Sabtu, 17 Oktober 2026
22:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Seleguri

Seleguri

spesies tumbuhan

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Seleguri (disambiguasi).
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Seleguri.
Seleguri
250px-Arya.wild_Indonesian_sidaguri.2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Sida
Spesies:
S. rhombifolia
Nama binomial
Sida rhombifolia
Sinonim

Sumber:[1][2]

  • Sida alnifolia Lour.
  • S. phillipica DC.
  • S. retusa L.
  • S. semicrenata Link.
  • S. spinosa L.

Seleguri atau sidaguri[3] (Sida rhombifolia) adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna kuning dan akarnya bisa dijadikan obat.[3] Sidaguri menyebar ke Assam, India, dan bahkan menyebar ke Eropa sebagai obat untuk reumatik.[4]

Di Indonesia, sidaguri dikenal dengan sebutan guri, saliguri (Minangkabau); sidaguri (Melayu); sidaguri, otok-otok (Jawa Tengah); sidagori, sadagori (Sunda); tagghuri (Madura); kahindu (Sumba); selegui (Bali Aga); dikira; hutu gamo (Halmahera); digo (Ternate); daun pantat ayam (Alor);[5] bitumu, dan sosapu.[1][2][6]

Deskripsi

Seleguri merupakan herba dengan tinggi 2 m, bercabang, dan ditumbuhi banyak bulu-bulu yang rapat. Warnya putih-hijau. Daunnya tunggal, letaknya berseling, bentuknya bulat telur, seperti jantung,[2] atau melanset, tepinya bergerigi, ujungnya runcing/bertoreh dengan bulu yang rapat, dengan pertulangan menyirip.[2] Bagian bawah daun berambut pendek dengan warna abu-abu, dan berukuran 1-4 cm x 1-1,5 cm.[1] Perbungaannya termasuk tunggal, warnanya kuning cerah. Benang sari tumbuh bersamaan membentuk tabung dari dasar bunga. Mahkota bunga hijau, ujungnya melengkung.[4] Bunga tumbuh dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang, dan layu tiga jam kemudian. Buah seleguri mengandung ruang/kendaga 8-10 buah, dengan diameter 6-7 mm dan sewaktu sudah tua berwarna hitam. Akarnya putih, dan kotor.[1][2][4]

Manfaat

Di Alor daun dan akar digunakan sebagai obat. Daun dimanfaatkan untuk mengobati bisul; akar dimanfaatkan untuk mengobati asma pada bayi.[5]: 56 

Kandungan pada tanaman sidaguri terbukti menunjukkan aktivitas anti inflamasi.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Dalimartha, Setiawan (2007) [2003]. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. 3:140 –145. Jakarta:Puspa Swara. ISBN 979-3235-73-X.
  2. 1 2 3 4 5 "Sida rhombifolia L." (PDF). Departemen Kesehatan. 15 November 2001. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-12-07. Diakses tanggal 20 Juni 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata seleguri pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-12-30.
  4. 1 2 3 Dharma, A.P. (1987). Indonesian Medicinal Plants [Tumbuhan Obat Indonesia]. hal.185 –186. Jakarta:Balai Pustaka. ISBN 979-407-032-7.
  5. 1 2 Usman, Masni H. (2011). Etnobotani Pemanfaatan Tumpuhan Obat oleh Masyarakat Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (Skripsi). Malang: Universitas Islam Negeri Malang.
  6. ↑ Hidayat, Syamsul (2005). Ramuan Tradisional ala 12 Etnis Indonesia. hal.325. Jakarta:Penebar Swadaya. ISBN 978-489-944-5.
  7. ↑ Rodrigues, Felicidade Caroline; de Oliveira, Antônio Fernando Morais (2020-08-01). "The genus Sida L. (Malvaceae): An update of its ethnomedicinal use, pharmacology and phytochemistry". South African Journal of Botany. 132: 432–462. doi:10.1016/j.sajb.2020.04.030. ISSN 0254-6299.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan