Selasa, 27 Oktober 2026
01:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sayuran krusifera

Sayuran krusifera

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang penggunaan Brassicaceae sebagai makanan. Untuk deskripsi botani dari tumbuhan dalam famili ini (entah dipakai untuk makanan atau tidak), lihat Brassicaceae.
250px-Cabbage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanaman kubis

Sayuran krusifera adalah sayuran dari famili Brassicaceae (juga disebut Cruciferae) dengan banyak genera, spesies, dan tanaman yang dibesarkan untuk produksi pangan seperti kembang kol, kubis, kubis keriting, alim, pakcoi, brokoli, kubis brussel, sesawi dan sayuran daun hijau serupa. Famili tersebut mengambil nama alternatifnya (Cruciferae, Neo-Latin untuk "silangan") dari bentuk bunga mereka, yang empat mahkota bunganya mengingatkan pada silangan.

Sepuluh sayuran cruciferae paling umum disantap oleh orang-orang, yang dikenal di Amerika Utara sebagai cole crops[1] dan di Britania Raya, Irlandia dan Australia sebagai brassicas, berada dalam spesies tunggal (Brassica oleracea); mereka tak berbeda dari satu sama lain secara taksonomi, hanya oleh kategori hortikultural kelompok tanaman. Sejumlah genera dan spesies lain dalam famili tersebut juga bisa dimakan.

Sayuran krusifera adalah salah satu tanaman pangan dominan di seluruh dunia. Sayuran semacam ini dapat dibiakkan dalam suhu antara 15 dan 21 °C (59 dan 70 °F).[2] Mereka tinggi akan vitamin C dan serat padat dan mengandung sejumlah nutrient dan fitokimia.

Referensi

  1. ↑ Gibson AC. "Colewart and the cole crops". University of California Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-09.
  2. ↑ Manay, N Shakuntala (2023). Foods: Facts and Principles (Edisi 5th). New Age International. hlm. 200. ISBN 978-93-95161-09-1.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan