Minggu, 18 Oktober 2026
16:39 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sagu bakar

Sagu bakar

makanan pokok khas indonesia timur

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Desember 2022)
Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.
Infotaula de menjarSagu bakar
250px-Sagu_Bakar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jenismakanan Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamasagu Suntingan nilai di Wikidata

Sagu bakar merupakan camilan dari Ambon yang dinikmati untuk sarapan atau sore bersama secangkir kopi dan teh manis hangat. Makanan ini banyak sekali ditemui sekadar di seluruh Pulau Ambon, terutama pusat kota Ambon. Pada dasarnya, bahan sagu yang diolah adalah tepung yang kemudian melalui proses masak sesaat hingga akhirnya siap dinikmati dengan variasi parutan kelapa, gula merah, atau taburan saus coklat.[butuh rujukan]

Untuk membuat sagu bakar, proses yang dilalui cukup banyak. Namun, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Biasanya, ibu-ibu warga Ambon membuat sagu bakar pada dini hari dan saat matahari terbit Sagu Bakar pun sudah siap dijual di pasar. Mereka akan membuat sagu bakar lagi pada siang hari dan dijual saat sore hingga malam. Uniknya, sagu-sagu bakar yang ada di Ambon masih dimasak dengan cara tradisional yang diturunkan antar generasi.[butuh rujukan]

Prosesnya antara lain meliputi pengayakan tepung sagu sebanyak dua atau tiga kali. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tepung sagu yang benar-benar halus sehingga menghasilkan sagu bakar yang sempurna. Tahap berikutnya adalah memasukkan sagu ayakan tadi ke dalam cetakan sagu bakar yang sudah dipanaskan di atas bara api hingga mencapai level panas tertentu. Cetakan ini terbuat dari kayu dan uniknya proses pembakaran hanya melibatkan cetakannya saja, sedangkan untuk mematangkan tepung sagu mengandalkan panas yang tersimpan di kayu cetakan tersebut. Setelah tepung sagu masuk ke dalam cetakan kayu panas, maka tahap berikutnya adalah memasukkan bahan pelengkap seperti parutan kelapa atau gula merah ke dalam sisi dalam tepung yang sudah dibentuk sesuai cetakan. Lama menunggu proses “ungkep” tepung hingga siap dihidangkan kurang lebih sekitar 30 menit – 60 menit.[butuh rujukan]

Sagu Bakar yang sudah matang dapat langsung dikeluarkan dari cetakan dan disajikan di piring atau mangkuk. Tekstur Sagu Bakar yang matang dengan sempurna sekilas mirip dengan roti gandum. Rasanya pun manis legit dan sangat cocok dinikmati beserta minuman hangat seperti kopi atau teh manis sambil menikmati indahnya panorama Ambon yang dipenuhi pesisir pantai dan lautan biru nan indah.[1]

Referensi

  1. ↑ Kaya, Indonesia. "Eksotisme Ambon Dalam Citarasa Sagu Bakar : Kuliner - Situs Budaya Indonesia". IndonesiaKaya (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2020-03-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan