Sabtu, 03 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Sinar Baroe

Bagikan:

Sinar Baroe adalah surat kabar propaganda Jepang di Indonesia yang terbit pertama kali pada 1942. Surat kabar ini terbit di Kota Semarang di bawah Djawa Sjinboen Kai. Pada awal penerbitannya, Sinar Baroe dipimpin D. Poerworahardjo.[1]

Tanggal pasti terbitnya surat kabar ini tidak diketahui. Hanya saja, kemunculannya seiring dengan surat kabar terbitan Jepang lainnya seperti Tjahaja (Bandung), Soeara Asia (Surabaya), Sinar Matahari, Pembangoen, Kanpo, Kung Yung Pao, serta majalah Djawa Baroe, Pandji Poestaka, dan Kebudajaan Timoer.[1]

Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan, 1907–2007, Sinar Baroe dalam setiap edisinya mengampanyekan bahwa Jepang adalah penyelamat bangsa Asia yang mengusahakan kemerdekaan rakyat di Asia Timur Raya, termasuk Indonesia. Di sisi lain, surat kabar ini memosisikan Amerika Serikat dan sekutunya, yang jelas-jelas musuh Jepang di medan perang, sebagai pihak yang hendak menguasai kembali negeri-negeri Timur dan karena itu mesti dilawan.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Seabad Pers kebangsaan, 1907–2007 (Edisi Cet. 1). Jakarta: I:Boekoe. 2007. hlm. 499–501. ISBN 978-979-1436-02-1. OCLC 289071007.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan