Jumat, 09 Oktober 2026
18:54 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

T.M. Busra

Bagikan:

Buya H. T.M. Busra, BA (lahir 5 Desember 1952) adalah ulama dari Kuntu, Kampar. Ia dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren al-Munawwarah di Pekanbaru.

Latar belakang dan pendidikan

Busra lahir di Kuntu, Kampar Kiri pada 5 Desember 1952 dari pasangan Muhammad Nayan dan Baidah. Setelah tamat sekolah rakyat pada 1965, ia belajar agama ke beberapa tempat seperti MTI Naumbai, MTI Ranah, MTI Teratak, dan Pondok Pesantren Darussalam Batu Bersurat.[1] Di tempat terakhir, ia mendapat ijazah dari Buya H. Aidraus Gani pada 1970, kemudian mengajar di Batu Bersurat selama 1 tahun.[2]

Pada 1971, Busra merantau ke Sumatera Barat dengan maksud ingin belajar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin pimpinan Syekh Ali Imran Hasan. Namun, ia akhirnya memilih menjadi mubalig di Padang setelah mendapat permintaan untuk mengisi beberapa pengajian di sana. Sambil aktif berdakwah, ia menempuh pendidikan sarjana muda di IAIN Imam Bonjol pada jurusan bahasa Arab. Setelah lulus, ia pergi ke MTI Jaho untuk belajar kepada Buya H. Muhammad Dalil Dt. Maninjun.[3]

Pendirian pesantren

Buya Busra merantau ke Pekanbaru pada 1982. Beliau menjadi guru di beberapa madrasah sambil menjadi pendakwah di masjid-masjid. Selama menjadi guru, ia menyadari kurangnya kajian kitab kuning di Pekanbaru. Buya Busra akhirnya mendirikan Pondok Pesantren al-Munawwarah pada 1986.[2]

Catatan kaki

Rujukan

  1. ↑ Suanto, dkk 2022, hlm. 74.
  2. 1 2 Suanto, dkk 2022, hlm. 75.
  3. ↑ Al-Yamin, Susanto (30 Maret 2021). "Mengenal Sosok Buya H. TM. Busra, BA, Pelopor Pesantren Berbasis Kitab Kuning di Kota Pekanbaru". Pekanbaru Kini. Diakses tanggal 11 Maret 2023.

Daftar pustaka

  • Suanto, Irwan, dkk (2022). "Kepemimpinan Kharismatik Buya H. TM. Busra, BA. dalam Peningkatan Kecerdasan Spiritual Santri di Pondok Pesantren al-Munawarah Pekanbaru". Tarbawi STAI Al Fithrah. 11 (1): 67–78.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan