Selasa, 13 Oktober 2026
03:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Kuda nil kerdil

Kuda nil kerdil

Bagikan:
Kuda nil kerdil
250px-Pigmy_Hippo_036.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Choeropsis
Spesies:
C. liberiensis
Nama binomial
Choeropsis liberiensis/Hexaprotodon liberiensis (Dipertentangkan)
(Morton, 1849)[2]
Subspesies

C. l. liberiensis
C. l. heslopi

250px-Pygmy_Hippopotamus_range.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran[1]
Artikel takson sembarang

Kuda nil kerdil (Choeropsis liberiensis atau Hexaprotodon liberiensis) adalah hewan sejenis kuda nil yang berhabitat di rawa-rawa dan belantara Afrika Barat utamanya di Liberia. Populasi kecil kuda nil kerdil juga terdapat di Sierra Leone, Guinea, hingga Pantai Gading. Kuda nil kerdil termasuk hewan yang soliter dan kerap beraktivitas di malam hari. Oleh karenanya, mereka digolongkan sebagai hewan nokturnal. Kuda nil kerdil merupakan satu di antara dua spesies dari famili Hippopotamidae, yang lainnya adalah kuda nil, yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar daripadanya. Sama seperti saudaranya, kuda nil kerdil termasuk hewan semi-akuatik, dan tergantung pada air untuk menjaga kelembapan kulitnya. Kuda nil kerdil dapat kawin atau melahirkan baik di darat maupun di dalam air. Kuda nil kerdil termasuk hewan herbivora.

Karena jumlahnya yang menurun, kuda nil kerdil termasuk hewan yang dilindungi di Liberia.

Deskripsi

Kuda nil kerdil memiliki beberapa ciri-ciri yang juga dimiliki oleh kuda nil, antara lain berupa kepala yang bulat, serta kaki yang gemuk dengan keempat kuku pada setiap kaki-kakinya, juga dua taringnya yang panjang. Namun, tinggi kuda nil kerdil hanya setengah dari tinggi kuda nil biasa, yaitu 75–100 cm (2,46–3,28 ft). Sementara beratnya hanya seperempat dari berat kuda nil biasa, denga berat 180–275 kg (397–606 pon).[3] Kuda nil kerdil dapat bertahan hidup selama 30-55 tahun di penangkaran.[4][5]

Catatan kaki

  1. 1 2 "Hexaprotodon liberiensis". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 24 Juli 2016. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan Database entry includes a brief justification of why this species is of endangered.
  2. ↑ "ITIS on Hexaprotodon liberiensis". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 2004-08-11.
  3. ↑ Macdonald, D. (2001). The New Encyclopedia of Mammals. Oxford University Press, Oxford. ISBN 978-0198508236.
  4. ↑ "Pygmy Hippo fact sheet". National Zoological Park. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-08-25. Diakses tanggal 2008-08-23.
  5. ↑ Eltringham, S. Keith (1999). The Hippos. London: Academic Press. ISBN 978-0-85661-131-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan