Sabtu, 03 Oktober 2026
12:59 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Skopa

Skopa

Bagikan:
250px-Scopa_5948.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skopa abdomen seekor Megachile di pseudoanthium Asteraceae.

Skopa (Latin untuk "sapu") adalah sejumlah modifikasi pada tubuh lebah non-parasit yang berguna untuk memindahkan serbuk sari. Pada kebanyakan spesies lebah, skopanya hanya berupa massa padat rambut panjang yang biasanya bercabang (seta) di kaki belakang. Ketika hadir di kaki belakang, setanya minimal berada pada tibianya. Namun, beberapa lebah juga memiliki rambut modifikasi ini di femur atau trokanternya. Selain itu, beberapa lebah juga memiliki tambahan rambut di permukaan ventral abdomennya yang juga digunakan untuk membawa serbuk sari. Satu famili lebah, yaitu Megachilidae, tidak memiliki rambut kaki, namun memiliki skopa di bagian bawah abdomennya (lihat foto).

Lebah madu dan bumblebee (Bombus) memiliki struktur yang lebih berkembang dari skopa: korbikula atau kantong serbuk sari. Banyak spesies lebah memiliki jenis jenis rambut termodifikasi lain yang berguna untuk mengumpulkan serbk sari, minyak bunga, atau zat kimia dari tumbuhan; rambut-rambut ini dapat ditemukan di muka, anggota mulut, serta di bagian depan maupun tengah kaki. Namun semua rambut ini tidak dikenal sebagai "skopa". Istilah tersebut hanya merujuk kepada rambut yang beradaptasi untuk memindahkan serbuk sari.

Beberapa spesies lebah memindahkan serbuk sari secara internal pada tumbuhan, dan mereka tidak memiliki skopa. Idem untuk lebah kleptoparasit, yang tidak mengumpulkan serbuk sari mereka sendiri.[1][2]

Referensi

  1. ↑ Hodges, Dorothy (1952). The Pollen Loads of the Honeybee, Bee Research Association
  2. ↑ Proctor, M.; Yeo, P.; Lack, A. (1996). The Natural History of Pollination. Timber Press, Portland, Oregon
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan