Kamis, 01 Oktober 2026
00:47 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Sabun litium

Sabun turunan litium

Bagikan:

Sabun litium, sering dirujuk secara bebas sebagai sabun metalik atau gemuk litium, adalah sabun yang diturunkan dari litium. Kegunaan utama sabun litium adalah sebagai komponen sabun tertentu.

Sabun adalah garam dari asam lemak.[1] Dalam skala domestik, sabun berbasis natrium dan kalium umumnya digunakan sebagai surfaktan pembersih alami. Sabun non-detergen yang paling berguna adalah yang berbasis litium, karena mereka bebas dari sifat korosif. Untuk lubrikasi, dan sebagai zat bentuk bebas, digunakan sabun turunan litium karena titik leburnya yang lebih tinggi.[2] Komponen utama sabun litium adalah litium stearat dan litium 12-hidroksistearat.[3] Selain sabun, gemuk pelumas berbasis sabun juga mengandung minyak hidrokarbon dan komponen lainnya.[4]

Gemuk litium

Sebagian besar gemuk pelumas adalah campuran minyak dan sabun. Sabun didispersikan ke dalam minyak untuk membentuk gel kental yang stabil yang disebut gemuk. Gemuk yang dibuat dengan sabun litium ("gemuk litium") sangat sesuai dengan logam, karena tidak korosif, dapat digunakan pada beban berat, dan menunjukkan toleransi suhu yang baik. Ia memiliki suhu tetes pada 190 hingga 220 °C (370 hingga 430 °F) dan tahan terhadap uap air, sehingga umum digunakan sebagai pelumas pada produk-produk rumah tangga, seperti pintu garasi elektrik, dan juga dalam aplikasi otomotif, seperti homokinetika [en]. Gemuk yang mengandung litium pertama kali muncul ketika Perang Dunia II dan mungkin merupakan aplikasi komersial berskala besar pertama dari senyawa litium.

Beberapa formulasi juga mencakup PTFE atau senyawa lain, seperti molibdenum disulfida. Untuk aplikasi berkinerja tinggi dan suhu tinggi, gemuk litium telah digantikan oleh pelumas jenis lain.[butuh klarifikasi][butuh rujukan]

Produksi

Sabun litium dibuat dengan cara yang sama dengan saponifikasi trigliserida.[5] Namun, tidak digunakan natrium hidroksida, tetapi asam lemak diberi perlakuan dengan litium hidroksida atau litium karbonat untuk membentuk garam litium dari asam lemak. Garam litium adalah padatan tak berwarna dengan titik leleh mendekati 200 °C (390 °F).[4]

Referensi

  1. ↑ Arno Cahn (30 Mei 2003). 5th World Conference on Detergents: Reinventing the Industry : Opportunities and Challenges. The American Oil Chemists Society. hlm. 182–. ISBN 978-1-893997-40-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ The Significance of Tests of Petroleum Products: A Report. ASTM International. 1934. hlm. 152–. GGKEY:FWTS3ZUUWJL.
  3. ↑ Uttam Ray Chaudhuri (19 April 2016). Fundamentals of Petroleum and Petrochemical Engineering. CRC Press. hlm. 89–. ISBN 978-1-4398-5161-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Angelo Nora, Alfred Szczepanek, Gunther Koenen, "Metallic Soaps" in Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005 Wiley-VCH, Weinheim. doi:10.1002/14356007.a16_361
  5. ↑ Tharwat F. Tadros (1 April 2014). An Introduction to Surfactants. De Gruyter. hlm. 6–. ISBN 978-3-11-031213-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan