Selasa, 22 September 2026
14:04 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Kancing sumbu

Kancing sumbu

250px-PS8004046.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Senapan lontak Jerman awal dengan kunci serpentine

Kancing sumbu adalah mekanisme pemicu, atau lock (kunci), yang diciptakan untuk memudahkan penembakan senjata api genggam. Desain ini menghilangkan keharusan untuk mencucuhkan sebuah tali api dengan tangan ke dalam rongga bubuk mesiu senjata tersebut dan memungkinkan kedua tangan bebas untuk tetap memegang erat senjata pada saat ditembak, dan yang lebih penting lagi, untuk menjaga kedua mata pada target.

Deskripsi

250px-Muszkieterzy.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran musketeer dari Perang Tiga Puluh Tahun

Senapan matchlock klasik Eropa memiliki tali api pembakaran dalam sebuah penjepit pada ujung tuas melengkung kecil yang dikenal sebagai serpentine. Setelah menarik tuas (atau di model selanjutnya sebuah pemicu) yang menonjol dari bagian bawah senapan dan terhubung ke serpentine, penjepit terjatuh, menurunkan tali api yang membara ke dalam rongga bubuk mesiu dan menyalakan bubuk mesiu.

Tipe awal hanya memiliki serpentine berbentuk "S" yang disematkan pada stok di belakang atau di depan panel rongga bubuk mesiu (yang disebut "kunci serpentine"), salah satu ujungnya dimanipulasi untuk membawa tali api ke dalam rongga.[1][2]

Lihat juga

Referensi

  1. Ágoston, Gábor (2005). Guns for the Sultan. Cambridge University Press. hlm. 88. ISBN 978-0-521-84313-3.
  2. "Handgonnes and Matchlocks". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-03. Diakses tanggal 2008-12-05.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan