Senin, 19 Oktober 2026
22:44 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Stasiun Palbapang

Stasiun Palbapang

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Palbapang
Palbapang
330px-Bekas_Stasiun_Palbapang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eks-stasiun Palbapang. Tampak papan nama bertuliskan "Terminal Palbapang."
Lokasi
Koordinat 7°54′18.6844″S 110°19′10.5989″E / 7.905190111°S 110.319610806°E / -7.905190111; 110.319610806
Operator
Letak
km 14+599 lintas Yogyakarta-Palbapang-Sewugalur[1]
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
Dibuka21 Mei 1895
Ditutup1977
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.9051901111111,110.31961080556,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Palbapang&revid=29367901&groups=_43b16177ccbfdf586d9945e95838fbc81fea2024&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Palbapang (PLP) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Palbapang, Bantul, Bantul. Stasiun ini secara de facto termasuk Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta, tetapi tanah tempat stasiun ini berada kini menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bantul. Stasiun ini merupakan stasiun yang lokasinya paling selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Stasiun ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api lintas Yogyakarta–Srandakan–Sewugalur.[3] Stasiun ini dibuka pada tanggal 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta–Srandakan.[4]

Stasiun ini sempat diganti arsitekturnya menjadi bergaya 1950-an. Stasiun ini dulu ditutup sejak tahun 1976–1977 karena kebocoran pendapatan PJKA, banyaknya penumpang gelap, kekurangan biaya perawatan prasarana, jalan raya diperlebar, dan mobil makin banyak. Sisa jalur ini, yakni jalur cabang menuju Pabrik Gula Madukismo, masih aktif hingga pertengahan dekade 1980-an. Pada akhir 1978, dilaporkan bahwa Stasiun Palbapang sudah sejak setahun terakhir tidak melayani keberangkatan kereta api penumpang, tetapi masih menjual tiket untuk kereta api antarkota.[5]

Stasiun ini dahulu mempunyai kelanjutan menuju Sewugalur yang juga dibuka pada tahun 1895, sedangkan jalur menuju Sewugalur sendiri dibuka pada tahun 1916.[4] Jalur ini unik karena jalur ini merupakan salah satu dari beberapa jalur KA di Indonesia yang dahulu memakai sepur 1.435 mm.[6] Sayangnya kelanjutan jalur ini dibongkar oleh pekerja romusa Jepang pada tahun 1943 karena digunakan untuk membangun jalur kereta api baru di Saketi, Bayah, dan ada yang dibawa ke Burma untuk dibangunkan jalur kereta api di sana. Jalur ini diubah juga menjadi 1.067 mm.[7]

Pada tanggal 20 Juli 1990, Pemerintah Bantul memugar stasiun ini bersamaan dengan peresmian terminal bus Palbapang. Namun bangunan stasiun ini masih ada dan asli. Kondisi stasiun saat ini sangat terawat dan bersih, tidak ada corat-coret di dinding bangunan stasiun. Tidak ada lagi bekas tiang sinyal ataupun tiang telegraf (komunikasi) di sekitar kawasan ini. Semua potongan rel kereta api sudah tidak ada, sedangkan potongan sambungan rel, roda, dan besi tua berbentuk pipa dijadikan monumen kecil di taman pada bagian tengah terminal Palbapang.[8]

Galeri

  • Potongan besi tua yang dipadu menjadi monumen
    Potongan besi tua yang dipadu menjadi monumen
  • Bekas emplasemen sekarang menjadi jalur bus
    Bekas emplasemen sekarang menjadi jalur bus
  • Prasasti peresmian Terminal Palbapang.
    Prasasti peresmian Terminal Palbapang.
  • Stasiun Palbapang pada tahun 1896 (Kredit: Kassian Cephas)
    Stasiun Palbapang pada tahun 1896 (Kredit: Kassian Cephas)

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Stasiun Palbapang.
  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ "BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-14. Diakses tanggal 2014-12-14.
  4. 1 2 Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  5. ↑ "Masyarakat Bantul Butuh KA". Merdeka. 1978-12-31.
  6. ↑ Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij.
  7. ↑ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (Edisi Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980.
  8. ↑ "Bekas Stasiun Palbapang | TeamTouring". www.teamtouring.net (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-08. Diakses tanggal 2018-10-21.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pasar Bantul
menuju Yogyakarta
Yogyakarta–Palbapang–Sewugalur Bajang
menuju Sewugalur
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Yogyakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan