| Summarecon Kelapa Gading | |
|---|---|
Summarecon Kelapa Gading pada tahun 2025 | |
| Nama lain | Kelapa Gading Permai KG |
| Lokasi | Kelapa Gading, Jakarta Utara |
| Peletakan batu pertama | 1975 |
| Situs resmi | www.summareconkelapagading.com |
| Perusahaan | |
| Pengembang | Summarecon Agung (PT Summarecon Agung Tbk) |
| Rincian teknis | |
| Ukuran lahan | 550 ha |
Summarecon Kelapa Gading atau Kelapa Gading Permai adalah suatu kota terpadu yang berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara seluas 550 hektar yang dikembangkan oleh Summarecon Agung pada tahun 1975. Kota ini adalah kawasan terawal yang dikembangkan oleh Summarecon Agung dan berkembang menjadi kawasan kelas menengah ke atas dengan pengembangan apartemen, ruko dan kawasan komersial sejak pertama kali didirikan sebagai perumahan dengan lahan seluas 10 hektar.[1]
Kini, kawasan Summarecon Kelapa Gading menjadi kawasan yang berkembang pesat dan memiliki banyak potensi ekonomi dengan didirikannya banyak pusat perbelanjaan, perkantoran yang menciptakan persaingan bisnis serta memberi tantangan tertentu dalam tata kota, jumlah penduduk dan infrastuktur.[2]
Sejarah
Sejak pertengahan tahun 1970, PT Summarecon Agung Tbk mulai memasuki daerah ini dan membangunnya.[3] Kawasan Kelapa Gading pertama kali dibangun diatas sawah dan rawa yang banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa kuning gading.[4] Kawasan yang ini dibangun melalui modifikasi rawa dengan pemanfaatan fasilitas jalan raya yang saat itu dibangun oleh pemerintah setempat. Area bekas rawa dan sawah tersebut dijadikan akses jalan dan tanah kavling yang mendorong perkembangan kawasan tersebut.[5][6]
Kawasan Kelapa Gading sukses menjadi perumahan elit keluarga berpenghasilan menengah dan tinggi dengan fasilitas berkualitas tinggi, seperti lapangan golf modern, serta fasilitas masyarakat umum yang mencakup pasar, sekolah, pusat komersial dan makanan, serta pusat olahraga.
Selanjutnya, pada tahun 1984, perusahaan membuka Kelapa Gading Permai Sports Club atau yang dikenal sebagai Klub Kelapa Gading. Lalu pada 1990, Mal Kelapa Gading fase 1 dibuka. Setelah itu, Kelapa Gading terus berkembang seperti yang ada saat ini.
Fasilitas
- Jalan Utama
- Pusat Perbelanjaan
- Pendidikan
- SD, SMP, SMA Don Bosco Kelapa Gading
- SD, SMP, SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading (Yayasan Pendidikan Al-Azhar)
- Olahraga
Transportasi umum
Angkutan berbasis rel
- LRT Jakarta: Jalur
Pegangsaan Dua-Velodrome
Angkutan darat
- Bus kota
- 12P TransJakarta non-BRT jurusan Jakarta International Stadium-Stasiun LRT Pegangsaan Dua
- Mikrotrans
- JAK 24 jurusan Pulo Gadung-Senen (via Kelapa Gading)
- JAK 59 jurusan Terminal Rawamangun-Kelapa Gading Barat (via Boulevard Kelapa Gading)
- JAK 60 jurusan Rusun Kemayoran-Stasiun LRT Pegangsaan Dua (via Boulevard Barat Kelapa Gading)
- JAK 61 jurusan Cempaka Mas-Pulo Gadung (via Kelapa Gading)
- JAK 87 jurusan Rawamangun-Tanjung Priok
- JAK 112 jurusan Pulo Gadung-Tanah Merah (via Boulevard Kelapa Gading)
- JAK 115 jurusan Tanjung Priok-Pegangsaan Dua IGI
Bus Bandara Soekarno-Hatta
- Perum PPD JA Connexion Mal Kelapa Gading-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (via Boulevard Artha Gading)
Bus Pengumpan Perumahan
- JR Connexion Summarecon Agung: Mal Kelapa Gading-Summarecon Mall Serpong
Lihat juga
Referensi
- ↑ "Profil Summarecon Kelapa Gading". www.summareconkelapagading.com. Diakses tanggal 2026-08-21.
- ↑ Aziedan, Ahmad Ariq. "Perekomomian Daerah Kelapa Gading: Potensi dan Tantangan". Kompasiana.com. Diakses tanggal 2026-08-21.
- ↑ "Profil Summarecon Kelapa Gading". www.summareconkelapagading.com. Diakses tanggal 2026-08-21.
- ↑ "SEJARAH PERKEMBANGAN KELAPA GADING". gadinggov.com. Diakses tanggal 2026-08-21.
- ↑ Brilian, Almadinah Putri. "Sejarah Kelapa Gading, Dulu Bekas Rawa Kini Jadi Kawasan Elit Jakarta". Detik.com. Diakses tanggal 2026-08-21.
- ↑ "Sejarah Kelapa Gading Jadi Pusat Properti Elit dan Destinasi Kulineran". Detik.com. Diakses tanggal 2026-08-21.
{{cite web}}:|first=tidak memiliki|last=; Parameter tidak dikenal|la st=diabaikan
| Kota mandiri | |
|---|---|
| Pusat perbelanjaan | |