Sabtu, 03 Oktober 2026
22:46 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Stasiun Sumlaran

Stasiun Sumlaran

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Sumlaran
60px-Logo_PT_KAI_%28Persero%29_%28New_version_2016%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sumlaran
+3 m
330px-Stasiun_Sumlaran_1001.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Sumlaran semasa masih aktif, 2010
Lokasi
Koordinat 7°5′50″S 112°19′22″E / 7.09722°S 112.32278°E / -7.09722; 112.32278
Ketinggian+3 m
Operator
Letak
Jumlah jalur2
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1900;126 tahun lalu (1900)
Ditutup20 November 2016;9 tahun lalu (2016-11-20)
Fasilitas dan teknis
Jenis persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Pucuk
Eks bangunan stasiun
(kini Kantor Resor Jalan Rel)
ke Surabayan
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.0972222222222,112.32277777778,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Sumlaran&revid=29944011&groups=_ddf137bc8c4a973230e2fee8648b2a25682cdc06&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Sumlaran (SLR) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di Sukodadi, Sukodadi, Lamongan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Nama stasiun ini berasal dari nama lama Desa Sukodadi sebelum diubah menjadi namanya yang sekarang.

Stasiun yang hanya memiliki dua jalur kereta api ini awalnya beroperasi menggunakan sistem persinyalan mekanik dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas Babat-Kandangan resmi dioperasikan mulai awal Mei 2014,[3] jalur 2 juga dijadikan sebagai sepur lurus sehingga stasiun ini menjadi tidak memiliki sepur belok sama sekali. Semua wesel dan perangkat persinyalannya sudah dibongkar.

Kereta api yang terakhir berhenti untuk melayani penumpang di stasiun ini adalah KA Lokal Surabaya-Babat-Bojonegoro. Sejak 1 April 2015 sudah tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini. Mulai 20 November 2016 stasiun ini dinonaktifkan dan digantikan dengan stasiun baru, yaitu Stasiun Surabayan yang berjarak ±4 km ke arah timur. Alasannya, lahan yang ada di area emplasemen Stasiun Sumlaran sangat sempit untuk penambahan jalur rel baru terkait pembangunan jalur ganda lintas utara. Di samping stasiun ini terdapat gardu pengendali sinyal blok intermediet.[4]

Bangunan lama stasiun ini akhirnya dibongkar total pada tahun 2018 dan kini bekas bangunannya digantikan dengan bangunan baru yang difungsikan sebagai kantor Resor Jalan Rel 8.5.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Ritonga, Efri NP, ed. (2014-05-09). "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-04-19.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
  4. ↑ "PT KAI Manjakan Masyarakat, Stasiun Surabayan Siap Beroprasi". Brata Pos. 21 November 2016. Diakses tanggal 1 Agustus 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pucuk
menuju Gundih
Gundih–Surabaya Pasarturi Surabayan


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan