Kamis, 15 Oktober 2026
23:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Stasiun Ciomas

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
60px-Applications-development_current.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini membahas mengenai bangunan, struktur, infrastruktur, atau kawasan terencana yang sedang dibangun atau akan segera selesai. Informasi di halaman ini bisa berubah setiap saat (tidak jarang perubahan yang besar) seiring dengan penyelesaiannya.
Stasiun Ciomas
40px-Logo_of_the_Ministry_of_Transportation_of_the_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ciomas
+349 m
Lokasi
Koordinat 6°39′56″S 106°48′45″E / 6.66556°S 106.81250°E / -6.66556; 106.81250
Ketinggian+349 m
Operator
Letak
Jumlah peronDua peron sisi yang cukup tinggi
Jumlah jalur1
LayananKA Pangrango (rencana)
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Klasifikasi-[2]
Sejarah
Dibuka1881
Ditutup15 Desember 2012
Tanggal penting
Dibuka kembaliTBA
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aglomerasi Stasiun berikutnya
Batutulis Pangrango
rencana
Maseng
menuju Sukabumi
Diagram lintasan stasiun
ke Batutulis
Sungai Cisadane
Bangunan lama
JPO
Sungai Cisadane
ke Maseng
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.6655555555556,106.8125,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Ciomas&revid=29130849&groups=_6d737cfc9f1285c279fe071e2aa2d48e00d97e8b&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Ciomas (CS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kertamaya, Bogor Selatan, Bogor, stasiun yang terletak pada ketinggian +349 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun yang letaknya paling selatan di Kota Bogor. Walaupun diberi nama Ciomas, secara administratif stasiun ini terletak sangat jauh di tenggara Kecamatan Ciomas.

Sejarah

Sejak 13 Desember 2008, halte ini melayani pemberhentian kereta api Bumi Geulis yang melayani Bogor–Sukabumi, pp. Dalam catatan yang pernah ada, kereta api Bumi Geulis turut mendukung slot jalur kereta api Bogor–Sukabumi–Cianjur–Bandung yang saat itu masih sedikit layanannya.[3] Karena adanya kerusakan mesin KRD Bumi Geulis, KRD ini dihentikan operasinya semenjak 15 Desember 2012.[4]

Stasiun ini juga otomatis dinonaktifkan karena sudah tak lagi melayani kereta api Bumi Geulis. Walaupun telah ada kereta api Pangrango yang melayani rute sama dengan KRD Bumi Geulis, perjalanannya tidak berhenti di stasiun ini karena peron di stasiun ini sangat pendek.

Bangunan dan tata letak

Pada awalnya stasiun ini hanya memiliki satu jalur kereta api. Bangunan utamanya kini sudah mangkrak. Terkait pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi, stasiun ini nantinya akan diaktifkan kembali dan jalurnya bertambah menjadi 2. Saat ini sedang dibangun satu peron pulau dan satu peron sisi yang sama-sama tingginya. Untuk saat ini, Stasiun Ciomas masih belum melayani naik turun penumpang, disebabkan masih menunggu kesiapan fasilitas stasiun.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ "'Bumi Geulis' Layani Sukabumi-Bogor". detikcom. Diakses tanggal 2018-12-22.
  4. ↑ Syatiri, Ana Shofiana (ed.). "Kereta Bogor-Sukabumi Bangun dari Mati Suri". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-08-09.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Batutulis
menuju Bogor
Bogor–Padalarang–Kasugihan Maseng
menuju Kasugihan
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan