Rabu, 30 September 2026
12:56 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Stasiun Maseng

Stasiun Maseng

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Maseng
Kereta Api Indonesia
PG03

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-PapanNamaStasiun_MSG.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Msg010414_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan nama stasiun. Tampak bangunan stasiun di kejauhan.
Lokasi
Koordinat 6°42′9.198″S 106°48′52.798″E / 6.70255500°S 106.81466611°E / -6.70255500; 106.81466611
Ketinggian+425 m
Operator
Letak
km 14+096 lintas Bogor—Bandung—Banjar—Kutoarjo—Yogyakarta[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau)
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
LayananPangrango
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aglomerasi Stasiun berikutnya
Batutulis Pangrango Cigombong
menuju Sukabumi
Ciomas Pangrango
rencana
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Jalur difabel Pusat informasi Toilet Isi baterai 
Jenis persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Ciomas
Flyover Maseng
Eks JPL 12F
±
150 m
492,13 kaki
JPO Maseng
ke Cigombong
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.702555,106.81466611111,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Maseng&revid=29382404&groups=_4b5a569ee9ace127ca01ff85bb323d41f284e305&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Maseng (MSG) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Ciadeg, Cigombong, Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian +425 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dengan jarak 68,7 km arah selatan dari Jakarta Kota. Nama "Maseng" didapat dari kampung tempat stasiun itu berada.

Di sebelah timur laut stasiun ini dahulu terdapat perlintasan sebidang yang kini telah diganti dengan jalan layang untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan lalu lintas di sekitarnya.[3]

Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yakni KA Pangrango.

Bangunan dan tata letak

lossy-page1-250px-Treinstation_te_Soekaboemi%2C_KITLV_6107.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emplasemen Stasiun Maseng, 1910

Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur kereta api lintas Bogor—Sukabumi diaktifkan kembali pada awal April 2022, meski pembangunan jalur ganda pada segmen Bogor Paledang—Cicurug rampung pada 5 Oktober 2024,[4] jalur 1 juga dijadikan sebagai sepur lurus dan masih memiliki wesel. Jumlah jalur di stasiun ini tidak mengalami penambahan karena sempitnya lahan yang ada di area emplasemen stasiun. Peron di stasiun ini sudah ditinggikan dan ditambahkan kanopi. Sistem persinyalan mekanik stasiun ini sudah digantikan dengan sistem persinyalan elektrik produksi PT Len Industri.

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PG03 250px-PapanNamaStasiunKomuter_MSG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
G Bangunan utama stasiun
P

Lantai peron

Peron sisi
Jalur 1 ← Sepur lurus arah Sukabumi (nonaktif sementara)
Peron pulau
Jalur 2 ← (Cigombong)      Pangrango, tujuan Bogor Paledang dan tujuan Sukabumi (Batutulis) →
Sepur lurus arah Bogor Paledang →
← Sepur belok arah Sukabumi

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 16 Juni 2025.[5]

Aglomerasi

Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
PG Pangrango Eksekutif-Ekonomi Bogor Paledang Sukabumi -

Insiden

330px-Msg010414.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan utama stasiun. Terlihat PPKA yang sedang memberangkatkan KA Pangrango.

Pada tanggal 5 Februari 2018, terjadi longsor di dua titik jalur kereta api, yaitu petak jalan antara Stasiun Maseng dengan Ciomas serta di Cijeruk. Kejadian ini menewaskan tiga orang serta menyebabkan rel menggantung yang membuatnya tidak dapat dilewati kereta api. Akibatnya, kereta api Pangrango terpaksa dihentikan operasionalnya hingga situasi menjadi normal kembali.[6][7]

Pada 7 Januari 2024, terjadi tembok penahan tebing sepanjang 21 meter dan tinggi 10 meter yang ada dibelakang bangunan Stasiun Maseng longsor dan menimpa bangunan tambahan yang juga sedang dalam tahap pembangunan. Kejadian tersebut didapati sebagai akibat dari hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Bencana juga menyebabkan akses Jl. Kolonel Bustomi Caringin—Cibadak dan akses jalan di Kampung Gembrong Desa Ciadeg terhambat dan hanya bisa dilalui secara bergantian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Perjalanan kereta api Pangrango juga tak terpengaruh dan beroperasi seperti biasa.[8][9]

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Topami, Wahyu (2024-03-29). "PENGUMUMAN ! Perlintasan Kereta Api Maseng Bogor Bakal Ditutup untuk Pengendara, Catat Tanggalnya". TribunnewsBogor.com. Diakses tanggal 2024-10-26.
  4. ↑ Arini, Shafira Cendra (2024-10-06). "Akhirnya Jalur Ganda KA Bogor-Sukabumi Selesai Dibangun". detik.com. Diakses tanggal 2025-01-18.
  5. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  6. ↑ Dwiyanto, Mayolus Fajar; Susanti, Linna (2018-02-06). Supratiwi, Fitri (ed.). "Tiga korban longsor Cijeruk ditemukan tewas tertumpuk". Antara News. Bogor: Kantor Berita Nasional Antara. Diakses tanggal 2026-06-24.
  7. ↑ Nugroho, Lingga Arvian (2018-02-05). "Dua Titik Lintasan Rel Longsor, Jadwal KA Pangrango Bogor-Sukabumi Dibatalkan". TribunnewsBogor. Cijeruk: Kompas Gramedia. Diakses tanggal 2018-03-02.
  8. ↑ Sholihin, Muchamad (2024-01-07). "Tembok Penahan Tanah di Bogor Longsor, Timpa Bangunan Stasiun Maseng". detikNews. Jakarta: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2026-06-24.
  9. ↑ Muslimah, Salmah (2024-01-07). Romadoni, Ahmad (ed.). "Stasiun Maseng Bogor Rusak Tertimpa Tembok Penahan Tebing yang Longsor". Kumparan. Bogor: KumparanNEWS. Diakses tanggal 2026-06-24.

Pranala luar

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ciomas
menuju Bogor
Bogor–Padalarang–Kasugihan Cigombong
menuju Kasugihan
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan