Minggu, 18 Oktober 2026
09:38 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sungai Fly

Sungai Fly

salah satu sungai di dunia

Bagikan:
Sungai Fly
250px-Flyriver.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto satelit sungai Fly dari NASA Blue Marble
250px-New_guinea_fly_river.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta aliran Sungai Fly
Sungai Fly di Papua wilayah Indonesia
Sungai Fly
Lokasi di Papua wilayah Indonesia
Tampilkan peta Papua wilayah Indonesia
Sungai Fly di Maluku dan Papua
Sungai Fly
Lokasi di Maluku dan Papua
Tampilkan peta Maluku dan Papua
Lokasi
CountryPapua Nugini, Indonesia
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiPegunungan Star, Papua Nugini
Muara sungai 
 - lokasiTeluk Papua, Papua Nugini
Panjang1.050 km (650 mi)[1]
Debit air 
 - rata-rata7.500 m3/s (260.000 cu ft/s)[1]
Daerah Aliran Sungai
Luas DAS76.000 km2 (29.000 sq mi)[1][2]
Anak sungai 
 - kiriSungai Strickland
 - kananSungai Ok Tedi

Sungai Fly adalah sungai terpanjang kedua di Papua Nugini, mengalir dari Pegunungan Emanuel Victor di dataran tinggi tengah dan mengalir melalui bagian tenggara negara itu ke Teluk Papua. Panjang sungai ini mencapai 1.050 kilometer. Berdasarkan volume debit, sungai Fly adalah sungai terbesar di Asia Tenggara, dan terbesar di dunia tanpa ada satupun bendungan dalam daerah resapannya, dan secara keseluruhan sungai utama terbesar ke-20 di dunia.[1][3]

Hidrologi

250px-Fly_River_Map_1876_NLA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta survei asli yang dibuat oleh L.M. D'Albertis pada tahun 1876

Sungai ini mengalir melalui hutan ngarai di hulunya, sedangkan lembah memperluas dalam perjalanannya lebih rendah, melintasi dataran dan rawa-rawa. Sungai Fly juga merupakan bagian dari perbatasan antara Provinsi Barat dan Provinsi Papua Selatan. Ada satu bagian yang melintas ke bagian barat garis bujur 141° Timur.[4] Untuk mengkompensasi perolehan tanah ini untuk Papua Nugini, batas selatan sungai Fly sedikit ke timur garis bujur 141° Timur, dan karena kesepakatan ini, Indonesia mempunyai hak untuk menggunakan sungai Fly sampai ke muaranya sebagai sarana transportasi.

Anak-anak sungai utama ke sungai Fly adalah Sungai Strickland dan Sungai Ok Tedi.

Dekat muaranya, aliran sungai Fly menemui suatu tidal bore, di mana suatu pasang laut tinggi mendorong air sungai ke arah hulu sampai perubahan pasang surut terjadi. Rentang wilayah tidal bore ini masih belum terdokumentasi.[5] Daerah muara mempunyai lebar 53 kilometer (33 mil).

Sungai ini sering terjadi banjir dan akibatnya tidak ada pemukiman umum dari berbagai ukuran di sekitar sungai ini.

Ekologi

Sungai ini penuh dengan burung dan kehidupan binatang. Sungai ini dinamai berdasarkan nama "HMS Fly", kapal yang digunakan oleh Kapten Blackwood untuk mengeksplorasi muara sungai ini pada tahun 1842.

Referensi

  1. 1 2 3 4 David, Lawrence; Tim, Cansfield-Smith (1990). "Sustainable Development for Traditional Inhabitants of the Torres Strait Region".
  2. ↑ IUCN: The Fly River Catchment - A Regional Environmental Assessment, 1995
  3. ↑ "Fragmentation and Flow Regulation of the World's Major River Systems" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-03-30. Diakses tanggal 2018-12-07.
  4. ↑ Frank Jacobs (Maret 13, 2012). "Who Bit My Border?". The New York Times.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ p.159, Barrie R. Bolton. 2009. The Fly River, Papua New Guinea: Environmental Studies in an Impacted Tropical River System. Elsevier Science. ISBN978-0444529640.

8°30′00″S 143°40′59″E / 8.500°S 143.683°E / -8.500; 143.683

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan