Minggu, 04 Oktober 2026
04:40 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Sri Gandra

Raja Kadiri

Bagikan:
Sri Indra
Sri Maharaja Kroncaryadi Mahandabhuwanapalaka Parakrama Anindita Digjaya Uttunggadewa Sri Indra
Raja Panjalu
Berkuasa1180 - 1182
PendahuluSri Aryeswara
PenerusSri Kameswara
LahirDaha
Jawa Timur
Nama takhta
Śrī Mahārāja Śrī Kroñcārryadi Mahâṇḍabhuwanapālaka Parâkramānindita Digjayottunggadewanāma Śrī Indra[1]
WangsaIsyana
AgamaHindu

Sri Indra adalah raja Kerajaan Panjalu atau Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1181-1182. Nama gelar abhisekanya yang digunakan ialah Sri Maharaja Sri Kroncaryadi Mahandabhuwanapalaka Parakrama Anindita Digjaya Uttunggadewa Sri Indra.[2]

Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Indra naik takhta. Peninggalan sejarahnya berupa Prasasti Jaring, dikeluarkannya pada 19 November 1181. Isinya berupa pengabulan permohonan penduduk desa Jaring oleh Sri Indra melalui Senapati Sarwajala tentang anugerah raja Sri Aryeswara sebelumnya yang belum terwujud.

Dalam prasasti tersebut turut diketahui juga adanya nama-nama hewan untuk pertama kalinya yang dipakai sebagai nama depan para pejabat Kerajaan Panjalu, misalnya Menjangan Puguh, Lembu Agra, dan Macan Kuning.

Tidak diketahui dengan pasti pula kapan pemerintahan Sri Indra berakhir. Raja Panjalu selanjutnya berdasarkan Prasasti Semanding tahun 1182 adalah Sri Kameswara.

Lihat pula

Didahului oleh:
Sri Aryeswara
Raja Kadiri
1180—1182
Diteruskan oleh:
Sri Kameswara

Kepustakaan

  • Poesponegoro, M.D., Notosusanto, N. (editor utama). Sejarah Nasional Indonesia. Edisi ke-4. Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka, 1990
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara
  1. ↑ https://hal.science/hal-04928552v1/file/Survei%20Prasasti%20BRIN-EFEO%20III%20cover-contents-reduced.pdf
  2. ↑ https://hal.science/hal-04928552v1/file/Survei%20Prasasti%20BRIN-EFEO%20III%20cover-contents-reduced.pdf
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan