Kamis, 22 Oktober 2026
08:14 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
LinkAja

LinkAja

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
LinkAja!
250px-LinkAja.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis situs
Dompet elektronik
Tersedia dalamIndonesia
PemilikTelkomsel (25%)
Bank Mandiri (20%)
Bank Negara Indonesia (20%)
Bank Rakyat Indonesia (20%)
Bank Tabungan Negara (7%)
Pertamina (7%)
Asuransi Jiwasraya (1%)
Danareksa (1%)
Dibuat olehPT Fintek Karya Nusantara
URLhttps://www.linkaja.id/
KomersialYa
Status saat iniAktif

LinkAja (ditulis sebagai LinkAja!, sebelumnya bernama Telkomsel Cash atau TCASH) adalah layanan keuangan digital dari Telkomsel dan anggota Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa uang elektronik (e-money). TCASH berfungsi layaknya rekening bank yang fleksibel dan tanpa adanya bunga. Layanan yang dicakup oleh TCASH di antaranya adalah transfer ke Bayar dengan TAP, Bayar Beli di HP, belanja Online, dan Berbagi Uang.[1] Program pelayanan ini telah resmi diluncurkan pada tahun 2007.[2] Pada tahun 2015, Telkomsel meluncurkan TCASH TAP, yaitu produk baru dengan stiker dengan teknologi NFC yang memudahkan pembayaran di usahawan fisik dengan hanya menempelkan stiker ke mesin EDC (Electronic Data Capture) yang menerima pembayaran dengan TCASH.

Hingga tahun 2017, TCASH sudah merangkul 10 juta pengguna yang tersebar 34 provinsi di Indonesia, dan terdapat 50 ribu usahawan yang melayani pembayaran dengan TCASH.[2] TCASH juga telah mendapatkan sertifikat dari Bank Indonesia pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis uang elektronik di Indonesia.[2]

Pada tanggal 21 Januari 2019, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) didirikan oleh Telkomsel bersama anggota Badan Usaha Milik Negara lainnya, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Pertamina, Asuransi Jiwasraya dan Danareksa. LinkAja mulai beroperasi pada tanggal 21 Februari 2019 setelah Finarya secara resmi mendapatkan lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Penerbit Uang Elektronik dan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital Badan Hukum, serta menggantikan aplikasi TCASH, Mandiri e-cash, yap! (BNI), UnikQu (BNI), My QR (Bank BRI) dan T-Bank (Bank BRI).[butuh rujukan]

LinkAja secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juni 2019.[3]

Suntikan modal

Pada bulan Juli 2019, Bank Negara Indonesia resmi menyetorkan modal sebesar Rp. 225 miliar ke LinkAja.[4] Bank Mandiri, melalui anak usahanya, Mandiri Capital juga menyetorkan modal sebesar Rp. 300 miliar ke LinkAja.[5]

Lihat juga

Layanan sejenis:

Referensi

  1. ↑ (Inggris) TCASH. "Apa Itu T-Cash?". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-18. Diakses tanggal 2017-12-18.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Teks "archive-url.com/about" diabaikan
  2. 1 2 3 "Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'". CNN Indonesia. 6 Desember 2017.{{cite news}}: Teks "url https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171206113527-213-260452/punya-10-juta-pengguna-t-cash-tak-cuma-sebatas-stiker/" diabaikan
  3. ↑ Laucereno, Sylke (2019-06-29). "LinkAja, Fintech Besutan BUMN Resmi Diluncurkan 30 Juni". detikfinance. Diakses tanggal 2025-01-30.
  4. ↑ Wareza, Monica (2019-08-30). "Terungkap! BNI Sudah Suntik LinkAja Rp 225 M". CNBC Indonesia. cnbcindonesia.com. Diakses tanggal 10 Januari 2020.
  5. ↑ "Setor modal ke LinkAja, Bank Mandiri suntik Mandiri Capital Rp 300 miliar". Kontan.co.id. cnbcindonesia.com. Diakses tanggal 10 Januari 2020.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan