Sewon | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kapanewon Sewon | |||||
| Koordinat: 7°50′58″S 110°21′33″E / 7.84947586°S 110.35915986°E / -7.84947586; 110.35915986 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Daerah Istimewa Yogyakarta | ||||
| Kabupaten | Bantul | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Panewu | Kusmardiono, S.Sos., M.Acc. (Plt. Panewu) | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 103,967 jiwa (2.026) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 34.02.15 | ||||
| Kode BPS | 3402140 | ||||
| Luas | 27,16 km² | ||||
| Kepadatan | 3.828 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 4 kalurahan | ||||
| |||||
Sewon (bahasa Jawa:ꦱꦺꦮꦺꦴꦤ꧀, translit. Sèwon) adalah sebuah kapanewon (setingkat kecamatan) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kapanewon ini terletak di bagian utara Kabupaten Bantul dan berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta. Kantor kapanewonnya berada di Jalan Parangtritis Km 6,5, Kalurahan Panggungharjo.[1][2]
Sewon terdiri atas empat kalurahan, yaitu Bangunharjo, Panggungharjo, Pendowoharjo, dan Timbulharjo, dengan jumlah penduduk 103.967 jiwa pada 2026.[3] Di wilayah ini terdapat sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Seni Indonesia Yogyakarta, serta Panggung Krapyak, salah satu bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.[4]
Sejarah
Menurut publikasi Sejarah Kabupaten Bantul dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, wilayah Sewon semula terdiri atas 17 kalurahan. Melalui Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang perubahan daerah dan nama kalurahan, jumlah tersebut digabung menjadi empat kalurahan, yaitu Bangunharjo, Panggungharjo, Pendowoharjo, dan Timbulharjo.[5]
Kelembagaan Kapanewon Sewon saat ini didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 12 Tahun 2016, sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019. Sesuai tata pemerintahan khas Daerah Istimewa Yogyakarta, kecamatan disebut kapanewon dan kepalanya disebut panewu.[1]
Geografi
Sewon terletak di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut. Kantor kapanewonnya berjarak sekitar 6,5 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Bantul.[1] Jalan Parangtritis melintasi wilayahnya, dan di sepanjang ruas jalan ini terdapat kantor kapanewon, beberapa kampus, Puskesmas Sewon I, dan Pasar Seni Gabusan.[1][6][7] Sebagian kecil wilayah utaranya berada di dalam lingkar Ring Road.[butuh rujukan]
Menurut data Pemerintah Kapanewon Sewon, luas wilayahnya adalah 27,16 km².[1][8]
Batas wilayah
Kapanewon Sewon berbatasan dengan Kota Yogyakarta di utara, Kapanewon Banguntapan dan Pleret di timur, Kapanewon Bantul dan Jetis di selatan, serta Kapanewon Pajangan dan Kasihan di barat.[1]
| Utara | Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta |
|---|---|
| Timur laut | Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta |
| Timur | Kapanewon Banguntapan Kapanewon Pleret |
| Tenggara | Kapanewon Jetis |
| Selatan | Kapanewon Jetis Kapanewon Bantul |
| Barat daya | Kapanewon Bantul |
| Barat | Kapanewon Kasihan Kapanewon Pajangan |
| Barat laut | Kapanewon Kasihan |
Pemerintahan
Kapanewon Sewon dipimpin oleh seorang panewu. Hartini, S.I.P., M.M., menjabat sebagai panewu sejak 2021 dan masih memimpin upacara Hari Lahir Pancasila pada Juni 2026.[1][9] Sejak pertengahan 2026, jabatan tersebut dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Panewu Kusmardiono, S.Sos., M.Acc.[10][11]
Wilayah administratif
Kapanewon Sewon terbagi menjadi 4 kalurahan, 63 padukuhan, dan 462 rukun tetangga (RT).[1][12]
| Kalurahan | Luas (km²)[1] | Padukuhan[1] | RT (2025)[12] | Penduduk (2026)[3] | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Laki-laki | Perempuan | Jumlah | ||||
| Bangunharjo | 6,79 | 17 | 127 | 13.561 | 13.644 | 27.205 |
| Panggungharjo | 5,61 | 14 | 119 | 14.507 | 14.617 | 29.124 |
| Pendowoharjo | 6,98 | 16 | 94 | 11.847 | 11.803 | 23.650 |
| Timbulharjo | 7,78 | 16 | 122 | 12.039 | 11.949 | 23.988 |
| Jumlah | 27,16 | 63 | 462 | 51.954 | 52.013 | 103.967 |
Kependudukan
Menurut data administrasi kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul, jumlah penduduk Sewon bertambah dari 103.238 jiwa pada 2024 menjadi 103.738 jiwa pada 2025, dan 103.967 jiwa pada 2026. Panggungharjo merupakan kalurahan dengan penduduk terbanyak.[3]
Angka tersebut berbeda dengan data BPS, yang memperkirakan penduduk Sewon pada pertengahan 2023 sebanyak 111.890 jiwa. Hasil Sensus Penduduk mencatat 104.368 jiwa pada 2010 dan 109.370 jiwa pada 2020.[13]
Pendidikan
Perguruan tinggi
Sejumlah perguruan tinggi berkampus di Sewon, antara lain:
- Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta), perguruan tinggi seni negeri yang didirikan pada 1984, di Panggungharjo.[14]
- Politeknik ATK Yogyakarta, perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian, di Glugo, Panggungharjo.[15]
- Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), di Jalan Parangtritis Km 4,5, Druwo, Bangunharjo.[16]
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Akbidyo, dahulu Akademi Kebidanan Yogyakarta, di Jalan Parangtritis Km 6.[17]
Sekolah menengah
Di Sewon terdapat empat SMP negeri, yaitu SMP Negeri 1 Sewon di Timbulharjo, SMP Negeri 2 Sewon di Panggungharjo, serta SMP Negeri 3 Sewon dan SMP Negeri 4 Sewon di Pendowoharjo.[18]
Di tingkat menengah atas, terdapat empat SMA dan enam SMK. Sekolah negerinya adalah SMA Negeri 1 Sewon di Bangunharjo, SMK Negeri 1 Sewon di Pendowoharjo, dan SMK Negeri 2 Sewon di Timbulharjo. Selain itu, terdapat dua madrasah aliyah swasta, yaitu MA Ali Maksum dan MA Al Ma'had An Nur.[19]
Pondok pesantren
Kawasan Krapyak di Panggungharjo dikenal sebagai pusat pendidikan pesantren, dengan Pondok Pesantren Al-Munawwir dan Pondok Pesantren Ali Maksum. Lembaga-lembaga ini juga menaungi sekolah formal, antara lain SMP Ali Maksum, SMA Ali Maksum, MA Ali Maksum, dan SMK Al Munawwir Krapyak.[19]
Kesehatan
Layanan kesehatan dasar pemerintah di Sewon diselenggarakan oleh dua puskesmas, yang masing-masing melayani dua kalurahan:
- Puskesmas Sewon I, di Jalan Parangtritis Km 7, Dadapan, Timbulharjo, melayani Kalurahan Pendowoharjo dan Timbulharjo.[6]
- Puskesmas Sewon II, di Tarudan, Bangunharjo, melayani Kalurahan Bangunharjo dan Panggungharjo.[20]
Perekonomian
Salah satu pusat perdagangan kerajinan di Sewon adalah Pasar Seni Gabusan, di Jalan Parangtritis, Balong, Timbulharjo. Pasar ini dikembangkan sebagai tempat pemasaran produk kerajinan dari Kabupaten Bantul. Pada 27 Mei 2022, Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan sentra tosan aji di pasar tersebut.[7][21]
Gabusan dan Tembi merupakan bagian dari kawasan Gabusan–Manding–Tembi (GMT), kawasan pengembangan pariwisata berbasis kerajinan dan budaya di Kabupaten Bantul. Gabusan dan Tembi berada di Sewon, sedangkan sentra kerajinan kulit Manding berada di Kapanewon Bantul.[22]
Kebudayaan dan pariwisata
Panggung Krapyak
Panggung Krapyak atau Pesanggrahan Krapyak terletak di Panggungharjo, sekitar 1,6 km di selatan Plengkung Gading. Bangunan ini didirikan pada 1782, pada masa pemerintahan Hamengkubuwana I, dan semula digunakan sebagai tempat berburu rusa bagi keluarga keraton.[4] Panggung Krapyak merupakan titik paling selatan Sumbu Filosofi Yogyakarta, yang membentang dari Tugu Yogyakarta di utara. Pada 2023, sumbu ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dengan nama The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks.[4][23]
Museum Tembi Rumah Budaya
Museum Tembi Rumah Budaya terletak di tengah persawahan Padukuhan Tembi, Timbulharjo. Museum yang diresmikan pada November 1999 ini menyimpan sekitar 1.200 koleksi tentang daur hidup dan budaya Jawa, termasuk peralatan pertanian, peralatan rumah tangga, senjata, gamelan, wayang, dan naskah.[24]
Monumen Perjuangan TNI AU
Di Pandeyan, Bangunharjo, terdapat Monumen Perjuangan TNI AU atau Monumen Ngoto. Monumen ini memperingati jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA yang ditembak pesawat Belanda pada 29 Juli 1947. Peristiwa itu menewaskan sejumlah perintis penerbangan Indonesia, termasuk Agustinus Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Adi Soemarmo Wirjokusumo. Makam Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh berada di kompleks monumen ini, yang setiap tahun menjadi lokasi peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara.[25]
Kegiatan budaya masyarakat
Pemerintah Kapanewon Sewon menyelenggarakan SewonFest pada 16–18 September 2026. Acara ini memadukan bazar UMKM, lomba anak dari 67 lembaga PAUD, senam bersama, dan pertunjukan jathilan.[11]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Profil Singkat Sewon". Pemerintah Kapanewon Sewon. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Khidmat! Personel Polsek Sewon Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026". Polres Bantul. 2026-06-02. Diakses tanggal 2026-10-14.
- 1 2 3 "Jumlah Penduduk Menurut Kapanewon, Kalurahan, dan Jenis Kelamin Tahun 2024–2026". Satu Data Bantul. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 3 "Pesanggrahan Krapyak Sebagai Bagian dari Warisan Dunia UNESCO". Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 2025-10-23. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ Sejarah Kabupaten Bantul. Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. hlm. 75. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 "Kondisi Geografis". UPTD Puskesmas Sewon I. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 "Pasar Seni Gabusan". Pemerintah Kabupaten Bantul. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Kecamatan Sewon Dalam Angka 2024". BPS Kabupaten Bantul. 2024-09-26. Diakses tanggal 2026-10-14.
- ↑ "Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sewon Berlangsung Khidmat, Perkuat Semangat Persatuan dan Gotong Royong". Pemerintah Kapanewon Sewon. 2026-06-02. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Panewu Sewon Setujui Rekomendasi Pemberhentian Dukuh Banyon, Selanjutnya Tunggu Surat Bupati". Tribunjogja.com. 2026-07-22. Diakses tanggal 2026-10-14.
- 1 2 "SewonFest 2026 Meriahkan Kapanewon Sewon, Satukan Kreativitas, UMKM, Budaya, dan Semangat Hidup Sehat". Pemerintah Kapanewon Sewon. 2026-09-23. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 "Jumlah Rukun Tetangga (RT) Tahun 2024–2026". Satu Data Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ Kabupaten Bantul Dalam Angka 2024. Bantul: BPS Kabupaten Bantul. 2024-02-28. Katalog BPS 1102001.3402.
- ↑ "Kontak". Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Politeknik ATK Yogyakarta". Politeknik ATK Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Kontak". Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo". Data Referensi Pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Daftar Satuan Pendidikan SMP Negeri Kecamatan Sewon". Data Referensi Pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 "Daftar Satuan Pendidikan Menengah Kecamatan Sewon". Data Referensi Pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Demografi". UPTD Puskesmas Sewon II. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Upaya Pengembangan Pasar Seni Gabusan sebagai Pusat Pemasaran Produk Kerajinan di Kabupaten Bantul". Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bantul" (PDF). Pemerintah Kabupaten Bantul. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks" (dalam bahasa Inggris). UNESCO World Heritage Centre. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Museum Rumah Budaya Jawa Tembi". Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 2012-04-01. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Peringatan ke-76 Hari Bakti TNI AU, Kasau Pimpin Upacara Ziarah di Monumen Perjuangan TNI AU, Yogyakarta". Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. 2023-07-29. Diakses tanggal 2026-10-18.
Pranala luar
| Kalurahan | |
|---|---|
| Kapanewon | ||
|---|---|---|
