Minggu, 27 September 2026
04:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tahu Tempe

Tahu Tempe

Tahu Tempe
250px-Tahu_Tempe_%28Hanja_Ada_Satu.....%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Album studiokarya Oslan Husein
Dirilis1964 (1964)[1]
Genre
Durasi31:25
LabelIrama
Kronologi Oslan Husein
Oslan Husein
(1964)
Tahu Tempe
(1964)
Artikel ini bukan mengenai tahu atau tempe.

Tahu Tempe (atau Hanja Ada Satu.....) adalah album kedua dari penyanyi Oslan Husein, Pembuatannya dibantu oleh orkes Widjaja Kusuma pimpinan M. Jusuf. Album Tahu Tempe dirilis pada tahun 1964 dengan Irama sebagai label rekaman.

Latar belakang

Setelah keluarnya instruksi Manifesto Politik pada tahun 1959, musik-musik Barat seperti rock and roll dan cha-cha-chá mengalami pengecaman. Meski mengandung pengaruh-pengaruh dari aliran tersebut, Oslan Husein dalam album keduanya bersama dengan M. Jusuf memainkan berbagai lagu dengan tema utama yang menyinggung kehidupan rakyat jelata serta kaum buruh dan tentang pangan sehari-hari; tema kedua tersebut terinspirasi dari pidato Soekarno yang menyatakan bahwa "Indonesia dengan rakyatnya tidak akan lapar, karena Indonesia banyak makanan".[2]

Komposisi

Tema-tema seperti makanan pokok dan lauk-pauk diangkat pada album ini, seperti pada lagu "Sepiring Nasi", "Singkong Rebus" dan "Nasi Djagung". Lagu swanama "Tahu Tempe" menghadirkan Oslan Husein dengan lirik berbahasa Betawi,[3] sementara bahasa Sunda digunakan pada lagu "Sorangan Wae". Anak-anak juga menjadi subjek dari album,[2] seperti pada lagu "Anak Seniman" dan "Anakku Lekaslah Dewasa".

Secara musik, lagu-lagu pada album tersebut dipengaruhi oleh beragam genre musik Barat; lagu "Es Mambo" mempunyai irama cha-cha-chá, sementara lagu "Tahu Tempe" diisi dengan aneka instrumen luar negeri seperti glockenspiel, konga, marakas dan ukulele. Meski beberapa lagu seperti lagu "Lebaran" memiliki corak musik mambo, ketiadaan penggunaan alat musik tiup yang digantikan dengan harmoni vokal vibrato Oslan bersama paduan suara latar menciptakan kesan folk song atau lagu mars.[1]

Penerimaan

Beberapa lagu dalam album tersebut telah menjadi tembang klasik; lagu "Lebaran" telah didaur ulang oleh berbagai musisi dan penyanyi seperti Dhea Ananda dan Gigi.[1] Lagu "Tahu Tempe" sempat kembali populer pada awal dekade 2010-an, ketika stasiun-stasiun radio dan televisi memutarkan lagu tersebut dalam liputan tentang kelangkaan kacang kedelai.[3] Lagu tentang keadaan pangan di Indonesia kemudian menginspirasi lagu "Bersuka Ria" yang ditulis oleh Soekarno pada tahun 1965.[1]

Daftar lagu

Semua trak ditulis oleh M. Jusuf, kecuali lagu ketujuh.

Sisi-A
No.JudulDurasi
1."Es Mambo"2:17
2."Lebaran"2:34
3."Anak Seniman"3:23
4."Tahu Tempe"2:42
5."Sepiring Nasi"2:12
6."Sorangan Wae"2:37
Sisi-B
No.JudulDurasi
7."Oh Mama"3:23
8."Sandang Pangan"2:17
9."Anakku Lekaslah Dewasa"3:12
10."Singkong Rebus"2:20
11."Nasi Djagung" (Nasi Jagung)2:18
12."Bis Kota"2:15

Referensi

  1. 1 2 3 4 Rahman 2020, hlm. 296–298.
  2. 1 2 Nawas, Sjaiful (1964). Tahu Tempe (Catatan media). Oslan Husein. Jakarta: Irama. LPI. 175083.
  3. 1 2 "Lagu Jelata: Tahuu... Tempe..." Kompas.com. Jakarta: KG Media. 29 Juli 2012. Diakses tanggal 18 September 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan