Kamis, 24 September 2026
05:13 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Superbulan

Superbulan

250px-20110319-SupermoonSpokaneWAUSA.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Superbulan yang tampak tanggal 19 Maret 2011

Superbulan adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, superbulan bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.[1]

Fenomena superbulan sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005.[2] Pada 19 Maret 2011,[3] superbulan akan mengalami jarak terdekatnya dalam 18 tahun terakhir, dengan prakiraan jarak sekitar 356.577 kilometer (221.567 mi).[4] Pada 19 Maret, fenomena perigee bulan, yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari, terjadi bersamaan dengan bulan purnama yang muncul tiap 29 hari. Ketika perigee bulan terjadi bersamaan dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama.[5]

Superbulan kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi,[6] gunung meletus, dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya superbulan hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu.[2] Namun, superbulan tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi,[1][7] pengaruh dari fenomena superbulan ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.

Pengaruh fenomena superbulan terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan superbulan, bulan mengalami gempa. Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para astronaut Apollo 11 di bulan.[8]

Istilah superbulan pertama kali dikemukakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979.[9]

Catatan kaki

  1. 1 2 Smith, Yvette. "Goddard's Chief Scientist Talks About the 'Supermoon' Phenomenon". NASA. Diakses tanggal 12-03-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 Radja, Aditia Maruli (ed.). "Tak Perlu Ikut Heboh Internet Soal "Supermoon"". ANTARA News. Diakses tanggal 12-3-2011.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. Ika, Anastasia. "Supermoon Akan Hampiri Bumi pada 19 Maret". Harian Seputar Indonesia. Diakses tanggal 12-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. Wolchover, Natalie. "Will March 19 'Supermoon' Trigger Natural Disasters?". Space.com. Diakses tanggal 12-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. Kristanti, Elin Y. "Supermoon 19 Maret Picu Bencana Besar?". VIVAnews. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-10. Diakses tanggal 12-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. Wijoseno, Gagah. "Gempa Jepang 8,9 SR dan Fenomena Supermoon". detikNews. Diakses tanggal 12-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  7. Mardiana, Erna. "Peneliti Lapan: Supermoon Tak Sebabkan Bencana di Bumi". detikNews. Diakses tanggal 12-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  8. Grush, Loren. "March 19 'Supermoon' May Cause Moonquakes, Scientist Says". Fox News. Diakses tanggal 13-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  9. Campbell, Hank. "Japanese Earthquake Causes 'Supermoon' Concern". Science 2.0. Diakses tanggal 13-3-2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Bulan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan