Minggu, 11 Oktober 2026
20:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Sungkur

Sungkur

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Sekop.
250px-Spade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sungkur kecil untuk tanah liat; yang satu lagi untuk tanah berpasir dan tanah geluh

Sungkur adalah alat yang terutama digunakan untuk menggali, terdiri dari gagang dan bilah yang panjang, biasanya dengan bilah yang lebih sempit dan rata dibandingkan sekop pada umumnya.[1] Sungkur awal dibuat dari kayu yang dibelah atau dari tulang binatang (sering kali tulang belikat ). Setelah seni pengerjaan logam dikembangkan, sungkur dibuat dengan ujung logam yang lebih tajam. Sebelum diperkenalkannya sungkur logam, tenaga kerja manual kurang efisien dalam memindahkan tanah, karena diperlukan beliung untuk memecah tanah selain sungkur untuk memindahkan tanah. Dengan ujung logam, sungkur dapat mematahkan dan menggerakkan tanah dalam banyak situasi, sehingga meningkatkan efisiensi. Sungkur klasik, dengan badan sempit dan ujung rata (atau hampir rata) cocok untuk menggali lubang tiang, dan berbeda dengan tembilang"bulat", yang memiliki badan lebih lebar dan ujung meruncing.

Referensi


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan