Dalam masyarakat Suku Batak, Si Raja Batak (Surat Batak: ᯘᯪᯒᯐᯅᯖᯂ᯲) merupakan eponim, yakni istilah yang digunakan untuk menyebut nenek moyang pertama orang-orang Batak (Bangso Batak). Dalam setiap tarombo (silsilah), nama ini sekaligus digunakan sebagai nama pribadi leluhur orang Batak. Dalam penuturan turi-turian (kisah) masyarakat Batak, Siraja Batak berasal dari Sianjur Mulamula,[1] Siraja Batak diyakini sebagai induk dari seluruh marga-marga Batak yang ada di seluruh dunia saat ini. Siraja Batak berketurunan hingga generasi sekarang ini.
Asal-usul

Diperkirakan Siraja Batak hidup sekitar abad ke-13 di Pusuk Buhit, Sianjur Mulamula, Samosir.[2]
Orang Batak memiliki kosmologi sendiri tentang penciptaan bumi dan manusia. Mitologi Batak mengenal alam terbagi atas tiga banua, yakni Banua Ginjang (dunia atas), Banua Tonga (dunia tengah), dan Banua Toru (dunia bawah).
Titik awal kehidupan berada di Banua Ginjang. Di sana, tinggal Ompu Debata Mulajadi Na Bolon bersama tiga dewa ciptaannya, yang disebut sebagai Debata Na Tolu, yaitu: Debata Batara Guru, Debata Soripada, dan Debata Mangala Bulan, serta para keturunannya.
Alkisah, Si Boru Deak Parujar, anak perempuan Batara Guru, ditunangkan dengan anak laki-laki Mangala Bulan, Raja Odapodap. Namun, Deak Parujar menolak. Berupaya menunda pernikahan dengan alasan ingin menyelesaikan tujuh tenunan benang terlebih dahulu. Ompu Debata Mulajadi Na Bolon mengetahui itu hanya siasat Deak Parujar.
Ompu Debata Mulajadi Na Bolon lalu melemparkan gumpalan benang tersebut. Ingin menyelamatkan benang milikinya, Deak Parujar pun ikut melompat.
Meskipun Deak Parujar hidup terombang-ambing jauh dari Banua Ginjang, ia enggan untuk kembali. meski begitu, Deak Parujar memohon agar Ompu Debata Mulajadi Na Bolon mau memberikan segengam tanah sekadar tempat berpijak. Permintaan itu dikabulkan. Dari segenggam tanah, Deak Parujar membentuk daratan yang saban hari semakin lebar. Tempat tinggal Deak Parujar dikenal sebagai Banua Tonga.
Rintangan dan berbagai persoalan dilewatinya. Termasuk saat Naga Padoha (Padoha Niaji), penghuni Banua Toru, mengganggunya. Deak Parujar memilih terus menetap di Banua Tonga.
Takdir tak dapat terelakkan. Deak Parujar yang lama hidup kesepian pada akhirnya setuju menikah dengan Raja Odapodap. Laki-laki yang sekuat tenaga ditolaknya saat masih hidup di Banua Ginjang. Pasangan ini dikaruniai sepasang anak dengan nama Raja Ihat Manisia dan Si Boru Ihat Manisia.[3][4]
Raja Ihat Manisia memperanakkan Raja Miokmiok. Raja Miokmiok menikah dengan Mansur Purnama dan mereka memiliki seorang putra bernama Eng Banua. Eng Banua menikah dengan Si Boru Siuman dan mereka memiliki tiga orang putra, yaitu: Raja Ujung, Raja Jau, dan Raja Bonangbonang. Raja Bonangbonang di kemudian hari memiliki seorang putra bernama Ompu Raja Tantan Debata, beliaulah yang kemudian memperanakkan "Siraja Batak", leluhur dari orang Batak.[5]
Tarombo (Silsilah)
| Siraja Batak | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Guru Tatea Bulan | Raja Isumbaon | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Raja Biakbiak (Raja Uti) | Tuan Saribu Raja | Limbong Mulana | Sagala Raja | Silau Raja | Tuan Sorimangaraja | Raja Asiasi | Sangkar Somalindang | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Siraja Lontung | Siraja Borbor | Raja Galeman | Tuan Sorbadijulu (Nai Ambaton) (Datu Sindar Mataniari) | Tuan Sorbadijae (Nai Rasaon) (Datu Pejel) | Tuan Sorbadibanua (Nai Suanon) (Datu Sindar Matanibulan) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Raja Sibagot ni Pohan | Raja Sipaettua | Raja Silahisabungan | Siraja Oloan | Raja Hutalima | Raja Sumba | Raja Sobu | Raja Naipospos | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Referensi
- ↑ bonauli. "Sianjur Mulamula, Desa Batak Pertama yang Sakti Mandraguna". detikTravel. Diakses tanggal 2022-03-21.
- ↑ Kompasiana.com (2016-01-08). "Benarkah Si Raja Batak Nenek-Moyang Bangso Batak dan Toba Induk Bangso Batak? (1)". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-07-14.
- ↑ "Jejak Batak, Siraja Batak – LAKE TOBA". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-18. Diakses tanggal 2022-03-21.
- ↑ "LEGENDA SIRAJA BATAK". OBATAK. Diakses tanggal 2022-03-21.
- ↑ Institute, Batak (2021-08-03). "Awal Silsilah Marga Batak". TOKOH INDONESIA | TokohIndonesia.com | Tokoh.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2022-03-21.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)