Sabtu, 17 Oktober 2026
23:30 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sayuran krusifera

Sayuran krusifera

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang penggunaan Brassicaceae sebagai makanan. Untuk deskripsi botani dari tumbuhan dalam famili ini (entah dipakai untuk makanan atau tidak), lihat Brassicaceae.
250px-Cabbage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanaman kubis

Sayuran krusifera adalah sayuran dari famili Brassicaceae (juga disebut Cruciferae) dengan banyak genera, spesies, dan tanaman yang dibesarkan untuk produksi pangan seperti kembang kol, kubis, kubis keriting, alim, pakcoi, brokoli, kubis brussel, sesawi dan sayuran daun hijau serupa. Famili tersebut mengambil nama alternatifnya (Cruciferae, Neo-Latin untuk "silangan") dari bentuk bunga mereka, yang empat mahkota bunganya mengingatkan pada silangan.

Sepuluh sayuran cruciferae paling umum disantap oleh orang-orang, yang dikenal di Amerika Utara sebagai cole crops[1] dan di Britania Raya, Irlandia dan Australia sebagai brassicas, berada dalam spesies tunggal (Brassica oleracea); mereka tak berbeda dari satu sama lain secara taksonomi, hanya oleh kategori hortikultural kelompok tanaman. Sejumlah genera dan spesies lain dalam famili tersebut juga bisa dimakan.

Sayuran krusifera adalah salah satu tanaman pangan dominan di seluruh dunia. Sayuran semacam ini dapat dibiakkan dalam suhu antara 15 dan 21 °C (59 dan 70 °F).[2] Mereka tinggi akan vitamin C dan serat padat dan mengandung sejumlah nutrient dan fitokimia.

Referensi

  1. ↑ Gibson AC. "Colewart and the cole crops". University of California Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-09.
  2. ↑ Manay, N Shakuntala (2023). Foods: Facts and Principles (Edisi 5th). New Age International. hlm. 200. ISBN 978-93-95161-09-1.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan