Minggu, 25 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Senapan Tanegashima

Senapan Tanegashima

senjata api pertama bangsa Jepang

Bagikan:
"Senjata api Tanegashima" beralih ke halaman ini. Untuk pulau di Jepang, lihat Tanegashima.
250px-EdoJapaneseArquebuse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai macam tanegashima awal abad ke-17.

Senapan Tanegashima (種子島) (atau hinawajū (火縄銃)) adalah sejenis senjata api laras panjang yang diproduksi oleh Bangsa Jepang pada zaman setelah Abad Pertengahan.

Sejarah

Tanegashima adalah nama dari senapan yang lazim digunakan oleh pasukan Jepang di Abad Pertengahan hingga permulaan era Meiji. Nama "tanegashima" pada senapan ini berasal dari pulau bernama sama yang terletak di sebelah selatan Pulau Kyushu, di mana pulau tersebut menjadi tempat di mana senapan yang kelak menjadi cikal-bakal tanegashima pertama kali diperkenalkan oleh orang Portugis. Proses penciptaan tanegashima menjadi salah satu contoh mengenai bagaimana terampil & kreatifnya bangsa Jepang karena kendati pemahaman mereka mengenai senapan Eropa bisa dibilang sangat minim, mereka berhasil menciptakan tiruan dari senjata terkait dengan kualitas yang tidak kalah bagus. Tanegashima tampaknya didasarkan pada contoh senapan snap matchlock yang diproduksi di gudang senjata Goa di Portugis India, yang direbut oleh Portugal pada tahun 1510.[1]

250px-A_matchlock_samurai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teknik menembakkan tanegashima yang disebut hōjutsu, diperagakan pada zaman modern.

Kisah penciptaan bermula ketika pada pertengahan abad ke-16, kapal yang mengangkut sejumlah pelaut Portugis terpaksa berlabuh di Pulau Tanegashima karena cuaca buruk. Ketika bangsawan setempat melihat senapan tipe musket yang dibawa oleh para pelaut tadi, ia merasa tertarik & kemudian membeli 2 buah di antaranya. Bangsawan tersebut kemudian memerintahkan pandai besi di wilayahnya untuk meneliti & membuat replika dari senapan yang dibelinya. Hasilnya, walaupun pada awalnya kebingungan, para pandai besi tersebut sukses membuat tiruan dari senapan tadi sekaligus menandai lahirnya senapan tanegashima. Informasi mengenai teknik pembuatan tanegashima kemudian menjalar ke wilayah lain di Jepang & tanegashima mulai diproduksi secara massal dengan kaliber yang beragam.

Pengunaan

Karena tanegashima pada dasarnya adalah sejenis musket, maka tanegashima pun memiliki metode penggunaan & cara kerja yang serupa. Mula-mula, pengguna tanegashima mengisi laras senapan dengan mesiu & peluru berbentuk bulat, lalu menyodok-nyodoknya dengan tongkat agar mesiu & peluru tercampur. Di bagian luar pangkal atas senapan, terdapat tali sumbu yang ujung bagian atasnya terbakar & terkait dengan batangan logam kecil berbentuk melengkung. Ketika pengguna tanegashima menekan picu senapan, logam kecil tadi akan berputar ke belakang sehingga ujung tali sumbu menyentuh bagian pangkal senapan yang berisi mesiu. Hasilnya, mesiu yang ada di dalam pangkal senapan akan meledak & ledakannya melontarkan peluru ke depan. Mekanisme senjata api macam ini dikenal dengan sebutan "matchlock" karena cara kerjanya yang menggunakan sundutan api (match = pemantik api).

Jika dibandingkan dengan busur panah (yumi), tanegashima sebenarnya bisa dikatakan sebagai senjata jarak jauh yang medioker karena jarak tembak & akurasinya yang lebih rendah. Bukan hanya itu, tanegashima juga tidak bisa digunakan dalam kondisi hujan ataupun berangin karena kondisi-kondisi tadi membuat api pada tali sumbu tanegashima menjadi padam sehingga tidak bisa digunakan untuk memantik mesiu & menembakkan peluru. Dan terakhir, jika seorang pemanah yang ahli bisa menembakkan anak panahnya secara berulang-ulang dalam jeda waktu relatif singkat, seorang pengguna tanegashima memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengisi laras dengan peluru & mesiu, mengaduknya dengan tongkat, menembakkan peluru, & mengisi ulang laras.

Saat perang sengoku yaitu perang saudara di Jepang salah daimyo yang terkenal, Oda Nobunaga membawa 3.000 pasukan bersenjatakan senapan tanegashima dan mampu mengalahkan 4.000 pasukan berkuda Takeda Katsuyori.

Masa kini

Di masa kini Senapan Tanegashima lebih banyak untuk kegiatan festival atau budaya yang mengenang zaman klasik Jepang.

Lihat juga

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. ↑ Daehnhardt, Rainer (1994). The Bewitched Gun: The Introduction of the Firearm in the Far East by the Portuguese; Espingarda Feiticeira: A Introducao Da Arma De Fogo Pelos Portugueses No Extremo-Oriente. Texto Editora. hlm. 26.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan