Minggu, 18 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Hardjawiraga

Bagikan:

R. Hardjawiraga, dikenal sebagai seorang pengarang yang telah memulai perajalanannya sejak zaman Belanda.[1]Ia lahir di Sala, 18 Agustus 1885 sebagai cucu dari seorang pengarag Jawa terkenal di Jawa bernama Ki Padmasoesastra. Kakeknya meniggal pada tahun 1963 di kota kelahirannya, Sala.

Hardjawiraga menjalani pendidikan di sekolah dasar Eropa di Hindia Belanda, yaitu Europjeesche Lagere School (ELS). ELS dibedakan menjadi dua, yaitu Lager Orderwijs en Lagere School voor Europeanen untuk anak-anak Eropa dan Lagere Onderwijs en Lagere School voor Inheensen untuk anak-anak pribumi. Hardjawiraga hanya menjalani pendidikan di sekolah tersebut sampai tingkat tiga, kemudian pindah ke Batavia dan melanjutkan sekolah di Stovia atas permintaan ayahnya. Ia berniat untuk kembali sekolah di ELS sehingga ia memutuskan kembali ke Sala, tetapi ELS sudah tidak dapat menerimanya lagi. Oleh karena itu, ia tidak melanjutkan pendidikannya.

Referensi

  1. ↑ Priyo., Prabowo, Dhanu; 1959-, Rahayu, Prapti,; (Indonesia), Balai Bahasa Yogyakarta (2010). Ensiklopedi sastra Jawa (Edisi Cet. 1). Yogyakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa, Balai Bahasa Yogyakarta. ISBN 9789791852357. OCLC 801810329. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-15. Diakses tanggal 2019-03-30.{{cite book}}: |last2= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan