Sabtu, 17 Oktober 2026
03:28 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Saotherium

Bagikan:
Untuk genus berang-berang yang sudah punah, lihat Satherium.
Saotherium
Rentang waktu: Pliosen Awal
5.3–4.0 jtyl
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Hippopotamidae
Genus: †Saotherium
Boisserie, 2005[1]
Spesies:
†S. mingoz
Nama binomial
†Saotherium mingoz
Boisserie, 2005

Saotherium adalah genus Hippopotamidae yang sudah punah dari Pliosen Awal di Afrika, lebih tepatnya Chad. Hewan ini direpresentasikan oleh satu spesies, S. mingoz. Fosil paling awal muncul pada awal Pliosen, sementara yang paling akhir diketahui sampai 4 jtyl.[2]

Saotherium adalah sejenis kuda nil kecil yang baik ukuran maupun morfologi mirip dengan kuda nil kerdil. Bentuk tempurung otaknya yang memanjang dan orbit yang relatif besar menunjukkan kemungkinan hubungan evolusioner dengan kuda nil pada saat ini.[3][4]

Referensi

  1. ↑ "Saotherium". Fossilworks.
  2. ↑ Boisserie, J-R. (2005). "The phylogeny and taxonomy of Hippopotamidae (Mammalia: Artiodactyla): a review based on morphology and cladistic analysis". Zoological Journal of the Linnean Society. 143 (1): 1–26. doi:10.1111/j.1096-3642.2004.00138.x.
  3. ↑ Prothero, Donald R. (2007). The Evolution of Artiodactyls. Johns Hopkins University Press. hlm. 112. ISBN 9780801887352.
  4. ↑ Kingdon, Jonathan (2014). Mammals of Africa: Volume VI - Hippopotamuses, Pigs, Deer, Giraffe and Bovids. Bloomsbury Publishing. hlm. 79. ISBN 9781408189955.


Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia prasejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan