Sabtu, 07 November 2026
21:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Mikoshi

Mikoshi

Bagikan:
250px-Hiyoshi-taisha_juge-jinja-haiden02n4592.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikoshi di Hiyoshi Taisha (Otsu, Prefektur Shiga).
250px-Reitaisai_-Yushima_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beramai-ramai mengusung mikoshi Yushima Tenman-gū, Tokyo.
250px-Children_carry_mikoshi_Sanja_Matsuri_2006.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak-anak mikoshi(Sanja Matsuri)

Mikoshi atau shin'yo (神輿、御輿) (kuil portabel) adalah tandu yang dihias dengan megah seperti sebuah yagura, dan dipercaya dinaiki oleh objek pemujaan atau roh dari kuil Shinto di Jepang. Pada penyelenggaraan matsuri, mikoshi diusung beramai-ramai di pundak oleh para penganut, dan dibawa berpawai keliling kota.[1]

Mikoshi dipakai untuk membawa objek pemujaan atau roh dari persemayaman permanen ke tempat peristirahatan sementara (otabisho) selama berlangsungnya matsuri, dengan maksud untuk menenangkan mereka.[2] Sebagian besar mikoshi dibuat dari kayu yang dipernis hitam. Komponen terdiri dari sepasang kayu pemikul, bagian badan, dan atap. Dua batang kayu pemikul yang dipasang sejajar pada bagian bawah juga berfungsi sebagai penyangga bagian badan. Bentuk bagian badan bisa persegi, heksagonal, atau oktagonal.[2] Pada puncak atap biasanya dipasang hiasan patung burung hōō.[2]

Meski biasanya mikoshi dibawa berpawai dengan diusung ramai-ramai, ada pula mikoshi yang ditarik orang setelah dinaikkan ke atas kereta dorong atau gerobak. Bergantung kepada karakteristik matsuri, pawai mikoshi dapat pula diikuti oleh iring-iringan dashi (山車), hoko (鉾), atau danjiri. Meski dulunya mikoshi hanya dimaksudkan untuk diusung oleh umat kuil tersebut yang disebut ujiko, kuil Shinto di kota-kota juga membolehkan pengunjung matsuri untuk berpartisipasi mengarak mikoshi.[2]

Sejarah

Asal-usul mikoshi tidak diketahui dengan jelas. Namun menurut catatan peristiwa pembangunan Nara Daibutsu di Nara (selesai tahun 750 M), sebuah ren'yo (tandu formal untuk mengangkut kaisar) dipakai untuk mengangkut objek pemujaan dari Kuil Usa dari Kyushu ke ibu kota Nara.[2]

Sehubungan dengan menyebarnya kultus arwah penuh dendam (goryō) pada zaman Heian, mikoshi mulai dipakai di seluruh Jepang sebagai sarana transportasi mengangkut dewa.[2]

Lihat pula

  • Liankio, tandu kuil kecil untuk dewa dalam budaya Tionghoa.

Referensi

  1. ↑ 日鉄技術情報センター (2006). 日本:その姿と心 =Nippon: The Land and Its People. 学生社. ISBN 4311700393.
  2. 1 2 3 4 5 6 Motosawa, Masashi. "Shin'yo". Encyclopedia of Shinto. Kokugakuin University. Diakses tanggal 6 Juni 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Mikoshi.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Shinto ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan