Kabupaten Tapanuli Selatan | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Surat Batak | ᯂᯅᯮᯇᯖᯩᯉ᯲ ᯖᯇᯉᯮᯞᯪ ᯘᯩᯞᯖᯉ᯲ |
| Motto: Sahata Saoloan (Batak Angkola) Seiya Sekata | |
![]() Peta Kabupaten Tapanuli Selatan | |
| Koordinat: 1°31′04″N 99°18′04″E / 1.5177°N 99.3011°E / 1.5177; 99.3011 | |
| Negara | |
| Provinsi | Sumatera Utara |
| Tanggal berdiri | 24 November 1956[1] |
| Dasar hukum | UU No. 24 Tahun 2024[1] |
| Ibu kota | Sipirok |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Gus Irawan Pasaribu |
| • Wakil Bupati | Jafar Syahbuddin Ritonga |
| • Sekretaris Daerah | Sofyan Adil Siregar[2] |
| • Ketua DPRD | Husin Sogot Simatupang[3] |
| Luas | |
| • Total | 6.030,47 km2 (2,328,38 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 322.377 |
| • Kepadatan | 53/km2 (140/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi), Batak (Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Toba) |
| • IPM | tinggi [6] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Pelat kendaraan | BB xxxx G* |
| Kode Kemendagri | 12.03 |
| APBD | Rp 1.607.250.000.000,- (2024)[7] |
| PAD | Rp 204.390.000.000,- (2024)[7] |
| DAU | Rp 686.582.207.000,- (2024)[8] |
| DAK | Rp 253.730.720.000,- (2024)[9] |
| Situs web | tapselkab.go.id |
Kabupaten Tapanuli Selatan (diakronimkan sebagai Tapsel) (Surat Batak: ᯂᯅᯮᯇᯖᯩᯉ᯲ ᯖᯇᯉᯮᯞᯪ ᯘᯩᯞᯖᯉ᯲) adalah sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kecamatan Sipirok. Kabupaten ini awalnya merupakan kabupaten yang cukup luas dan beribu kota di Padangsidimpuan. Daerah-daerah yang telah berpisah dari Kabupaten Tapanuli Selatan adalah Kabupaten Mandailing Natal, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kabupaten Padang Lawas. Setelah pemekaran, ibu kota kabupaten ini pindah ke Kecamatan Sipirok. Jumlah penduduk Kabupaten Tapanuli Selatan pada pertengahan tahun 2024 berjumlah 322.377 jiwa.[4][10]
Di kabupaten ini terdapat objek wisata Danau Marsabut dan Danau Siais. Bahasa yang digunakan masyarakatnya adalah bahasa Batak Angkola. Agama mayoritas penduduknya adalah Islam.[5] Motto daerah kabupaten ini adalah Sahata Saoloan (bahasa Batak Angkola) yang artinya "Seiya Sekata".
Geografi

Letak
Di sebelah utara, Kabupaten Tapanuli Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara. Di bagian timur, Kabupaten Tapanuli Selatan berbatasan dengan Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Di sebelah barat, Kabupaten Tapanuli Selatan berbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal dan Samudra Hindia. Sedangkan di sebelah selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan berbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal.[11] Kabupaten Tapanuli Selatan juga mengelilingi wilayah Kota Padangsidimpuan.[12] Letak Kota Padangsidimpuan berada di bagian tengah wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Topografi
Secara garis besar, kabupaten ini dilintasi oleh Pegunungan Bukit Barisan, sehingga diseluruh penampakannya pasti terlihat bukit di mana-mana. Kabupaten ini masih memiliki daerah reservasi air di kawasan hutan Batang Toru yang masih kaya akan flora dan fauna yang sudah langka seperti kancil, rusa, kelinci, harimau, kucing hutan, tapir, anggrek hutan, dan lain-lain. Dan sekarang sudah diusulkan menjadi kawasan hutan lindung. Karena sudah sangat rawan dengan perambahan hutan yang mengancam kehidupan yang ada di sekitar kawasan tersebut.
Terdapat beberapa bukit dan gunung yang terkenal, antara lain Gunung Lubuk Raya, Gunung Sibualbuali (masih aktif, dan memiliki geiser dan sumber air panas yang di tampung di dua kolam pemandian umum di daerah Sipirok, Bukit (Tor) Simago-mago, dan lain-lain.
Pemerintahan
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Bupati Tapanuli Selatan adalah pemimpin tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Bupati Tapanuli Selatan bertanggung jawab kepada Gubernur Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Tapanuli Selatan ialah Gus Irawan Pasaribu, dengan wakil bupati Jafar Syahbuddin Ritonga. Mereka menang pada pemilihan umum Bupati Tapanuli Selatan 2024. Gus Irawan Pasaribu merupakan bupati ke-22 setelah kemerdekaan, dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta.
| No. | Bupati | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Prd. | Wakil Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 22 | Gus Irawan Pasaribu | 20 Februari 2025 | Petahana | 2024 | Jafar Syahbuddin Ritonga | ||
Dewan Perwakilan
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[13] | 2019–2024[14] | 2024–2029 | ||
| PKB | 0 | |||
| Gerindra | 4 | |||
| PDI-P | 3 | |||
| Golkar | 7 | |||
| NasDem | 4 | |||
| PKS | 0 | |||
| PKN | (baru) 2 | |||
| Hanura | 3 | |||
| PAN | 3 | |||
| Demokrat | 2 | |||
| PSI | (baru) 0 | |||
| PPP | 3 | |||
| PKPI | 1 | |||
| Jumlah Anggota | 30 | |||
| Jumlah Partai | 9 | |||
Kecamatan

Kabupaten Tapanuli Selatan terdiri dari 15 kecamatan, dengan kecamatan yang baru dimekarkan tahun 2017 yakni Kecamatan Angkola Muara Tais.[15] Adapun 15 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu:[16]
- Aek Bilah
- Angkola Barat
- Angkola Muara Tais
- Angkola Sangkunur
- Angkola Selatan
- Angkola Timur
- Arse
- Batang Angkola
- Batang Toru
- Marancar
- Muara Batang Toru
- Saipar Dolok Hole
- Sayur Matinggi
- Sipirok
- Tano Tombangan Angkola
Demografi
Suku


Penduduk asli di Kabupaten Tapanuli Selatan adalah suku Batak Angkola, yang masih memiliki kedekatan dengan suku Batak Toba. Selain suku Batak Angkola, ada juga suku Batak lainnya, umumnya adalah suku Batak Toba dan suku Batak Mandailing yang mayoritas berada di wilayah selatan perbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal. Meskipun sering disamakan, tetapi suku Batak Angkola dan suku Batak Mandailing adalah suku yang berbeda. Suku Batak Angkola sendiri mengenal paham kekerabatan patrilineal, sehingga orang Batak Angkola mengenal marga. Marga-marga orang Batak Angkola antara lain Siregar, Harahap, Hasibuan, Rambe, Daulay, Tanjung, Ritonga, Dongoran, Pane, Lubis, Nasution, Hutasuhut, Dalimunte, Matondang, dan lainnya. Orang Batak Angkola juga mengenal pelarangan kawin antar semarga.[17]
Rumah adat masyarakat Batak Angkola disebut Bagas Godang, yang masih mirip dengan Ruma Bolon dalam suku Batak Toba, tetapi arti keduanya secara harfiah sama yakni Rumah Besar. Bagas Godang berbentuk rumah panggung dan didominasi warna hitam, dengan atap memakai ijuk, dan dinding yang terbuat dari papan. Jika Jabu Bolon banyak ditambahi ornamen kepala kerbau, sementara untuk Bagas Godang tidak demikian.[18]
Bahasa
Bahasa yang digunakan masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia adalah bahasa Batak Angkola. Bahasa Batak Angkola digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam acara adat.[19] Bahasa Batak Angkola sedikit lebih lembut dibanding bahasa Batak Toba. Namun, orang Batak Angkola lebih mudah mengerti bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Mandailing, dibanding bahasa sub-suku Batak lainnya, yakni bahasa Batak Simalungun, bahasa Batak Karo, dan bahasa Batak Pakpak.
Dalam buku penelitian tahun 1997, berjudul "Fonologi Bahasa Angkola" yang disusun oleh Tumpal H. Dongoran, dkk, menyebutkan bahwa cerita turun temurun, orang Batak Angkola dahulu berasal dari kawasan Toba. Karena hal itu, banyak kesamaan yang lebih mencolok antara orang Batak Angkola dengan orang Batak Toba dan orang Batak Mandailing. Kesamaan itu juga termasuk dalam bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.[20]
Aksara dasar (ina ni surat) dalam surat Batak merepresentasikan satu suku kata dengan vokal inheren /a/. Terdapat 19 aksara dasar yang dimiliki semua varian aksara Batak, sementara beberapa aksara dasar yang hanya digunakan pada varian tertentu, sehingga bahasa Batak Angkola mengenal 21 aksara dasar. Bentuknya dapat dilihat sebagaimana berikut:[21]
| a | ha | ka | ba | pa | na | wa | ga | ja | da | ra | ma | ta | sa | ya | nga | la | nya | ca | i | u | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Batak Angkola |
Agama
Jumlah penduduk Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2024 berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, catatan kependudukan dan sipil, yakni 322.377 jiwa, dengan kepadatan 52 jiwa/km. Sementara agama yang dianut, yakni Islam dan Kekristenan.
| Agama di Kabupaten Tapanuli Selatan (2024)[22] | ||||
|---|---|---|---|---|
| Agama | Persen | |||
| Islam | 79,90% | |||
| Kekristenan | 20,09% | |||
| —Protestan | 18,79% | |||
| —Katolik | 1,30% | |||
| Buddha | 0,0009% | |||
| Hindu | 0,00% | |||
| Konghucu | 0,00% | |||
| Kepercayaan terhadap Tuhan YME | 0,00% | |||
Pemeluk agama Islam menyebar dan dianut mayoritas suku Batak Angkola, suku Batak Mandailing dan dianut minoritas suku Batak Toba yang hampir di semua kecamatan. Sementara Kekristenan menjadi mayoritas bagi suku Batak Toba, suku Nias, dan minoritas bagi suku Batak Angkola. Kebanyakan pemeluk Kekristenan berada di Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kecamatan Angkola Sangkunur, dan cukup signifikan di Kecamatan Angkola Selatan, dan Kecamatan Batang Toru.[4]
Pariwisata

Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki beberapa objek wisata, antara lain Danau Buatan Cekdam di daerah Pargarutan, Danau Siais, Danau Marsabut, Pemandian Aek Parsariran di daerah Batang Toru, Pemandian Aek Sijorni, dan Bukit (Tor) Simago-mago di daerah Sipirok. Ada juga istana adat di Muara Tais, wisata kerajinan tenun kain ulos tradisional, dan panorama alam dengan suhu sejuk di daerah Sipirok.
Ekonomi
Secara umum, mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Tapanuli Selatan adalah sebagai petani dan berkebun. Hasil pertanian yang terkenal adalah kopi, padi, salak, karet, kakao, kelapa, kulit kayu manis, kemiri, cabai, bawang merah, bawang daun, dan sayur-sayuran.
Pemekaran
Sejak 10 Agustus 2007, jumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan berkurang dengan adanya pemekaran dari kabupaten ini, yaitu melalui pembentukan Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas Utara.
Kabupaten Padang Lawas
Kecamatan yang masuk ke wilayah Kabupaten Padang Lawas yakni;
- Barumun
- Barumun Tengah
- Batang Lubu Sutam
- Huristak
- Huta Raja Tinggi
- Lubuk Barumun
- Sosa
- Sosopan
- Ulu Barumun
Kabupaten Padang Lawas Utara
Kecamatan yang masuk ke wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara yakni;
Lihat Pula
Referensi
- 1 2 "Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2024 tentang Kabupaten Tapanuli Selatan di Provinsi Sumatera Utara" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal 2024-07-15.
- ↑ Sofyan Adil Dilantik Jadi Sekda Tapsel (11 Juli 2023)
- ↑
- 1 2 3 4 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Tapanuli Selatan". www.sp2010.bps.go.id.
{{cite web}}:|access-date=memerlukan|url=;|url=tidak ada atau kosong; Parameter tidak dikenal|https://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?search-tabel=diabaikan - ↑ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, 2025". www.sumut.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
- 1 2 "Postur APBD Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 32. Diakses tanggal 23 November 2024.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ "Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Angka 2023" (pdf). www.tapanuliselatankab.bps.go.id. hlm. 7, 55. Diakses tanggal 1 September 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Oktaviani, F. S., dan Simanjuntak. M. K. B. (2023). Natalia, Devita (ed.). Statistik Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan 2023. BPS Kabupaten Tapanuli Selatan. hlm. 2.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Nawastu, Ningthias (2023). Statistik Daerah Kota Padangsidimpuan 2023. Badan Pusat Statistik Kota Padangsidimpuan. hlm. 1. ISSN 2476-8952.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan Periode 2014-2019
- ↑ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-13. Diakses tanggal 2020-05-18.
- ↑ "Pembentukan Kecamatan Angkola Muara Tais" (pdf). peraturan.bpk.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-11-03. Diakses tanggal 23 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. 2022. hlm. 5. ISSN 0215-3548.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ "Ketahui Inilah 6 Macam Jenis Pakaian Adat Suku Batak". /www.dinamikakepri.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-23. Diakses tanggal 23 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "10 Rumah Adat Sumatera Utara". www.pariwisatasumut.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-27. Diakses tanggal 23 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Marsitogol Bahasa Batak Angkola". badanbahasa.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 23 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Dongoran, Tumpal. H, dkk (Februari 1997). "Fonologi Bahasa Angkola" (PDF). labbineka.kemdikbud.go.id. hlm. 1–6. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-03-08. Diakses tanggal 23 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Everson, Michael; Kozok, Uli (07-10-2008). "Proposal for encoding the Batak script in the UCS" (PDF). ISO/IEC JTC1/SC2/WG2 (N3320R). Unicode. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ "Visualisasi Data Kependudukan". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 20 Desember 2024.
Pranala luar
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
| ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Geografis | |
| Lain-lain | |
