| Nama sebelumnya | PT Buana Persada Gemilang (2007 - 2010) PT Toba Bara Sejahtera (2010 - 2020) |
|---|---|
| Jenis | Perusahaan publik |
| BEI: TOBA | |
| Industri | Energi |
| Pendiri | Luhut Binsar Pandjaitan[1] |
Wilayah yang dilayani | Indonesia |
Tokoh kunci | Dicky Yordan[2] (Direktur Utama) Dr. Ahmad Fuad Rahmany[3] (Komisaris Independen) |
| Produk | |
| Pendapatan | US$ 365,86 juta (2025)[4] |
| US$ -161,95 juta (2025)[4] | |
| Total aset | US$ 793,09 juta (2025)[4] |
| Total ekuitas | US$ 215,32 juta (2025)[4] |
| Pemilik | Highland Strategic Holdings Pte. Ltd. (59,905%) Publik (29,759%) PT Toba Sejahtra (7,915%) Saham Treasury (0,12%) |
Jumlah karyawan | 1783 (2025)[4] |
PT TBS Energi Utama Tbk (BEI: TOBA) adalah sebuah perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang sedang bertransisi menuju perusahaan infrastruktur berkelanjutan. Perusahaan beroperasi di Indonesia dan Singapura. Berevolusi dari bisnis batu baranya, TBS memfokuskan bisnis baru di bidang pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Ketiga lini bisnis baru TBS berkontribusi secara langsung untuk mengurangi emisi di sektor energi, limbah, dan transportasi, yang menurut Climate Watch Indonesia merupakan sektor dengan emisi tinggi di Indonesia dan Singapura.[5]
Di Singapura, TBS mengoperasikan dua platform pengelolaan limbah menjadi energi, yakni Cora Environment dan Asia Medical Enviro Services (AMES). AMES saat ini menangani 45% pengelolaan limbah medis di Singapura.[6]
Cora menangani pengelolaan sampah di wilayah City-Punggol dan Clementi-Bukit Merah di Singapura, menjangkau sekitar 450.000 rumah dan tempat perdagangan serta sekitar 5.000 pelanggan komersial. Pada paruh pertama tahun 2026, Cora mengumpulkan lebih dari 750.000 sampah.[7]
Sementara di Indonesia, TBS memiliki pembangkit listrik energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik dengan lebih dari 15.000 dan lebih dari 500 stasiun penukaran baterai di Jakarta serta Surabaya, dan fasilitas pengelolaan limbah melalui perusahaan ARAH Environmental.
Sebagai bagian dari transisi bisnis, TBS melakukan divestasi dua PLTU di Gorontalo yang menurunkan emisinya hingga 86%.[8] TBS melakukan transisi bisnis sambil masih mengelola bisnis lamanya di bidang pertambangan batu bara dengan memastikan asas transisi yang berkeadilan.
TBS merupakan perusahaan pertama yang meraih penunjukan sebagai Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam peluncuran perdana program IDX Green Equity Designation pada 28 Agustus 2026.[9]
Dalam laporan "Diversification gap in Indonesia’s coal sector" Agustus 2026, Energy Shift Institute menempatkan TBS Energi Utama Tbk menjadi salah satu dari dua perusahaan dengan progres diversifikasi paling nyata dengan 60% lebih pendapatan berasal dari non-batu bari dibandingkan dengan 13 perusahaan batu bara lainnya.[10]
Sejarah
Perusahaan ini memulai perjalanannya di bulan Agustus 2007 sebagai PT Buana Persada Gemilang, dengan PT Toba Sejahtra sebagai pemegang saham mayoritas (sekitar 99%).
Perusahaan berganti nama menjadi PT Toba Bara Sejahtera Tbk pada tahun 2010 saat bisnis batu baranya berkembang pesat melalui tiga konsesi pertambangan di area Sangasanga, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pada tahun yang sama, perusahaan ini mengakuisisi 51% saham PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), 52,5% saham PT Toba Bara Energi (pemilik PT Indomining / IM), dan 51% saham PT Trisensa Mineral Utama (TMU), sehingga saat itu perusahaan ini telah dapat memproduksi batu bara sebanyak 3,9 juta ton per tahun.
Pada tahun 2012, perusahaan ini meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Toba Bara Energi dan PT Trisensa Mineral Utama masing-masing menjadi 99,99%.
Pada tahun 2012, perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TOBA. Pada tahun 2013, perseroan melebarkan sayap bisnisnya ke perkebunan kelapa sawit dengan mengakuisisi PT Perkebunan Kaltim Utama I. Pada tahun 2014, PT Perkebunan Kaltim Utama I mulai membangun pabrik kelapa sawit berkapasitas 30 ton tandan buah segar per jam.
Pada tahun 2016, mayoritas saham (sekitar 61,79%) TBS dijual ke pemilik baru Highland Strategic Holding Pte. Ltd.[11] Pada tahun yang sama, perseroan ini memasuki sektor energi dengan membentuk PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) dan PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap / batu bara Sulbagut-1 dan Sulut-3 yang masing-masing berkapasitas 2x50 MW. PT Gorontalo Listrik Perdana kemudian juga meneken kontrak EPC dengan Shanghai Electric Power Construction Co. Ltd. untuk membangun PLTU Sulbagut-1.
Melanjutkan momentum tersebut, perusahaan mengakuisisi saham minoritas di PT Paiton Energy pada tahun 2018. Paiton Energy adalah perusahaan yang mengoperasikan tiga unit PLTU berkapasitas total 2.045 MW di Probolinggo. Dua tahun kemudian, pada tahun 2020, PT Toba Bara Sejahtera Tbk mengubah namanya menjadi PT TBS Energi Utama Tbk sebagai langkah pergeseran strategis menjadi bisnis yang berfokus pada infrastruktur berkelanjutan.[12]
Perusahaan juga memperluas bisnisnya ke sektor energi terbarukan dengan mengakuisisi PT Adimitra Energi Hidro (AEH), yang bergerak di bidang pengembangan PLTMH (mini hidro).
Pada tahun 2021, PT Adimitra Energi Hidro meneken perjanjian jual-beli listrik dengan PLN terkait pengembangan PLTMH berkapasitas 2x3 MW di Lampung. Perusahaan ini kemudian juga membentuk PT Energi Kreasi Bersama bersama Gojek / GoTo Group untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang diberi nama "Electrum". Pada tahun yang sama, TBS menjual kepemilikannya di PLTU Paiton kepada perusahaan yang terafiliasi dengan PT Medco Energi International Tbk.[13] [14]
TBS juga meluncurkan TBS2030, sebuah gerakan revolusi bisnis hijau untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030 mendatang. Perusahaan juga bekerja sama dengan UN Global Compact.
Pada bulan Agustus 2023, TBS pun mengakuisisi 100 persen perusahaan layanan pengolahan limbah biohazard dan medis terbesar di Singapura, Asia Medical Enviro Services (AMES), dari Dymon Asia Private Equity.[15]
Sejalan dengan visinya untuk mencapai target netral karbon pada tahun 2030, akuisisi dilakukan melalui anak perusahaan, Taonga Holdings Pte Ltd. Katadata melaporkan bahwa TBS membeli 19.991.917 lembar saham AMES.[16]
Pada tahun 2024, TBS mengakuisisi ARAH, sebuah perusahaan pengelolaan limbah yang berbasis di Bogor dan Solo. Didirikan pada tahun 2008, ARAH pertama kali didirikan sebagai perusahaan transportasi limbah medis yang beroperasi di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek.
Akuisisi ARAH memperluas cabang bisnis TBS, khususnya dalam pengelolaan limbah medis, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), limbah domestik, dan limbah elektronik. Detik melansir bahwa akuisisi ARAH dilaksanakan melalui anak perusahaan, PT Solusi Bersih TBS (SBT).[17]
Pada tahun 2024, TBS juga mengakuisisi Sembcorp Environment (SembEnviro), perusahaan pengelolaan limbah domestik dan industri asal Singapura, sebagai langkah lanjutan mengembangkan bisnis pengelolaan limbahnya. Setahun kemudian, perusahaan mengganti nama SembEnviro menjadi CORA Environment.
Pada tahun 2025, TBS melakukan divestasi atas 2 perseroan PLTU, MCL dan GLP[18] untuk mengurangi aset fosil dan mempercepat transisi jadi entitas bisnis rendah karbon.
Struktur kepemimpinan
Struktur kepemimpinan TBS diisi oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris memantau dan memastikan perusahaan dikelola dengan baik. Sementara Direksi adalah pilar yang menjalankan operasional bisnis dan melaksanakan strategi perusahaan.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada bulan April 2026[19], struktur kepemimpinan di TBS adalah sebagai berikut:
- Susunan Dewan Komisaris:
- Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
- Frances Kang, Yasmin Wirjawan, dan Judy Lee sebagai Anggota Dewan Komisaris merangkap Komisaris Independen.
- Susunan Dewan Direksi:
- Dicky Yordan sebagai Direktur Utama
- Alvin Firman Sunanda, Juli Oktarina, Mufti Utomo, dan Sudharmono Saragih yang mengisi jabatan Direktur.[20]
Struktur tata kelola TBS Energi Utama juga mencakup Komite Audit dan Manajemen Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.
Kegiatan usaha
Strategi transformasi TOBA mencakup akuisisi Sembcorp Environment, peluncuran Climate Transition Plan, dan fokus pada tiga pilar bisnis infrastruktur berkelanjutan: pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.[21]
Pengelolaan limbah
Fokus pada bisnis pengelolaan limbah yang mencakup limbah medis, limbah B3, limbah industri, limbah kota, hingga limbah rumah tangga. Melalui Asia Medical Enviro Services (AMES), ARAH, dan CORA Environment (sebelumnya bernama Sembcorp Environment atau SembEnviro), roadmap TBS2030 adalah mewujudkan target keberlanjutan, mengurangi dampak lingkungan, serta menghadirkan nilai jangka panjang bagi seluruh kawasan.
Energi terbarukan
TBS berfokus pada proyek pembangkit listrik ramah lingkungan, seperti fasilitas pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) berkapasitas 6 megawatt (MW) yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2025 di provinsi Lampung. Sementara itu, proyek PLTS terapung berkapasitas 46 megawatt-peak (MWp) tengah dalam proses pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi sekitar kuartal IV 2026.[22]
Kendaraan listrik
Bekerja sama dengan GoTo Group, TBS mendirikan Electrum, perseroan yang fokus pada bisnis kendaraan listrik. Electrum mengembangkan infrastruktur transportasi listrik mulai dari perakitan kendaraan, baterai, sistem swapping, hingga stasiun penukaran baterai. Berdasarkan laporan Kontan, saat ini Electrum memiliki lebih dari 15.000 motor dan swapping station untuk baterai motor listrik Electrum sudah mencapai lebih dari 550 titik.[23]
Dalam laporan situs resmi Electrum, hingga 2026, motor listrik Electrum telah menempuh jarak total lebih dari 420 juta kilometer, BSS melayani sebanyak 21 juta lebih penukaran baterai, dan berhasil mengurangi lebih dari 35.000 ton emisi karbon dioksida (CO2).
Bisnis warisan: Batu bara dan perkebunan
Terdiri dari anak usaha seperti ABN, IM, dan TMU untuk bisnis pertambangan serta penjualan batu bara. Melalui PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU), perseroan mengelola lebih dari 8.600 perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.
Pendanaan dan keuangan perusahaan
Pendanaan untuk Electrum
Pada tahun 2024, Bank DBS Indonesia dan Asian Development Bank (ADB) memberikan pembiayaan sebesar $15 juta untuk TBS guna mendukung program transportasi berkelanjutan di Indonesia. Pendanaan terdiri dari pinjaman $5 juta dari DBS, ADB memberi dana $5 juta, serta $5 juta lainnya dari Australian Climate Finance Partnership (ACFP) yang dikelola oleh ADB.[24]
Pendanaan ini akan mendukung investasi TBS di PT Energi Kreasi Bersama (Electrum) untuk pengadaan sepeda motor listrik dan pemasangan jaringan stasiun penukaran baterai, yang akan mengurangi emisi gas rumah kaca tahunan setidaknya 123.000 ton. [25]
Pinjaman sindikasi $385 juta
Pada pertengahan tahun 2026, TBS menerima pinjaman sindikasi (syndicated financing facility) senilai total $385 juta (sekitar Rp5 triliun) dari bank-bank terkemuka yang beroperasi di Singapura. Pendanaan dipimpin oleh Bank DBS.[26]
Fasilitas ini terdiri dari pinjaman jangka panjang sebesar $345 juta dan lini kredit berulang sebesar $40 juta. Pembiayaan ini digunakan untuk memperkuat bisnis pengelolaan limbah tiga anak perusahaannya di Singapura: CEG, SBT Invest, dan Taonga.
Bank-bank internasional yang berpartisipasi antara lain Bangkok Bank, Bank of China Singapore, Maybank Singapore, RHB Singapore, Société Générale, dan Natixis.[27]
Belanja modal untuk bisnis non-batu bara
Perusahaan mengalokasikan 80%-90% dari belanja modal (Capex) untuk bisnis non-batubara pada tahun 2023. Hal tersebut sejalan dengan roadmap TBS2030 yang diresmikan pada tahun 2022 sebelumnya.[28]
Dalam laporan tahun 2022, lini bisnis non-batu bara berkontribusi kurang dari 1 persen dari total pendapatan TBS. Sementara, pada kuartal pertama tahun 2024, pangsa tersebut telah meningkat menjadi sekitar 65 persen, dan target yang dinyatakan perusahaan adalah agar aktivitas non-batu bara menyumbang hampir 80 persen dari pendapatan pada tahun 2030.[29]
Pendapatan non-batu bara meningkat tajam
Pada laporan keuangan kuartal kedua 2026, TBS melaporkan perkembangan positif setelah fase transisi portofolio ke sektor bisnis hijau melalui akuisisi dan divestasi pada tahun 2025 tanpa mengorbankan kinerja keuangan dan operasional.
Kinerja bisnis semester I tahun 2026 menunjukkan peningkatan pendapatan lebih dari dua kali lipat menjadi US$28,2 juta dari US$13,9 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pada data kinerja semester I 2026, peningkatan efisiensi operasional tercermin dalam posisi arus kas operasional yang berbalik positif menjadi US$14,6 juta dari negatif US$31,6 juta pada tahun 2025 di periode waktu yang sama.[30]
Laporan kinerja semester I tahun 2026 juga menunjukkan bahwa lini bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik kini menjadi kontributor utama dengan menyumbang 66,5% dari pendapatan konsolidasi dibanding 31,4% dari batu bara. Pengelolaan limbah menyumbang 92% dari EBITDA konsolidasi sementara pendapatan ekosistem kendaraan listrik naik 184% secara tahunan menjadi US$9,1 juta, atau hampir tiga kali lipat dibanding dengan periode yang sama di tahun 2025.[31]
TBS Foundation
Yayasan ini berfokus pada pengembangan pengetahuan, mendorong inovasi, dan menciptakan peluang yang menginspirasi perubahan. Dengan mengusung tiga pilar utama, yakni Quality Education, Thought Leadership & Policy Advocacy, serta Impact Capital, TBS Foundation menghubungkan industri, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong transformasi di area yang paling krusial: di ruang kelas, dalam ide-ide yang membentuk kebijakan, dan dalam usaha-usaha yang memajukan ekonomi yang lebih hijau. [32]
Pada tahun 2026, TBS Foundation menyelenggarakan Greenovate 2026, kompetisi pengembangan talenta hijau yang mendorong mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia untuk mengembangkan ide keberlanjutan menjadi solusi bisnis dengan potensi untuk memberikan dampak nyata.[33]
Tim The Triple A dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dinobatkan sebagai juara 1 Greenovate melalui inovasi Spark Go!, sebuah solusi untuk pemanfaatan baterai kendaraan listrik yang telah memasuki periode pensiun pertama (baterai second-life).[34]
Pada Juli 2026, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang, TBS Foundation menyalurkan bantuan berupa 200 boks masker, 60 tabung Oxycan, serta makanan siap saji, kepada masyarakat yang terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang terjadi sejak 30 Juni 2026, hingga berhasil dipadamkan pada 10 Juli 2026.[35]
Tepat pada 17 Agustus 2026, TBS Foundation juga menyalurkan bantuan Hygiene Kit kepada Markas Palang Merah Indonesia (PMI) untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui PMI Kupang.
Bantuan ini diberikan menyusul gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitude yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. CNN Indonesia melansir, per 20 Agustus 2026, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 72 jiwa, sebanyak 900 korban luka-luka, dan lebih dari 82.000 orang harus mengungsi.[36]
VOI melaporkan bantuannya berupa 200 Paket Higiene dengan total nilai Rp50 juta, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat dan pemulihan.[37] Paket Higiene standar PMI yang diberikan berisi sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi, sikat gigi, pembalut wanita, dan handuk.
Anak usaha (Subsidiari)
| Company Name | Industry / Business |
| PT Solusi Bersih TBS (SBT) | Pengelolaan limbah |
| PT Energi Baru TBS (EBT); PT Adimitra Energi Hidro (AEH); PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE) | Energi terbarukan |
| PT Energi Kreasi Bersama (Electrum) | Kendaraan listrik, bekerja sama dengan GoTo Group |
| PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN); PT Indomining (IM); PT Trisensa Mineral Utama (TMU) | Pertambangan batu bara |
| PT Adimitra Baratama Niaga (Adimitra Niaga) | Perdagangan batu bara |
| PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU) | Perkebunan |
| PT Toba Bumi Energi (TBE) | Energi dan pertambangan |
| PT Toba Bara Energi (Toba Energi) | Ketenagalistrikan |
Penghargaan
Berikut adalah daftar penghargaan yang diterima oleh TBS Energi Utama:
- 2022: Perusahaan Energi Paling Transformatif dari Road to CNBC Indonesia Award 2022: Perusahaan Energi dan Pertambangan Terbaik[38]
- 2023: Peringkat Emas / Gold dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2023[39]
- 2024: Peringkat Emas / Gold dalam The 16th Annual Global CSR & ESG Summit and Award 2024[40]
- 2025: Tim Komunikasi Korporat dan Hubungan Investor Terbaik dalam The 17th Annual Global CSR & ESG Summit and Award 2025[41]
- Februari 2026: FORTUNE Indonesia Change The World 2026 dari FORTUNE Indonesia Summit 2026[42]
- Mei 2026: TOP CSR Awards 2026 dari CSR Commitment 2026
- Juni 2026: Renewable Energy M&A Deal of the Year dalam The Asset Triple A Sustainable Finance Infrastructure Awards 2026[43]
- Juli 2026: SDG Innovators for Young Professional 2026 dalam UN Global Compact Leaders Summit 2026[44]
- Juli 2026: IDX Channel Anugerah ESG 2026 dari IDX Channel Awards[45]
- September 2026: Penghargaan Sektor Infrastruktur & Konstruksi Berat - Kategori: Sosial dari Katadata Environmental, Social, Governance (KESGI) Award 2026[46]
Referensi
- ↑ Fakta Tentang Toba Bara Sejahtra
- ↑ "Direktur Direksi" (dalam bahasa Inggris). PT TBS Energi Utama Tbk. Diakses tanggal 11 Oktober 2026.
- ↑ "Dewan Komisaris" (dalam bahasa Inggris). PT TBS Energi Utama Tbk. Diakses tanggal 11 Oktober 2026.
- 1 2 3 4 5 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT TBS Energi Utama Tbk. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "Climate Watch Indonesia - Greenhouse Gas Emissions Data". Climate Watch. World Resources Institute. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "TOBA Raup Pendapatan Rp 1,4 T". Investor.id. Investor ID. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "Cora Environment". Cora Environment. Cora Environment. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "Pangkas Emisi Karbon, TBS Energi Utama Resmi Lepas Dua PLTU". money.kompas.com. Kompas. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "BEI Tetapkan 3 Emiten Hijau, Ini Daftarnya". cnbcindonesia.com. CNBC Indonesia. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "TBS (TOBA) Jadi Outlier Emiten Batu Bara, Pendapatan Non-Coal Tembus Lebih dari 60%". investortrust.id. Investortrust. Diakses tanggal 12 Oktober 2026.
- ↑ "Perusahaan Milik Luhut Panjaitan Lepas 61,79% Saham TOBA". Bareksa.com. Bareksa. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Perjalanan Kami". thisistbs.com. TBS Energi Utama. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TOBA Lepas Saham PLTU Paiton ke Medco (MEDC) Setara Rp998 Miliar". market.bisnis.com. Hafiyyan - Bisnis.com. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Medco Energi beli pembangkit batubara Paiton dari TOBA". Kontan.com. KONTAN. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Indonesia's TBS Energi buys Singapore's largest medical waste treatment firm". straitstimes.com. The Straits Times. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Energi Takes a Green Leap with AMES Acquisition". dinsights.katadata.co.id. Kata Data. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Sah! TBS Energi Caplok Perusahaan Pengelola Limbah". finance.detik.com. Detik. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Energi (TOBA) Jual Dua Perusahaan PLTU 200 MW Senilai US$ 144,8 Juta". investasi.kontan.co.id. KONTAN. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Ini Susunan Komisaris dan Direksi Terbaru TOBA". liputan6.com. Septian Deny - Liputan6. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Tata Kelola Perusahaan TBS". thisistbs.com. TBS Energi Utama. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Mulai Tinggalkan Batu Bara, Kontribusi Bisnis Pengelolaan Limbah TBS Energi (TOBA) Melesat". hijau.bisnis.com. Bisnis.com. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Pendapatan naik, TOBA malah rugi US$9,06 juta hingga Maret 2026". idnfinancials.com. IDN Financials. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Perkuat Transformasi Bisnis, Segmen Kendaraan Listrik TBS Energi (TOBA) Mulai Moncer". investasi.kontan.com. KONTAN. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Bank DBS Indonesia dan ADB sediakan pembiayaan hijau USD15 juta untuk percepat mobilitas listrik di Indonesia". dbs.com. Bank DBS Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "ADB, TBS Sign Deal to Expand Sustainable Transportation in Indonesia". adb.org. ADB. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Refinancing Utang, TOBA Raih Pinjaman Sindikasi Rp5 Triliun dari DBS Bank dkk". idxchannel.com. Babe Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Energi secures $385M syndicated loan led by DBS Bank to refinance debt". app.dealroom.co. Dealroom.co. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Energi Utama shifts focus to non-coal business". indonesiabusinesspost.com. INDONESIA BUSINESS POST. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Energi Utama puts a dollar figure on the cost of staying in coal". sirkularium.com. Sirkularium. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Laporan Kuartalan Aktivitas Eksplorasi" (PDF). idx.co.id. IDX. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Reports Solid Q1 2026 Performance: 20.5 Percent Consolidated Revenue Growth with Positive Operating Cash Flow". voi.id. VOI. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TOBA mematangkan transformasi bisnis berkelanjutan lewat 3 pilar". antaranews.com. ANTARA News. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Foundation Dorong Lahirnya Talenta Hijau Lewat Greenovate". esgnow.republika.co.id. Republika. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Foundation Cetak Talenta Hijau, Inovasi Baterai EV Jadi Juara Greenovate 2026". money.kompas.com. Kompas. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin". ekbis.sindonews.com. SindoNews. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Update Korban Gempa NTT: 72 Meninggal Dunia, 900 Luka-luka". cnnindonesia.com. CNN Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TBS Foundation Distributes Hygiene Kits through PMI for Earthquake-Affected Communities in Flores". voi.id. VOI. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "TOBA Raih Penghargaan The Most Transformative Energy Company". cnbcindonesia.com. CNBC Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "List of Rating – Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2023". nccr.id. NCCR National Center for Corporate Reporting. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Inilah Para Peraih "The 16th Annual Global CSR & ESG Summit and Award™ 2024 di Hanoi Vietnam:". energyworld.co.id. Energy World Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "LinkedIn: TBS Energi Utama Tbk". Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Instagram @idn.official". Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "The Asset: Infrastructure Awards 2026". Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Inovasi Profesional Muda Percepat Target SDGs 2030 di SDGI 2026". mediaindonesia.com. Media Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Jadi Pelopor Transisi Dari Batu Bara ke Infrastruktur Hijau, TBS Raih Penghargaan ESG 2026". idxchannel.com. IDX Channel. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.
- ↑ "Katadata Berikan KESGI Award 2026 Ke 58 Perusahaan Dengan Kinerja ESG Terbaik". katadata.co.id. Kata Data. Diakses tanggal 13 Oktober 2026.