Minggu, 18 Oktober 2026
10:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Senecio inaequidens

Senecio inaequidens

Bagikan:
Senecio inaequidens
250px-Senecio_inaequidens_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Senecio
Spesies:
S. inaequidens
Nama binomial
Senecio inaequidens
DC. (1838 )
Sinonim

Senecio madagascarensis, Senecio harveianus
Sumber: CABI,[1] IPNI,[2] AFPD[3]

Senecio inaequidens adalah spesies tumbuhan yang tergolong ke dalam famili Asteraceae. Spesies ini juga merupakan bagian dari ordo Asterales. Spesies Senecio inaequidens sendiri merupakan bagian dari genus Senecio.[4] Nama ilmiah dari spesies ini pertama kali diterbitkan oleh DC..

Senecio inaequidens adalah chamaephyen abadi yang memiliki tinggi hingga 1 meter, umumnya bercabang, di mana setiap batang memili satu atau beberapa capitula berwarna kuning pada ujungnya sehingga membentuk tampilan bunga longgar. Satu tumbuhan memproduksi 26 hingga 500 kapitula setiap tahun, dengan sekitar 90 kuntum, dengan 74% di antaranya mengembangkan achene yang baik.[5]

Referensi

  1. ↑ "Senecio Inaequidens". CAB International. 24 September 2019. Diakses tanggal 24 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Galat skrip: tidak ada modul tersebut "eFloras".". International Plant Names Index (IPNI) (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew; Harvard University Herbaria & Libraries; Australian National Botanic Gardens. 2008-05-25.
  3. ↑ "Senecio inaequidens DC. record n° 98173". African Plants Database. South African National Biodiversity Institute, the Conservatoire et Jardin botaniques de la Ville de Genève dan Tela Botanica. Diakses tanggal 2008-05-25.
  4. ↑ "Senecio". The Plant List. Diakses tanggal 23 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Vanparys, Valérie; Cawoy, Valérie; Mahaux, Olivia; Jacquemart, Anne-Laure (25 Maret 2011). "Comparative study of the reproductive ecology of two co-occurring related plant species: the invasive Senecio inaequidens and the native Jacobaea vulgaris". Plant Ecology and Evolution. 144 (1): 3–11. doi:10.5091/plecevo.2011.434.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan