Rabu, 14 Oktober 2026
03:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Stasiun Tempel

Stasiun Tempel

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Tempel
Tempel
330px-Stasiun_Tempel_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bekas Stasiun Tempel, 2021
Lokasi
Koordinat 7°38′47.810″S 110°19′23.819″E / 7.64661389°S 110.32328306°E / -7.64661389; 110.32328306
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
Dibuka1 Juli 1898
Ditutup5 Maret 1975
Nama resmi
  • Bekas Stasiun Tempel
  • Bekas Gudang Stasiun Tempel
JenisBangunan
KriteriaKabupaten
Ditetapkan9 Januari 2018
No. referensiCB.6060.19700101.00860
CB.6060.19700101.00859
Nomor SK5.9/Kep.KDH/A/2018
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.6466138888889,110.32328305556,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Tempel&revid=29590803&groups=_fc23eb7fafcd9c7918992795cec6b4f33f0685ff&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Tempel (TPL) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta. Stasiun ini terletak tidak jauh dari Jembatan Krasak yang menjadi tapal batas antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta; juga berdekatan dengan Pasar Tempel.

Stasiun ini dahulu dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api Yogyakarta–Magelang oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang dibuka pada tanggal 1 Juli 1898.[3] Bangunan stasiun ini kemudian dirombak dengan arsitektur bergaya 1950-an, dari yang semula semipermanen. Namun jalur dan semua stasiun di lintas ini dinonaktifkan menyusul letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin pada November 1974 serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975.[4][5] Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.[6]

Namun ada sisa-sisa bagian stasiun yang masih asli, yaitu lantainya yang persegi dengan warna dasar agak kekuningan. Sisa rel dan wesel juga masih dapat dilihat di dekat gudang. Besi-besi tua yang ada di situ mirip dengan yang ada di Stasiun Palbapang. Beberapa rumah dinas PJKA juga ditemui di sekitar stasiun ini. Asetnya masih dikuasai oleh PT KAI.[7][8]

Di ujung utara stasiun ini ada Jembatan Krasak. Jembatan Krasak pernah terkena banjir lahar Gunung Merapi pada awal tahun 1975 sehingga membuat jembatan itu ambruk ke sungai. Gara-gara jembatan ini ambruk, KA dari Stasiun Yogyakarta hanya sampai Tempel, dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Magelang. Jembatan ini adalah pembatas Daerah Istimewa Yogyakarta dan provinsi Jawa Tengah.[9] Namun sayangnya, stasiun ini kini telah berubah menjadi sekolah TK (Taman Kanak-Kanak).

Galeri

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  4. ↑ "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-05. Diakses tanggal 2018-10-18.
  5. ↑ "Lahar, Lindu, Longsor, dan Lainnya Itu..." Tempo. 5: 45–48.
  6. ↑ Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  7. ↑ "Bekas Stasiun Tempel Sleman, Kini Berfungsi Menjadi Taman Kanak-Kanak | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-19. Diakses tanggal 2018-10-19.
  8. ↑ Kurniawan, Hendy (2014-02-04). "Bekas Jalur Rel Kereta Api Yogya-Magelang Mayoritas Disewa Penduduk". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-10-19.
  9. ↑ Kurniawan, Hendy (2014-02-05). "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-10-18.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Semen
menuju Secang
Secang–Yogyakarta Ngebong
menuju Yogyakarta
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Yogyakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan