Selasa, 13 Oktober 2026
00:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Stasiun Ijo

Stasiun Ijo

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Ijo

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-PapanNamaStasiun_IJ.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-StIjo2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan baru Stasiun Ijo yang beroperasi seiring pengoperasian Terowongan Ijo baru
Lokasi
Koordinat 7°36′47″S 109°26′45″E / 7.61306°S 109.44583°E / -7.61306; 109.44583
Ketinggian+25 m
Operator
Letak
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananHanya untuk penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Layanan pelanggan Musala Toilet 
Jenis persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Tambak
Batas Kab.
Banyumas
Kebumen
Sungai Ijo
BH 1646
Jalan Jatijajar
Bangunan baru
Bangunan lama
Terowongan Ijo
BH 1649
580 m
634 yd
581 m
635 yd
ke Gombong
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.6130555555556,109.44583333333,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Ijo&revid=29597554&groups=_8919889d389562128a7baf5fc26bbc6419e82a17&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Ijo (IJ) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bumiagung, Rowokele, Kebumen; pada ketinggian +25 meter; termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto; dan merupakan stasiun yang berada paling barat di Kabupaten Kebumen. Letak stasiun ini tidak jauh dari Jalan Gombong–Gua Jatijajar.[4]

Selain melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api, stasiun ini juga berfungsi sebagai pengontrol Terowongan Ijo yang terletak di sisi timur stasiun ini. Terowongan Ijo lama memiliki panjang 580 m—dibangun antara tahun 1885–1886 oleh Staatsspoorwegen—yang menembus perbukitan kapur Gunung Malang. Stasiun beserta terowongan saat itu pernah dijadikan sebagai tempat lokasi pengambilan film Kereta Api Terakhir dan Daun di Atas Bantal.[5] Nama stasiun dan terowongan ini diambil dari sungai bernama sama yang terletak di sebelah barat stasiun.

Stasiun Ijo lama saat itu memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Terkait proyek pembangunan jalur ganda kereta api lintas tengah Pulau Jawa, maka dilakukan pembangunan stasiun dan terowongan baru di sebelah utara bangunan lama. Panjang terowongan baru tersebut sedikit lebih panjang daripada terowongan lama. Pengoperasian stasiun ini sudah dipindahkan ke bangunan stasiun yang baru sejak pengoperasian terowongan yang baru pada 21 April 2020 sehingga stasiun maupun terowongan lama dinonaktifkan dan dijadikan cagar budaya.[6][7] Setelah jalur ganda ruas Tambak–Gombong resmi dioperasikan per 5 Mei 2020, stasiun baru tersebut memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus untuk arah Kroya dan jalur 3 merupakan sepur lurus untuk arah Kutoarjo. Selain itu, stasiun baru menggunakan sistem persinyalan elektrik produksi PT Len Industri. Rel pada jalur lama—berupa jalur tunggal—mulai dibongkar sebagian dan sistem persinyalan elektrik yang lama juga telah dibongkar.

Saat ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini selain penyusulan antarkereta api.

Galeri

  • Tampak samping Stasiun Ijo lama, 2010
    Tampak samping Stasiun Ijo lama, 2010
  • Emplasemen Stasiun Ijo lama dengan Terowongan Ijo di kejauhan, 2015
    Emplasemen Stasiun Ijo lama dengan Terowongan Ijo di kejauhan, 2015
  • Saat Stasiun Ijo lama melayani persilangan antar kereta api, 2019
    Saat Stasiun Ijo lama melayani persilangan antar kereta api, 2019
  • Tampak samping Stasiun Ijo lama, 2020
    Tampak samping Stasiun Ijo lama, 2020
  • Pemandangan Stasiun Ijo lama (kiri) dan Stasiun Ijo baru dari atas terowongan Ijo.
    Pemandangan Stasiun Ijo lama (kiri) dan Stasiun Ijo baru dari atas terowongan Ijo.

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
  4. ↑ Prasetya, S. (2014). "Ijo (IJ): Akses Termudah Nyepot Foto Terowongan". Majalah KA. 96: 19.
  5. ↑ Majalah Kereta Api, edisi Maret 2009, 32: 10-11.
  6. ↑ "Terowongan Kereta 600 Meter akan Dibangun di Proyek Rel Ganda Selatan". detikcom. 2014-05-09. Diakses tanggal 2018-03-08.
  7. ↑ djka.dephub.go.id. "TEROWONGAN IJO, SAMPAI DIMANAKAH PROGRESNYA?". djka.dephub.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-13. Diakses tanggal 2020-01-26.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tambak Cilacap–Yogyakarta Gombong
menuju Yogyakarta
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan