Senin, 26 Oktober 2026
10:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Sungai Baliem

Sungai Baliem

sungai di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan

Bagikan:
Sungai Baliem
250px-Baliem_TerLaag-209-1-106.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sungai Baliem pada 1 Januari 1957
Sungai Baliem di Papua wilayah Indonesia
Sungai Baliem
Lokasi di Papua wilayah Indonesia
Tampilkan peta Papua wilayah Indonesia
Sungai Baliem di Maluku dan Papua
Sungai Baliem
Lokasi di Maluku dan Papua
Tampilkan peta Maluku dan Papua
Lokasi
Country Indonesia
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiDanau Habbema, Indonesia
 - koordinat4°8′14″S 138°39′33″E / 4.13722°S 138.65917°E / -4.13722; 138.65917
 - elevasi3.300 m (10.800 ft)
Muara sungai 
 - lokasiSungai Pulau
 - koordinat5°28′32″S 138°52′56″E / 5.47556°S 138.88222°E / -5.47556; 138.88222
 - elevasi20 m (66 ft)
Panjang70 km (43 mi)
Lebar 
 - minimum15 m (49 ft)
 - maksimum20 m (66 ft)
Kedalaman 
 - minimum06 m (20 ft)
 - maksimum37 m (121 ft)
Daerah Aliran Sungai
Anak sungai 
 - kiriBaliem Barat
 - kananBaliem Timur

Sungai Baliem (Sungai Vriendschaps) adalah sebuah sungai di bagian tengah pulau Papua yang mengalir di wilayah provinsi Papua Pegunungan, Indonesia.[1] Merupakan anak sungai dari Sungai Pulau, yang sebelumnya disebut "Sungai Eilanden".

Hidrologi

Sungai dimulai sebagai "Baliem Timur" (Oost Baliem) di utara Pegunungan Maoke ("Pegunungan Salju") di Danau Habbema di Kabupaten Jayawijaya, di sebelah utara Gunung Trikora. Baliem Timur mengalir ke arah barat dan bersatu dengan "Baliem Barat" (West Baliem) sebelum berbelok ke utara. Setelah mengalir di bawah tanah selama beberapa kilometer melalui sinkhole di daerah geologi batu gamping Karst, sungai itu muncul dan mengalir ke timur laut sampai dekat Tiom di Kabupaten Lanny Jaya. Bagian sungai di sini sebelumnya dikenal sebagai Noordelijke Baliem (Baliem Utara) dalam bahasa Belanda. Setelah mengalir ke timur melintasi Kabupaten Lanny Jaya, Baliem berbelok ke tenggara memasuki Lembah Baliem Besar yang lebar dan datar. Di tengah lembah sungai itu terus mengalir ke tenggara dan bertemu dengan sungai Uwe di kota Wamena. Di selatan Wamena, sungai itu terjun ke arah tenggara melalui ngarai curam dengan banyak jeram dan air terjun, lalu bergabung dengan sungai Mugi dan Kwik. 70 km di sebelah tenggara Wamena, sungai Heluk mengalir ke sungai Baliem dekat desa Holuwon. Dari sini, sungai itu disebut "Sungai Vriendschaps" pada zaman Belanda Nugini, sebelum aliran sungai itu sepenuhnya dieksplorasi.[2]

Di bawah Holuwon, sungai itu meninggalkan kaki perbukitan selatan Maoke atau Pegunungan Jayawijaya dan menjadi sungai yang dikepang menuju ke barat daya melalui hutan hujan dataran rendah selatan Papua (New Guinea). Setelah 100 km, sungai Baliem, sedikit di bagian hulu desa Kaima, mengalir ke Sungai Pulau (sebelumnya "Sungai Eilanden") yang mengalir ke Laut Arafura, sekitar 100 km di barat daya pantai Kasuarina.[3][4]

Ekologi

Sungai yang letaknya di kabupaten Jaya Wijaya, tepatnya lembah Baliem ini memiliki panjang sekitar 60–80 km dengan lebar kira-kira 15–20 km. Sungai yang mengalir di lembah Baliem ini pun melewati kota Wamena. Suhu air sungai Baliem tergolong dingin, berkisar 14 hingga 18 °C. Tingkat keasaman sungai Baliem berkisar antara 6,8-7,5. Kadar oksigen 4,1-4,3 mg/L. Kecepatan arus 0,09-0,92 m/det. Kecerahan 17–160 cm. Kedalaman 0,60-3,7 m.[5]

Kadar keasaman air di sungai Baliem masih tergolong bagus bagi pertumbuhan organisme yang hidup di air, misalnya ikan. Di sungai Baliem juga ditemukan sejenis hewan yang mempunyai nilai adat yang tinggi bagi masyarakat sekitar, sama tinggi nilainya dengan ubi (hipiri) dan babi (wam). Hewan ini sejenis Cherax spp dan suka di lumpur. Pada malam hari hewan tersebut akan muncul dan bermigrasi ke pinggir sungai, sedangkan paginya kembali ke perairan sungai yang dalam. Di tepian sungai Baliem juga terdapat rawa-rawa, daerah yang rawan terhadap banjir dan biasa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk melepas ternak babi mereka. Daerah sekitar aliran sungai memiliki potensi berupa pariwisata, perkebunan, dan pertanian.[5]

Geografi

Sungai ini mengalir di wilayah selatan pulau Papua yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 21 °C. Bulan terpanas adalah Maret, dengan suhu rata-rata 22 °C, and terdingin Juli, sekitar 18 °C.[7] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 6.222 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Mei, dengan rata-rata 708 mm, dan yang terendah Januari, rata-rata 348 mm.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  2. ↑ "1916 Netherlands New Guinea Map". G. Kolff & Co.
  3. ↑ The Dugum Dani: A Papuan Culture in the Highlands of West New Guinea, By Karl G. Heider
  4. ↑ https://nl.wikipedia.org/wiki/Baliem
  5. 1 2 8 Sungai yang terdapat di Papua. Ilmu Geografi.com
  6. ↑ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11. doi:10.5194/hess-11-1633-2007.{{cite journal}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. ↑ "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 Januari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-10. Diakses tanggal 2018-12-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 Januari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2018-12-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan