Jumat, 16 Oktober 2026
22:21 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Sindrom X rapuh

Sindrom X rapuh

Bagikan:
Sindrom X rapuh
Nama lainFragile X syndrome, Sindrom Martin–Bell, sindrom Escalante
250px-Fragx-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak laki-laki dengan karakteristik telinga menonjol dari sindrom X rapuh
SpesialisasiGenetika medis, pediatri, psikiatri
GejalaKelainan intelektual, wajah panjang dan sempit, telinga besar, jari fleksibel, testis besar
KomplikasiFitur autisme, kejang
Awitan umumTerlihat pada usia 2 tahun
DurasiSelamanya
PenyebabGangguan genetik X-linked recessive
Metode diagnostikPemeriksaan genetik
PengobatanPerawatan suprotif, intervensi dini
Frekuensi1 dari 4.000 (laki-laki), 1 dari 8.000 (perempuan)

Sindrom X rapuh (Fragile X syndrome, FXS) adalah kelainan genetik yang ditandai dengan disabilitas intelektual ringan hingga sedang. IQ rata-rata pada laki-laki dengan FXS di bawah 55, sementara sekitar dua pertiga dari perempuan yang terkena mengalami kelainan intelektual.[1][2] Ciri-ciri fisik mungkin termasuk wajah yang panjang dan sempit, telinga yang besar, jari-jari yang fleksibel, dan testis yang besar. Sekitar sepertiga dari pengidap memiliki ciri autisme seperti masalah dengan interaksi sosial dan keterlambatan bicara. Hiperaktif sering terjadi, dan kejang terjadi pada sekitar 10%. Laki-laki biasanya lebih terpengaruh daripada perempuan.[3]

Perawatan

Pengobatan saat ini berpusat pada pengelolaan perilaku bermasalah dan gejala kejiwaan yang terkait dengan FXS. Namun, karena hanya ada sedikit penelitian yang dilakukan pada populasi khusus ini, bukti yang mendukung penggunaan obat-obatan ini pada individu dengan FXS masih kurang.[4] Studi pada 9 anak pengidap FXS, pemberian metformin dapat medorong perbaikan dalam perkembangan bahasa dan perilaku (seperti lesu dan stereotip) pada sebagian besar pasien.[5]

Referensi

  1. ↑ CDC (2021-08-19). "What is Fragile X Syndrome (FXS)? | CDC". Centers for Disease Control and Prevention (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-03-06.
  2. ↑ Raspa, Melissa; Wheeler, Anne C.; Riley, Catharine (2017-06). "Public Health Literature Review of Fragile X Syndrome". Pediatrics. 139 (Suppl 3): S153–S171. doi:10.1542/peds.2016-1159C. ISSN 1098-4275. PMC 5621610. PMID 28814537.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "Fragile X syndrome: MedlinePlus Genetics". medlineplus.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-06.
  4. ↑ Rueda, Jose-Ramon; Ballesteros, Javier; Tejada, Maria-Isabel (2009-10-13). "Systematic review of pharmacological treatments in fragile X syndrome". BMC neurology. 9: 53. doi:10.1186/1471-2377-9-53. ISSN 1471-2377. PMC 2770029. PMID 19822023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ↑ Biag, Hazel Maridith B.; Potter, Laura A.; Wilkins, Victoria; Afzal, Sumra; Rosvall, Alexis; Salcedo‐Arellano, Maria Jimena; Rajaratnam, Akash; Manzano‐Nunez, Ramiro; Schneider, Andrea (2019-11). "Metformin treatment in young children with fragile X syndrome". Molecular Genetics & Genomic Medicine (dalam bahasa Inggris). 7 (11). doi:10.1002/mgg3.956. ISSN 2324-9269. PMC 6825840. PMID 31520524.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
Autosomal
Trisomi
Monosomi/delesi
Pautan X/Y
Monosomi
Trisomi/tetrasomi,
kariotipe lainnya/mosaik
Translokasi
Leukemia/limfoma
Limfoid
Mieloid
Lainnya
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan