Kamis, 08 Oktober 2026
08:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

T.M. Busra

Bagikan:

Buya H. T.M. Busra, BA (lahir 5 Desember 1952) adalah ulama dari Kuntu, Kampar. Ia dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren al-Munawwarah di Pekanbaru.

Latar belakang dan pendidikan

Busra lahir di Kuntu, Kampar Kiri pada 5 Desember 1952 dari pasangan Muhammad Nayan dan Baidah. Setelah tamat sekolah rakyat pada 1965, ia belajar agama ke beberapa tempat seperti MTI Naumbai, MTI Ranah, MTI Teratak, dan Pondok Pesantren Darussalam Batu Bersurat.[1] Di tempat terakhir, ia mendapat ijazah dari Buya H. Aidraus Gani pada 1970, kemudian mengajar di Batu Bersurat selama 1 tahun.[2]

Pada 1971, Busra merantau ke Sumatera Barat dengan maksud ingin belajar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin pimpinan Syekh Ali Imran Hasan. Namun, ia akhirnya memilih menjadi mubalig di Padang setelah mendapat permintaan untuk mengisi beberapa pengajian di sana. Sambil aktif berdakwah, ia menempuh pendidikan sarjana muda di IAIN Imam Bonjol pada jurusan bahasa Arab. Setelah lulus, ia pergi ke MTI Jaho untuk belajar kepada Buya H. Muhammad Dalil Dt. Maninjun.[3]

Pendirian pesantren

Buya Busra merantau ke Pekanbaru pada 1982. Beliau menjadi guru di beberapa madrasah sambil menjadi pendakwah di masjid-masjid. Selama menjadi guru, ia menyadari kurangnya kajian kitab kuning di Pekanbaru. Buya Busra akhirnya mendirikan Pondok Pesantren al-Munawwarah pada 1986.[2]

Catatan kaki

Rujukan

  1. ↑ Suanto, dkk 2022, hlm. 74.
  2. 1 2 Suanto, dkk 2022, hlm. 75.
  3. ↑ Al-Yamin, Susanto (30 Maret 2021). "Mengenal Sosok Buya H. TM. Busra, BA, Pelopor Pesantren Berbasis Kitab Kuning di Kota Pekanbaru". Pekanbaru Kini. Diakses tanggal 11 Maret 2023.

Daftar pustaka

  • Suanto, Irwan, dkk (2022). "Kepemimpinan Kharismatik Buya H. TM. Busra, BA. dalam Peningkatan Kecerdasan Spiritual Santri di Pondok Pesantren al-Munawarah Pekanbaru". Tarbawi STAI Al Fithrah. 11 (1): 67–78.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan