Senin, 12 Oktober 2026
23:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Sigibert II

Sigibert II

Raja Burgundia dan Austrasia

Bagikan:

Sigibert II (601–613) merupakan seorang Raja Burgundia dan Austrasia (613). Ia adalah anak haram Theuderic II dan menjadi pewaris tahta ayahnya pada tahun 613; tetapi Wali kota Istana Austrasia, Warnachar II, cemas akan usianya yang masih muda dan mudah dipengaruhi oleh nenek buyutnya Brunhilda.

Brunhilda membawanya ke majelis nasional, di mana ia diumumkan oleh para bangsawan, yang menghormatianya atas kerajaan ayahnya. Namun Warnachar dan Rado, wali kota istana Burgundia, meninggalkan Brunhilda dan raja muda itu untuk kemudian bergabung dengan Chlothar II dari Neustria, berjanji tidak akan memberontak di dalam mempertahankan tahta ratu dan mengakui Chlothar sebagai pemimpin dan pengawal yang pantas di Sigibert. Brunhilda dan Sigibert berhadapan dengan pasukan Chlothar di Aisne, tetapi Patrician Aletheus, Adipati Rocco, dan Adipati Sigvald mengkhianati tuan rumah, sehingga wanita tua dan rajanya harus melarikan diri. Mereka melarikan diri sampai ke Orbe sebelum pelayan Chlothar ditangkap oleh mereka di Danau Neuchâtel. Keduanya dan saudara lelaki Sigibert, Corbo di hukum mati atas perintah Chlothar. Brunhilda disiksa di atas gantungan selama 3 hari sebelum dicabik terpisah oleh 4 kuda, yang kemudian mengakhiri pertikaian berdarah yang panjang di antara suku Franka.

Sigibert II
Lahir: 601 Meninggal: 613
Didahului oleh:
Theuderic II
Raja Austrasia dan Burgundia
613
Diteruskan oleh:
Chlothar II
Theodebert I, 534-548.
Childeric I (457-481).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan