Sabtu, 31 Oktober 2026
23:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Shinbutsu bunri

Shinbutsu bunri

Bagikan:
330px-Turu_daitoz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pagoda Buddhis (sebuah Yakushi-dō (薬師堂) di kuil Tsurugaoka Hachimangū di Kamakura sebelum shinbutsu bunri

Shinbutsu bunri (神仏分離, "pemisahan kami dan para Buddha"[1][2]) adalah sebuah istilah yang mengacu kepada pemisahan antara Shinto dan Buddhisme, yang pada hakikatnya merupakan penghilangan Buddhisme dari kuil-kuil Shinto-Buddhis yang sinkretis, yang berlangsung mulai musim semi tahun 1868.[3]

Restorasi Meiji tahun 1868 diiringi dengan gerakan dalam dunia Shinto untuk mengembalikan kemurnian segala sesuatu yang asli Jepang. Pada 28 Maret 1868, pemerintah Jepang mengeluarkan perintah untuk menghapus kebiasaan sebelumnya yang menggabungkan Shinto dan Buddhisme (shinbutsu shûgô).[4]

Referensi

  1. ↑ "Shinbutsu Bunri". Philosophy, Theology and Religion. Diakses tanggal 15 Maret 2021.
  2. ↑ "Overview shinbutsu bunri". Oxford Reference. Diakses tanggal 15 Maret 2021.
  3. ↑ Klaus Antoni (1995). "The "Separation of Gods and Buddhas" at Omiwa Shrine in Meiji Japan". Japanese Journal of Religious Studies 1995 22/1-2. Diakses tanggal 14 Maret 2021.
  4. ↑ "Basic Terms of Shinto 神道基本用語集". Kokugakuin University. Diakses tanggal 14 Maret 2021.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan