Minggu, 27 September 2026
10:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Megachilidae

Megachilidae

Megachilidae
Rentang waktu: Eosen Tengah – recent, 45–0 jtyl
250px-Anthidium_manicatum_male.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anthidium manicatum jantan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Infraordo: Aculeata
Superfamili: Apoidea
Klad: Anthophila
Famili: Megachilidae
Subfamili

Fideliinae
Lithurginae
Parharhophitinae
Megachilinae

Artikel takson sembarang

Megachilidae adalah sebuah famili kosmopolitan yang sebagian besar mencakup lebah soliter, mewakili lebih dari 4000 spesies.[1][2] Ciri karakteristik dari famili ini adalah struktur pembawa serbuk sari (skopa) yang hanya dapat ditemukan di sisi ventral abdomennya (alih-alih di keseluruhan atau hanya di kaki belakangnya seperti pada famili lebah lainnya) serta labra mereka yang umumnya panjang.[3] Genera Megachiidae umum dikenal sebagai lebah tukang batu dan lebah pemotong daun, karena material yang mereka gunakan untuk membuat sarang mereka (tanah atau daun, sesuai namanya). Namun, beberapa menggunakan tumbuhan, rambut hewan atau serat, sementara lainnya menggunakan getah pohon. Semua spesies memakan serbuk sari dan nektar, namun beberapa merupakan kleptoparasit yang memakan serbuk sari yang dikumpulkan oleh lebah megachilid lainnya. Spesies parasit tidak memiliki skopa. Gerakan Megachilidae pada struktur reproduksi bunga energetik dan mirip berenang. Gerakan ini membantu lebah untuk melepas lebih banyak serbuk sari dari bunga.

Referensi

  1. ↑ BugGuide. "Megachilidae". BugGuide. Diakses tanggal 29 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ 630 species in 18 genera of four tribes and two subfamilies in our area, about 4,100 spp. in about 80 genera of 11 tribes and four subfamilies worldwide(1)
  3. ↑ C. D. Michener (2007) The Bees of the World, 2nd Edition, pg. 122, Johns Hopkins University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan