Senin, 21 September 2026
20:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Prefektur Nara

Prefektur Nara

prefektur di Jepang

Prefektur Nara
奈良県
Transkripsi Jepang
  Jepang奈良県
  RomajiNara-ken
Bendera Prefektur Nara
Bendera
Logo resmi Prefektur Nara
Emblem
Himne daerah: Nara kenmin no uta
osm-intl,8,34.31,135.85,300x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Prefektur_Nara&revid=29035341&groups=_fb1da05c23a31340af638736b76f0b3c0fd7dd47&parser=parsoid
Peta interaktif wilayah Prefektur Nara
Lokasi Prefektur Nara di Jepang
Lokasi Prefektur Nara di Jepang
Koordinat: 34°41′07″N 135°49′59″E / 34.68528°N 135.83306°E / 34.68528; 135.83306
Negara Jepang
WilayahKansai
PulauHonshu
Ibu kotaNara
Kota terbesarNara
Subdivisi
Daftar
Pemerintahan
  GubernurMakoto Yamashita
Luas
  Total3.690,94 km2 (1,425,08 sq mi)
PeringkatKe-40
Populasi
 (1 September 2024)
  Total1,285,733
  PeringkatKe-30
  Kepadatan348,35/km2 (902,2/sq mi)
Zona waktuUTC+09:00 (JST)
Nomor telepon
0742-22-1101
Kode ISO 3166JP-29
Alamat kantor prefektur30 Noboriōji-chō, Nara-shi, Nara-ken
630-8501
Lambang 
  PohonJapanese cedar (Cryptomeria japonica)
  BungaNara-no-yae-zakura (Prunus verecunda 'Antiqua')
  BurungBerkecet jepang
  IkanIkan mas hias
Ayu sweetfish (Plecoglossus altivelis)
Satsuki-masu (Oncorhynchus masou ishikawae)
Situs webwww.pref.nara.jp

Prefektur Nara (奈良県, Nara-ken) adalah sebuah prefektur yang terletak di wilayah Kansai, di bagian tengah Pulau Honshu, Jepang.[1] Prefektur Nara memiliki jumlah penduduk sebesar 1.285.733 jiwa[2] (per 1 September 2024) dan memiliki luas wilayah sebesar 3.690,94 kilometer persegi (1.425,08 sq mi). Prefektur Nara berbatasan dengan Prefektur Kyōto di sebelah utara, Prefektur Ōsaka di sebelah barat laut, Prefektur Wakayama di sebelah barat daya, dan Prefektur Mie di sebelah timur.

Kota Nara adalah ibu kota dari Prefektur Nara, yang juga merupakan kota terbesar di wilayah prefektur ini. Kota-kota penting lainnya yang ada di prefektur ini yaitu Kashihara, Ikoma, dan Yamatokōriyama.[3] Prefektur Nara berlokasi di bagian tengah Semenanjung Kii yang berada di wilayah pesisir Samudra Pasifik, serta merupakan salah satu dari delapan prefektur di Jepang yang tak memiliki wilayah pesisir. Prefektur Nara memiliki keistimewaan karena menjadi prefektur yang memiliki lebih banyak Situs Warisan Dunia UNESCO dibandingkan dengan prefektur lainnya di Jepang.[4]

Sejarah

250px-NaraTodaijiStatue0214.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung di Tōdai-ji

Hingga zaman Nara

Ibu kota kuno Jepang berada di Nara, mulai dari Asuka-kyō, Fujiwara-kyō (694–710), dan Heijō-kyō (710–784). Istana kekaisaran waktu itu mengirim utusan dan pelajar ke Dinasti Sui dan Dinasti Tang. Pada abad ke-7, Nara menjadi tempat tinggal bagi para imigran, terutama imigran dari Baekje yang melarikan diri dari perang di Semenanjung Korea.

Zaman Heian

Pada 784, Kaisar Kammu memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke Nagaoka-kyō di Provinsi Yamashiro, namun tidak lama kemudian ibu kota kembali dipindah pada tahun 794 ke Heian-kyō, dan menandai dimulainya zaman Heian.

Kuil-kuil di Nara sekaligus merupakan kekuatan politik dalam pemerintahan, sehingga Nara diberi julukan "ibu kota selatan" (Nanto) untuk membedakannya dengan Heian-kyō yang berada di utara. Menjelang akhir zaman Heian, Taira no Shigehira, putra dari Taira no Kiyomori diperintahkan oleh ayahnya untuk memberantas kekuatan bersenjata dari kuil-kuil Buddha Kōfuku-ji dan Tōdai-ji yang mendukung kelompok oposisi pimpinan Pangeran Mochihito. Usaha tersebut menyebabkan bentrokan antara klan Taira dan gabungan kuil Nara pada tahun 1180 yang berakhir dengan terbakar habisnya Kōfuku-ji dan Tōdai-ji.

Nara abad pertengahan

Di puncak kejayaan klan Minamoto dan pembentukan Keshogunan Kamakura, pembangunan kembali Nara mendapat dukungan dari Minamoto no Yoritomo. Kōfuku-ji dijadikan kuil keluarga klan Fujiwara sekaligus secara de facto kuil utama di Provinsi Yamato. Sejalan dengan pulihnya Kōfuku-ji dan Tōdai-ji, sebuah kota berkembang di antara kedua kuil.

Nara dilanda kekacauan pada zaman Nanboku-chō. Kaisar Go-Daigo menjadikan Yoshino sebagai markas perlawanan terhadap kekuasaan Istana Utara. Perebutan kekuasaan juga terjadi di Kōfuku-ji yang terbelah menjadi pendukung Istana Utara dan Istana Selatan hingga Istana Selatan menyerah pada tahun 1392.

Zaman Sengoku dan zaman Edo

Provinsi Yamato kembali dilanda kekacauan sepanjang zaman Sengoku. Tōdai-ji kembali dibakar pada tahun 1567, ketika Matsunaga Hisahide berusaha merebut kekuasaan dari klan Miyoshi yang menjadi majikannya. Setelah sempat diperintah oleh Tsutsui Junkei dan Toyotomi Hidenaga yang diangkat oleh Toyotomi Hideyoshi, Kota Nara akhirnya diperintah oleh Keshogunan Tokugawa.

Geografi

Kota

Kota kecil dan Desa

Referensi

  1. Nussbaum, Louis-Frédéric. (2005). "Nara-ken" in Japan Encyclopedia, p. 699, hlm. 699, pada Google Books; "Kansai" at p. 477, hlm. 477, pada Google Books.
  2. "推計人口調査/奈良県公式ホームページ". www.pref.nara.jp. Diakses tanggal 2021-01-10.
  3. Nussbaum, "Nara" at p. 698, hlm. 698, pada Google Books.
  4. "Nara". GoJapanGo. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juni 2012. Diakses tanggal 19 Juni 2012.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Prefektur Nara.
Wikiwisata memiliki panduan wisata Prefektur Nara.
Wilayah
120px-Regions_and_Prefectures_of_Japan_-_blank.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
47 Prefektur
Hokkaidō
Tōhoku
Kantō
Chūbu
Kansai
Chūgoku
Shikoku
Kyushu
Kota Utama
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan