Senin, 12 Oktober 2026
09:00 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km
Stasiun Bedono

Stasiun Bedono

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Bedono
Bedono+711 m
330px-Stasiun_Bedono.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak samping Stasiun Bedono dengan papan nama stasiun beserta relnya
Lokasi
Koordinat 7°18′32.954″S 110°21′10.699″E / 7.30915389°S 110.35297194°E / -7.30915389; 110.35297194
Ketinggian+711 m
Operator
Letak
km 74+330 lintas Yogyakarta–Magelang Kota–Ambarawa[1]
Jumlah peronSatu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama rendah
Jumlah jalur3
  • jalur 2: sepur lurus
  • jalur 3: sepur badug terhubung dengan pemutar rel di tengahnya
LayananKereta wisata Ambarawa–Bedono
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1905
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Wisata warisan sejarah Stasiun berikutnya
Jambu
menuju Ambarawa
Ambarawa Mountain Railway Tour Terminus
Diagram lintasan stasiun
ke Gemawang
Pemutar rel
Batas Rel gerigi
ke Jambu
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.3091538888889,110.35297194444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Bedono&revid=29798461&groups=_263ba389a558166dec7c88010220d3844957ea65&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Bedono (BDN) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bedono, Jambu, Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +711 meter ini untuk sementara waktu merupakan stasiun aktif yang letaknya paling selatan di Daerah Operasi IV Semarang dan Kabupaten Semarang sekaligus yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daop IV. Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus dan jalur 3 yang menyambung dengan pemutar rel, tetapi sudah tak pernah dipakai lagi.

Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun bersama dengan pembangunan jalur kereta api Secang-Kedungjati. Jalur ini merupakan jalur kereta api pegunungan, menggunakan rel gigi, menghubungkan kawasan strategis militer Hindia Belanda di Kota Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas tentara KNIL di kawasan tersebut. Pada tanggal 1 Februari 1905, jalur segmen ini telah selesai dibangun.[3]

Pada tahun 1976, jalur kereta api ini resmi ditutup, tetapi untuk mendukung operasi Museum Kereta Api Ambarawa, maka jalur hanya dipertahankan sampai stasiun ini.

Kini, bekas stasiun Bedono dijadikan sebagai kedai kopi bernuansa sejarah perkeretaapian, yang telah beroperasi sejak 29 Mei 2026.[4]

Layanan

Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu kereta wisata Ambarawa–Bedono yang ditarik lokomotif uap dan hanya dijalankan dalam format sewa mengingat usia lokomotif yang tidak memungkinkan untuk dijalankan reguler. Di stasiun ini, lokomotif uap mengisi air terlebih dahulu sebelum menarik kembali kereta api menuju ke Museum Kereta Api Ambarawa.[5][6]

Mulai 16 Februari 2026, emplasemen Stasiun Bedono dibuka untuk pasar organik setiap hari Senin pukul 08.00 WIB yang menyediakan produk-produk organik dari petani lokal, kelas yoga pagi, hingga penampilan dari seniman lokal. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan aset stasiun sekaligus memberdayakan ekonomi lokal dan masyarakat sekitar.[7]

Galeri

  • Stasiun Bedono, Agustus 1972
    Stasiun Bedono, Agustus 1972
  • Stasiun Bedono tampak depan, 2019
    Stasiun Bedono tampak depan, 2019

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  4. ↑ "Stasiun Bedono Disulap Jadi Tempat Ngopi, Bangunan Bersejarah Perkeretaapian Kembali Hidup". Suara Merdeka. 31 Mei 2026. Diakses tanggal 1 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Asdhiana, I Made, ed. (2016-12-19). "Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-04.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  6. ↑ Utami, Puji (2017-01-23). "Ini tarif sewa kereta api wisata di Ambarawa". Merdeka.com. Jawa Tengah: Kapan Lagi Youniverse. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-04. Diakses tanggal 2018-08-04.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  7. ↑ "Senin jadi lebih bermakna". Instagram. Museum Kereta Api Ambarawa. 2026-02-14. Diakses tanggal 2026-05-09.

Pranala luar

(Indonesia) Jalur Kereta Api Mati, Potensi Wisata Baru Diarsipkan 2015-04-03 di Wayback Machine

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Jambu
menuju Kedungjati
Kedungjati–Secang Gemawang
menuju Secang


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Tengah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan