Jumat, 23 Oktober 2026
16:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Streptomyces griseus

Streptomyces griseus

Bagikan:
Streptomyces griseus
250px-Streptomyces_griseus_on_chocolate_agar_%28Espinoza_2022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koloni Streptomyces griseus pada agar cokelat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Bacteria
Kerajaan: Bacillati
Filum: Actinomycetota
Kelas: Actinomycetes
Ordo: Streptomycetales
Famili: Streptomycetaceae
Genus: Streptomyces
Spesies:
S. griseus
Nama binomial
Streptomyces griseus
(Krainsky 1914)
Waksman dan Henrici 1948
Sinonim
  • "Actinomyces acrimycini" Preobrazhenskaya et al. 1957
  • "Actinomyces fimicarius" Duché 1934
  • "Actinomyces globisporus subsp. flavofuscus" Kudrina 1957
  • "Actinomyces griseus" Krainsky 1914
  • "Actinomyces setonii" Millard and Burr 1926
  • Streptomyces acrimycini (Preobrazhenskaya et al. 1957) Pridham et al. 1958 (Approved Lists 1980)
  • Streptomyces argenteolus Tresner et al. 1961 (Approved Lists 1980)
  • Streptomyces baarnensis Pridham et al. 1958 (Approved Lists 1980)
  • Streptomyces caviscabies Goyer et al. 1996
  • Streptomyces erumpens Calot and Cercós 1963 (Approved Lists 1980)
  • Streptomyces fimicarius (Duché 1934) Waksman and Henrici 1948 (Approved Lists 1980)
  • Streptomyces flavofuscus (Kudrina 1957) Preobrazhenskaya 1986
  • Streptomyces globisporus subsp. flavofuscus (Kudrina 1957) Pridham et al. 1958 (Approved Lists 1980)
  • Streptomyces setonii (Millard and Burr 1926) Waksman 1953 (Approved Lists 1980)

Streptomyces griseus adalah spesies bakteri dalam genus Streptomyces yang umum ditemukan di tanah. Beberapa galurnya juga telah dilaporkan dari sedimen laut dalam. Bakteri ini termasuk Gram-positif dengan kandungan GC yang tinggi. Bersama dengan sebagian besar Streptomyces lainnya, galur Streptomyces griseus dikenal sebagai penghasil antibiotik dan metabolit sekunder penting secara komersial lainnya. Galur ini dikenal sebagai penghasil 32 jenis struktur senyawa bioaktif yang berbeda. Streptomisin, antibiotik pertama yang pernah dilaporkan dari bakteri, berasal dari galur Streptomyces griseus. Baru-baru ini, pengurutan keseluruhan genom salah satu galurnya telah selesai.

Sejarah taksonomi Streptomyces griseus dan galur yang terkait secara filogenetik telah bergejolak. Streptomyces griseus pertama kali dideskripsikan pada tahun 1914 oleh Krainsky, yang menyebut spesies ini dengan Actinomyces griseus.[1] Nama tersebut diubah pada tahun 1948 oleh Waksman dan Henrici menjadi Streptomyces griseus. Ketertarikan pada galur ini berasal dari kemampuannya untuk menghasilkan streptomisin, suatu senyawa yang menunjukkan aktivitas bakterisida yang signifikan terhadap organisme seperti Yersinia pestis (penyebab pes) dan Mycobacterium tuberculosis (penyebab tuberkulosis). Streptomisin ditemukan di laboratorium Selman A. Waksman; meskipun mahasiswa PhD-nya, yakni Albert Schatz, mungkin melakukan sebagian besar pekerjaan pada galur bakteri ini dan antibiotik yang mereka hasilkan.[2]

Taksonomi

Artikel utama: Streptomyces

Streptomyces adalah genus terbesar dari Actinomycetota dan merupakan genus tipe dari famili Streptomycetaceae. Bakteri ini termasuk bakteri Gram-positif dengan kandungan GC yang tinggi[3] dan dicirikan oleh metabolisme sekunder yang kompleks.[4] Mereka menghasilkan lebih dari dua pertiga antibiotik yang bermanfaat secara klinis yang berasal dari alam.[5] Streptomycetes ditemukan terutama di tanah dan di vegetasi yang membusuk, dan sebagian besar menghasilkan spora. Streptomycetes terkenal karena baunya yang khas "seperti tanah" yang dihasilkan dari produksi metabolit volatil, yakni geosmin.[4]

Seperti streptomycetes lainnya, Streptomyces griseus memiliki kandungan GC yang tinggi dalam genomnya,[6] dengan rata-rata 72,2%.[7] Spesies ini pertama kali diklasifikasikan dalam genus Streptomyces oleh Waksman dan Henrici pada tahun 1948.[8] Taksonomi Streptomyces griseus dan galur yang terkait secara evolusioner telah menjadi sumber kebingungan yang cukup besar bagi ahli sistematika mikroba. Data urutan gen 16S rRNA telah digunakan untuk mengenali galur yang terkait, dan disebut "klad gen 16S rRNA Streptomyces griseus".[9] Galur dari klad ini memiliki sifat fenotipik yang homogen[10] tetapi menunjukkan heterogenitas genotipik yang substansial berdasarkan data genomika.[11] Beberapa upaya masih dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini menggunakan teknik seperti homologi DNA:DNA[9] dan penentuan tipe sekuens multilokus.[12][13] Sekuens genom lengkap dilakukan pada galur IFO 13350 dari Streptomyces griseus.[7]

Fisiologi dan morfologi

Streptomyces griseus dan galur terkaitnya baru-baru ini terbukti bersifat alkalifilik, yaitu mereka tumbuh paling baik pada nilai pH alkali. Meskipun organisme ini tumbuh dalam rentang pH yang luas (dari 5 hingga 11), mereka menunjukkan pertumbuhan optimal pada pH 9.[8] Mereka menghasilkan massa spora abu-abu dan pigmen balik abu-abu kekuningan ketika tumbuh sebagai koloni.[9] Spora memiliki permukaan yang halus dan tersusun sebagai rantai lurus.[14]

Ekologi

Galur Streptomyces griseus telah diisolasi dari berbagai ekologi, termasuk tempat pembuangan sampah baja,[15] rizosfer,[16] sedimen laut dalam,[17] dan sistem pasir pantai dan bukit pasir.[8] Studi terbaru menunjukkan bahwa galur Streptomyces griseus mungkin mengalami evolusi spesifik ekologi, yang menimbulkan variasi genetik dengan ekologi spesifik, yang disebut "ekovar".[12]

Produksi antibiotik

Ketertarikan pada genus Streptomyces untuk antibiotik muncul setelah penemuan antibiotik streptomisin pada galur Streptomyces griseus pada tahun 1943.[18] Penemuan streptomisin, suatu antibiotik antituberkulosis, membuat Selman Waksman mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1952.[19] Penghargaan tersebut tidak lepas dari kontroversi, karena tidak memasukkan nominasi Albert Schatz, yang sekarang diakui sebagai salah satu penemu utama streptomisin.[2][20][21] Galur spesies ini sekarang diketahui kaya akan antibiotik dan menghasilkan 32 jenis struktur metabolit sekunder yang signifikan secara komersial.[22][23] Lebih lanjut, studi genomik telah mengungkapkan bahwa satu galur Streptomyces griseus IFO 13350 memiliki kapasitas untuk menghasilkan 34 metabolit sekunder yang berbeda.[24]

Etimologi

Pada tahun 1943, Albert Schatz, seorang mahasiswa PhD yang bekerja di laboratorium Selman Waksman, telah mengisolasi streptomisin dari Streptomyces griseus. Nama ilmiahnya berasal dari kata Yunani strepto- yang berarti "berpilin" + mykēs yang berarti "fungi", dan kata Latin griseus yang berarti "abu-abu".[25]

Mikroba resmi negara bagian New Jersey

Streptomyces griseus ditetapkan sebagai mikroba resmi negara bagian New Jersey dalam undang-undang yang diajukan oleh Senator Sam Thompson (R-12) pada Mei 2017 dan Anggota Majelis Annette Quijano (D-20) pada Juni 2017.[26][27]

Organisme ini dipilih karena merupakan spesies asli New Jersey yang memberikan kontribusi unik bagi perawatan kesehatan dan penelitian ilmiah di seluruh dunia. Galur Streptomyces griseus yang menghasilkan antibiotik streptomisin ditemukan di New Jersey, di "tanah ladang yang banyak diberi pupuk" dari Stasiun Eksperimen Pertanian New Jersey oleh Albert Schatz pada tahun 1943.[28] Streptomisin penting karena merupakan antibiotik signifikan pertama yang ditemukan setelah penisilin, antibiotik sistemik pertama yang ditemukan di Amerika, antibiotik pertama yang aktif melawan tuberkulosis, dan pengobatan lini pertama untuk pes. Selain itu, New Jersey adalah tempat tinggal Selman Waksman, yang dianugerahi Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran atas studi sistematisnya tentang produksi antibiotik oleh Streptomyces griseus dan mikroba tanah lainnya.[29]

RUU, S1729, ditandatangani menjadi undang-undang oleh Gubernur NJ Phil Murphy pada Mei 2019.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Krainsky, A (1914). "Die Aktinomyceten und ihren Bedeutung in der Natur". Zentralbl Bakteriol Parasitenkd Infektionskr Hyg Abt II (dalam bahasa Jerman). 41: 649–688.
  2. 1 2 Wainwright, M. (1991). "Streptomycin: discovery and resultant controversy". Journal of the History and Philosophy of the Life Sciences. 13 (1): 97–124. PMID 1882032.
  3. ↑ Kämpfer P (2006). "The Family Streptomycetaceae, Part I: Taxonomy". Dalam Dworkin, M; et al. (ed.). The prokaryotes: a handbook on the biology of bacteria. Berlin: Springer. hlm. 538–604. ISBN 0-387-25493-5.
  4. 1 2 Madigan M, Martinko J, ed. (2005). Brock Biology of Microorganisms (Edisi 11th). Prentice Hall. ISBN 0-13-144329-1.[halaman dibutuhkan]
  5. ↑ Kieser T, Bibb MJ, Buttner MJ, Chater KF, Hopwood DA (2000). Practical Streptomyces Genetics (Edisi 2nd). Norwich, England: John Innes Foundation. ISBN 0-7084-0623-8.[halaman dibutuhkan]
  6. ↑ Paulsen, I.T. (1996). "Carbon metabolism and its regulation in Streptomyces and other high GC Gram-positive bacteria". Research in Microbiology. 147 (6–7): 535–41. doi:10.1016/0923-2508(96)84009-5. PMID 9084767.
  7. 1 2 "Streptomyces griseus IFO 13350 Genome". Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 2 Desember 2008.
  8. 1 2 3 Antony-Babu, Sanjay; Goodfellow, Michael (2008). "Biosystematics of alkaliphilic streptomycetes isolated from seven locations across a beach and dune sand system". Antonie van Leeuwenhoek. 94 (4): 581–91. doi:10.1007/s10482-008-9277-4. PMID 18777141.
  9. 1 2 3 Liu, Zhiheng; Shi, Yanlin; Zhang, Yamei; Zhou, Zhihong; Lu, Zhitang; Li, Wei; Huang, Ying; Rodríguez, Carlos; Goodfellow, Michael (2005). "Classification of Streptomyces griseus (Krainsky 1914) Waksman and Henrici 1948 and related species and the transfer of 'Microstreptospora cinerea' to the genus Streptomyces as Streptomyces yanii sp. nov". International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology. 55 (4): 1605–10. doi:10.1099/ijs.0.63654-0. PMID 16014489.
  10. ↑ Lanoot, Benjamin; Vancanneyt, Marc; Hoste, Bart; Vandemeulebroecke, Katrien; Cnockaert, Margo C.; Dawyndt, Peter; Liu, Zhiheng; Huang, Ying; Swings, Jean (2005). "Grouping of streptomycetes using 16S-ITS RFLP fingerprinting". Research in Microbiology. 156 (5–6): 755–62. doi:10.1016/j.resmic.2005.01.017. PMID 15950131.
  11. ↑ Lanoot, Benjamin; Vancanneyt, Marc; Dawyndt, Peter; Cnockaert, Margo; Zhang, Jianli; Huang, Ying; Liu, Zhiheng; Swings, Jean (2004). "BOX-PCR Fingerprinting as a Powerful Tool to Reveal Synonymous Names in the Genus Streptomyces. Emended Descriptions are Proposed for the Species Streptomyces cinereorectus, S. Fradiae, S. Tricolor, S. Colombiensis, S. Filamentosus, S. Vinaceus and S. Phaeopurpureus". Systematic and Applied Microbiology. 27 (1): 84–92. Bibcode:2004SyApM..27...84L. doi:10.1078/0723-2020-00257. PMID 15053325.
  12. 1 2 Antony-Babu, Sanjay; Stach, James E. M.; Goodfellow, Michael (2008). "Genetic and phenotypic evidence for Streptomyces griseus ecovars isolated from a beach and dune sand system". Antonie van Leeuwenhoek. 94 (1): 63–74. doi:10.1007/s10482-008-9246-y. PMID 18491216.
  13. ↑ Guo, Yinping; Zheng, Wen; Rong, Xiaoying; Huang, Ying (2008). "A multilocus phylogeny of the Streptomyces griseus 16S rRNA gene clade: Use of multilocus sequence analysis for streptomycete systematics". International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology. 58 (1): 149–59. doi:10.1099/ijs.0.65224-0. PMID 18175701.
  14. ↑ Amano, S; S. Miyadoh; T. Shomura. "Streptomyces griseus M-1027". Digital Atlas of Actinomycetes. Diakses tanggal 2 Desember 2008.
  15. ↑ Graf, Ellen; Schneider, Kathrin; Nicholson, Graeme; Ströbele, Markus; Jones, Amanda L; Goodfellow, Michael; Beil, Winfried; s¨Ssmuth, Roderich D; Fiedler, Hans-Peter (2007). "Elloxazinones a and B, New Aminophenoxazinones from Streptomyces griseus Acta 2871†". The Journal of Antibiotics. 60 (4): 277–84. doi:10.1038/ja.2007.35. PMID 17456980.
  16. ↑ Goodfellow, M; Williams, S T (1983). "Ecology of Actinomycetes". Annual Review of Microbiology. 37: 189–216. doi:10.1146/annurev.mi.37.100183.001201. PMID 6357051.
  17. ↑ Pathom-Aree, Wasu; Stach, James E. M.; Ward, Alan C.; Horikoshi, Koki; Bull, Alan T.; Goodfellow, Michael (2006). "Diversity of actinomycetes isolated from Challenger Deep sediment (10,898 m) from the Mariana Trench". Extremophiles. 10 (3): 181–9. doi:10.1007/s00792-005-0482-z. PMID 16538400.
  18. ↑ Newman, David J.; Cragg, Gordon M.; Snader, Kenneth M. (2000). "The influence of natural products upon drug discovery (Antiquity to late 1999)". Natural Product Reports. 17 (3): 215–34. doi:10.1039/a902202c. PMID 10888010.
  19. ↑ Wallgren, A. "Presentation Speech: The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1952". Nobel Prize Foundation. Diakses tanggal 2 Desember 2008.
  20. ↑ Wainwright, M. (1990). Miracle Cure: The Story of Penicillin and the Golden Age of Antibiotics. Blackwell. ISBN 9780631164920. Diakses tanggal 29 Desember 2014.
  21. ↑ Pringle, Peter (2012). Experiment Eleven: Dark Secrets Behind the Discovery of a Wonder Drug. New York: Walker & Company. ISBN 978-1620401989.
  22. ↑ Strohl, William R (2004). "Antimicrobials". Dalam Bull, Alan (ed.). Microbial diversity and bioprospecting. ASM publishers. hlm. 136–155. ISBN 1-55581-267-8.
  23. ↑ Zhang, Lixin (2005). "Integrated Approaches for Discovering Novel Drugs From Microbial Natural Products". Dalam Zhang, Lixin (ed.). Natural products drug discovery and therapeutic medicine. Humana Press. hlm. 33–55. doi:10.1007/978-1-59259-976-9_2. ISBN 978-1-58829-383-1.
  24. ↑ Ohnishi, Yasuo; Ishikawa, Jun; Hara, Hirofumi; Suzuki, Hirokazu; Ikenoya, Miwa; Ikeda, Haruo; Yamashita, Atsushi; Hattori, Masahira; Horinouchi, Sueharu (2008). "Genome Sequence of the Streptomycin-Producing Microorganism Streptomyces griseus IFO 13350". Journal of Bacteriology. 190 (11): 4050–60. doi:10.1128/JB.00204-08. PMC 2395044. PMID 18375553.
  25. ↑ Henry, Ronnie (Maret 2019). "Etymologia: Streptomycin". Emerg Infect Dis. 25 (3): 450. doi:10.3201/eid2503.et2503. PMC 6390759. Diakses tanggal 17 Oktober 2021. Citing public domain text from the CDC.
  26. ↑ "New Jersey S3190 | 2016-2017 | Regular Session". LegiScan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 16 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "New Jersey A4900 | 2016-2017 | Regular Session". LegiScan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 16 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Schatz A, Bugie E, Waksman SE (1944). "Streptomycin, a Substance Exhibiting Antibiotic Activity Against Gram-Positive and Gram-Negative Bacteria". Proceedings of the Society for Experimental Biology and Medicine. 55: 66–69. doi:10.3181/00379727-55-14461.
  29. ↑ "The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1952". www.nobelprize.org. Diakses tanggal 16 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan