Minggu, 27 September 2026
11:53 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Pandji Poestaka

Panji Pustaka adalah majalah mingguan berbahasa Melayu yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada zaman penjajahan berlangsung.[1][2] Majalah ini muncul pertama kali pada tahun 1923.[1] Ketika 1918, terbitlah majalah Sri Poestaka yang berisi berita-berita, baik dari dalam maupun luar negeri.[1] Selain itu, di dalamnya terdapat juga cerita bersambung, hikayat, serta syair lama.[1] Kritik sastra sederhana pernah muncul dalam majalah ini tahun 1923, yaitu kritik terhadap buku Sunda karya R. Memed Sastrahadiprawira, Saribanon.[1] Kemudian sejak 1926, terbit dua kali seminggu dan berisi antara lain berita aktual dalam dan luar negeri, penerangan bagi penduduk pribumi tentang peristiwa dalam negeri, ilmu pengetahuan, dan karya-karya sastra.[1] Kemudian saat tahun 1931, Sri Poestaka berhenti terbit dan hanya menjadi lampiran di majalah Panji Pustaka sampai tahun 1938.[1] Sejak tahun 1943, majalah ini memuat lampiran berbahasa Jawa yang diasuh oleh Hardjawiraga, W.J.S. Poerwardarminta, Mas Koesrin, dan S. Sastrasoewignja.[2]

Majalah Panji Pustaka ada sampai tahun 1945.[1] Majalah ini ikut andil dalam mengembangkan kesusastraan Jawa Baru, hasil karya dari para pelopornya, seperti R. Intojo, Soebagijo Ilham Notodidjojo, K. Hasanoeddin, K. Idris, S.K. Trimurti, dan Poerwadhie Atmodihardjo yang berupa cerita pendek, puisi berbentuk soneta, dan tembang macapat.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Panji Pustaka". Web Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-10. Diakses tanggal 23 Juni 2014.
  2. 1 2 3 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 2542

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan