjadi suatu bentuk hiburan tradisional bagi masyarakat Melayu, sehingga penari wanita diperbolehkan berpartisipasi.

Sejarah

Pada awalnya seni tari dan musik zapin dijadikan sebagai hiburan bagi murid-murid setelah mengaji agama di lingkungan kerajaan Siak Sri Indrapura. Namun setelah putri Sultan Siak Tengku Embung Badariyah menikah dengan Sayyid Usman Syahabuddin, keberadaan tari zapin makin berkembang di wilayah Great Tradition (Lingkungan Istana) dan berakulturasi dengan budaya lokal. Akhirnya, tari zapin menjadi seni hiburan di kalangan istana bahkan dalam acara seremonial kerajaan sehingga dikenal dengan sebutan Zapin Istana (Siak Sri Inderapura).

Dalam memasyarakatkan ajaran Islam kepada masyarakat Siak, Sayyid Usman Syahabuddin turut menggunakan pendekatan seni budaya lokal Melayu sebagai media dakwah. Dengan dibantu oleh istrinya Tengku Embung Badariyah, Sayyid Usman membuat beberapa Syair Melayu bernuansa Islam dan tarekat, di antaranya adalah Zapin Bismillah, Zapin Imam Berempat, Zapin Pulut Hitam, Zapin Siti Payung, Zapin Gunung Banang, Zapin Dunya Zaman dan lain-lain.

Seiring dengan usaha pedagang Arab dalam mengembangkan agama Islam di daerah-daerah yang dipengaruhi Melayu, mereka juga telah meninggalkan kesenian zapin di daerah-daerah yang dikunjungi, dan selanjutnya, zapin mengalami proses akulturasi dengan budaya setempat, seperti yang terdapat di wilayah Indonesia dan Malaysia. Tari zapin saat ini tampak hidup dan berkembang hampir di sebagian besar daerah Riau, terutama daerah pantai (Kepulauan Riau), dan di bekas pusat-pusat pemerintahan kerajaan Melayu seperti di Siak Sri Inderapura, Pulau Penyengat, Tambelan, dan pulau-pulau di sekitar Laut Tiongkok Selatan.

Tari zapin dalam zaman keemasan Kesultanan Siak Sri Inderapura sengaja dilakukan pembinaan dan dipelihara sebagai suatu bentuk kesenian yang memiliki kaidah-kaidah yang luhur dan santun. Tari zapin berkembang tidak hanya di kalangan istana tetapi juga di kalangan masyarakat Melayu dengan bermacam ragam tarian dan gerak yang cukup khas.

Dalam konteks seni tari, Islam memberikan kontribusi ke dalam berbagai jenis tari, seperti pada tari zapin. Dengan berbagai normanya, seperti adanya gerak sembah atau salam, gerak ragam-ragam (langkah belakang siku keluang), anak ayam, anak ikan, buang anak, lompat kecil, lompat tiung, pisau belanak, pecah, tahto, tahtim, dan lain-lain. Kemudian juga mengandung berbagai unsur tari sufisme juga muncul dalam kebudayaan Melayu. Gerak-gerak simbolik seperti alif, mim, ba, merupakan bagian dari tradisi sufi di kawasan ini. Dengan demikian, kontinuitas dan perubahan tari Melayu khususnya tari zapin menuruti perubahan internal dalam kebudayaan Melayu sendiri atau perubahan eksternal dari luar.[8]

Instrumen

Musik pengiringnya terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik Gambus dan tiga buah alat musik tabuh Marwas/Marawis, Gendang, dan Rebana. Biola dan Akordion juga digunakan pada beberapa jenis Zapin.

Ragam jenis

Indonesia merupakan rumah bagi ragam jenis tari Zapin terbesar di dunia. Tari Zapin memiliki jenis yang sangat beraneka ragam, dan setiap tipe jenis Zapin memiliki pebedaan pada gerakan maupun gaya tarian, berikut merupakan berbagai macam ragam daftar tari Zapin di Nusantara, yaitu:

Etimologi

Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu "Zaffan" yang artinya penari dan "Al-Zafin" yang artinya gerak kaki.

Bacaan lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "Zapin". jakarta.go.id. The Official Communications, Informatics and Statistics Province's Exclusive Capital Government of Jakarta (eng). 12 Desember 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Japin / Zapin Dance (eng)". jakarta-tourism.go.id. Jakarta Tourism Service. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Zapin". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Directorate of Cultural and Heritage Diplomacy, Directorate General of Culture of The Republic of Indonesia. 2010–2020. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Japin / Zapin Dance (eng)". jakarta-tourism.go.id. Jakarta Tourism Service. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Japin". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Directorate of Cultural and Heritage Diplomacy, Directorate General of Culture of The Republic of Indonesia. 2015–2020. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Jepin". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Directorate of Cultural and Heritage Diplomacy, Directorate General of Culture of The Republic of Indonesia. 2010–2020. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Jepen". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Directorate of Cultural and Heritage Diplomacy, Directorate General of Culture of The Republic of Indonesia. 2015–2020. Diakses tanggal 29 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Yuni Pangestu, Indah. "ESTETIKA TARI ZAPIN SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KARYA KAKI-KAKI" (PDF). Neliti - Repositori Ilmiah Indonesia. 1: 2–3.{{cite journal}}: |first2= tidak memiliki |last2=; |first3= tidak memiliki |last3=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan