Sabtu, 10 Oktober 2026
21:05 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Tahu kuning

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
Tahu Takwa Kediri
Tempat asalIndonesia
DaerahKota Kediri, Jawa Timur

Tahu Kuning atau dikenal dengan sebutan Tahu Takwa adalah tahu yang berwarna kuning, yang disebabkan karena air rendaman tahu diberi kunyit atau pewarna makanan.[1][2] Tahu kuning merupakan makanan khas Kota Kediri, karena sentra (pusat) pembuatannya banyak dijumpai di Kediri.[3][4][5] Tahu kuning memiliki bentuk kotak persegi empat dan agak pipih.[3][4] Tahu ini juga memiliki kepadatan yang lebih baik dibandingkan tahu putih, sehingga ketika dipotong tahu tidak mudah hancur.[4] Selain itu, tahu kuning memiliki tekstur kenyal, berpori halus, dan lembut.[4] Dari segi rasanya, tahu kuning memiliki rasa yang gurih tanpa rasa asam sama sekali.[2][3][5] Jika digoreng, bagian luarnya akan berubah menjadi kering dan renyah, sedangkan bagian dalam tetap lembut dan kenyal.[3]

Sejarah

Pada tahun 1900, terdapat ribuan warga Tiongkok yang bermigrasi ke Indonesia.[2] Sebagian dari mereka kemudian memasuki wilayah Kediri.[2] Tiga orang dari beberapa imigran tadi merupakan pelopor pembuatan tahu kuning.[2] Mereka adalah Lauw Soe Hoek (lebih dikenal dengan Bah Kacung), Liem Ga Moy, dan Kaou Loung.[2] Hingga saat ini, keturunan dari mereka tetap melestarikan dan melanjutkan usaha dari para leluhur mereka, kecuali keturunan dari Kaou Loung.[2]

Faktor utama yang mendorong para imigran Tiongkok memilih lokasi pembuatan tahu di Kediri, karena terdapat kesamaan karakteristik air dengan yang terdapat di Tiongkok.[2] Hal tersebut karena, proses pembuatan tahu ini tidak mudah dan harus menyesuaikan dengan jenis air, yang nantinya akan memengaruhi pada hasil akhirnya.[2]

Pada tahun 1912, Lauw Soe Hoek (Bah Kacung) mulai mendirikan usaha tahu.[2] Sedangkan Liem Ga Moy mengawali usahanya pada tahun 1948, tetapi usahanya baru dikenal oleh masyarakat pada tahun 1950.[2] Saat ini usaha tahu Bah Kacung dilanjutkan oleh cucunya A. Herman Budiono putra dari Yosef Seger Budi Santoso (Lauw Sing Hian) yang meninggal pada bulan Mei 2008.[2]

Kandungan nutrisi

Untuk setiap 113 gram tahu kuning mengandung 86 kalori.[6] Di samping itu, pada setiap 113 gram juga terdapat beberapa nutrisi yang terkandung di dalamnya, antara lain:[6]

Manfaat

Manfaat (khasiat) dari tahu kuning tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis tahu lainnya,karena memiliki bahan dasar yang sama, yaitu kedelai [6] Tahu kuning memiliki unsur protein kedelai yang berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung.[6] Karena di dalamnya mengandung fitosterol (minyak tumbuhan) yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyumbatan jantung.[6] Selain itu, di dalamnya juga mengandung isoflavon yang dapat mencegah penyakit kanker, seperti kanker payudara dan dan kanker prostat.[6]

Tahu kuning hasil fermentasi juga dapat meingkatkan pembentukan vitamin K yang baik untuk mencegah pendarahan berlebih pada saat terjadi luka.[6] Tahu kuning yang memiliki bahan utama dari kacang kedelai, dapat meningkatkan produksi hormon insulin, yaitu hormon yang dapat menurunkan kadar gula darah untuk para penderita diabetes.[6]

Referensi

  1. ↑ Yuni Pradata. Aneka Masakan Tahu. Agro Media. ISBN 978-979-3702-40-7. Halaman 4-5.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 www.kedirikota.go.id: Sejarah Tahu Kuning. Diakses 5 Mei 2014
  3. 1 2 3 4 www.food.detik.com: Tahu Takwa Asli Kediri. Diakses 5 Mei 2014
  4. 1 2 3 4 www.nyata.co.id: Mengenal Jenis Tahu Diarsipkan 2014-05-05 di Wayback Machine. Diakses 5 Mei 2014
  5. 1 2 www.ramadan.okezone.com: Tahu Takwa, Kuliner Ramadan Khas Kediri Diarsipkan 2014-05-05 di Wayback Machine. Diakses 5 Mei 2014
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 www.rumahsegar.com: Tahu Kuning. Diakses 5 Mei 2014
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan