Senin, 26 Oktober 2026
17:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sanja Matsuri

Sanja Matsuri

Bagikan:
Sanja Matsuri
250px-View_of_mikoshi_from_sensoji_Sanja_Matsuri_2006-3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hōzōmon dan salah satu mikoshi utama, pemandangan dari tangga teratas Sensō-ji
Dirayakan olehTokyo
JenisReligius
MaknaMemuliakan tiga pendiri Sensō-ji: Hinokuma Hamanari, Hinokuma Takenari, dan Hajino Nakatomo[1]
MulaiSabtu
BerakhirSenin
TanggalScript error: The function "getRawValue" does not exist.
Sanja Matsuri, 2013

Sanja Matsuri (三社祭, Festival Tiga Kuil) atau Festival Sanja adalah matsuri setiap bulan 5 di Kuil Asakusa, Tokyo, Jepang. Perayaan ini kini berlangsung selama tiga hari pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu pada minggu ketiga bulan Mei. Perayaan dilakukan pada akhir pekan untuk memudahkan pengaturan lalu lintas.[2] Nama resmi festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai (浅草神社例大祭, Festival Besar Kuil Asakusa)

Sanja Matsuri ditonton lebih dari satu setengah juta penonton, sekaligus dianggap festival terliar dari semua festival di Tokyo. Festival ini juga diikuti oleh yakuza yang mengusung mikoshi dan mempertontonkan rajah di seluruh tubuh mereka.[3]

Sejarah

Festival ini mulai dirayakan pada tahun 1312. Dulunya, festival ini dibagi menjadi tiga perayaan: Kannonsai (観音祭), Funamatsuri (船祭) dan Jigenkai (示現会), tetapi sejak tahun 1872 ketiganya dirayakan bersama-bersama selama dua hari setiap tanggal 17-18 bulan 3.[2] Perayaannya juga tidak setiap tahun, melainkan dua tahun sekali, setiap tahun sapi, kelinci, ular, kambing, ayam, dan babi.[2] Sejak 1872, perayaan ini dilangsungkan setiap tanggal 17-18 bulan 5.[2]

Pada zaman Edo festival ini bernama Kannonsai atau Sensō-sai. Pada waktu itu, Kuil Asakusa (Shinto) masih bersatu dengan Sensō-ji (Buddha), dan festival ini dirayakan sebagai matsuri Kuil Sensō-ji. Setelah adanya pemisahan agama Shinto dan Buddha pada zaman Meiji (shinbutsu bunri), festival ini semata-mata merupakan perayaan milik Kuil Asakusa.

Perayaan Sanja Matsuri zaman dulu berbeda dari perayaan zaman sekarang. Pada zaman dulu, matsuri diramaikan oleh kendaraan beroda yang disebut dashi milik 18 komunitas umat (ujiko). Perayaan masa kini berintikan pada mikoshi yang diusung ke sana ke mari.[2]

Referensi

  1. ↑ "Asakusa Shrine". Asakusa Jinja. Diakses tanggal 2013-05-18.
  2. 1 2 3 4 5 Asakusa Shrine. "三社祭とは?". Asakusa Shrine. Diakses tanggal 2013-05-18.
  3. ↑ "Japan Travel Guides". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-21. Diakses tanggal 2013-05-18.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Shinto ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan