Minggu, 27 September 2026
11:57 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Kamesywara

Kameswara
Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa
Raja Panjalu/Kadiri
Berkuasa1182 – 1191
PendahuluSri Gandra
PenerusKertajaya
LahirDaha, Kediri,
Jawa Timur
MeninggalJawa Timur
PasanganSri Kirana (putri dari Janggala
KeturunanKertajaya
Nama takhta
Pāduka Śri Mahārāja Śri Kāmešwara Triwikramāwatāra Aniwāryyawiryya Parākrama Digjayottunggadewanāma
WangsaIsyana
AgamaHindu Waisnawa

Kameswara adalah raja dari Kerajaan Panjalu yang memerintah Kadiri pada sekitar tahun 1182-1191, dengan bergelar nama abhiseka yaitu Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa.

Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Kameswara naik takhta, peninggalan sejarahnya antara lain prasasti Semanding, 17 Juni 1182 M, dan prasasti Ceker, 11 September 1185 M.

Selain itu pada masa pemerintahan Sri Kameswara ini seorang pujangga bernama Mpu Dharmaja menuliskan sebuah karya sastra Kakawin Smaradahana, yang berisi kisah kelahiran dewa Ganesha, yaitu dewa berkepala gajah yang menjadi lambang Kerajaan Panjalu sebagaimana yang tertera pada prasasti-prasasti.

[1]Kakawin Smaradahana juga turut mengisahkan terbakarnya dewa Kamajaya dan dewi Ratih, menjelang kelahiran Ganesha. Pasangan dewa-dewi tersebut kemudian menitis dalam diri Sri Kameswara raja Panjalu dan permaisurinya yang bernama Sri Kirana, seorang putri dari Kerajaan Janggala.

Sejak berdiri tahun 1042, Kerajaan Panjalu dan Janggala selalu terlibat perang saudara. Pada tahun 1135 Jayabaya raja Kerajaan Panjalu berhasil menaklukkan Jenggala, berdasarkan Prasasti Ngantang. Ditambah lagi dengan perkawinan Sri Kameswara dengan Sri Kirana membuat persatuan kedua Negara lebih erat lagi.

Kakawin Smaradahana merupakan cikal bakal kisah-kisah Panji yang populer dalam masyarakat Jawa. Tokoh Panji Inu Kertapati Asmarabangun merupakan pangeran Janggala yang menikah dengan Galuh Candrakirana putri Panjalu. Dalam beberapa pementasan ketoprak, tokoh Panji kemudian menjadi raja Janggala bergelar Kameswara. Hal ini tentu saja kebalikan dari fakta sejarah. Dari kisah ini pula, muncul cerita rakyat Ande Ande Lumut .

Tidak diketahui kapan pemerintahan Sri Kameswara berakhir. Raja Panjalu selanjutnya berdasarkan Prasasti Tesirejo (1191) adalah Kertajaya.

Lihat pula

Didahului oleh:
Sri Gandra
Raja Kadiri
1182—1191
Diteruskan oleh:
Kertajaya

Kepustakaan

  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara

Referensi

  1. ↑ Van Lohuizen—De Leeuw, J. E. (1956). "The Beginnings of Old-Javanese Historical Literature". Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 112 (4): 383–394. ISSN 0006-2294.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan