Rabu, 23 September 2026
02:40 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Sabak

Sabak adalah buku tulis kuno yang digunakan untuk menulis sebelum adanya buku tulis digunakan secara luas. Sabak terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak lempengan segi empat dan ditulisi dengan menggunakan grip (mirip pensil). Sebelum digunakannya buku tulis yang terbuat dari kertas, sabak merupakan alat tulis wajib yang dimiliki siswa sekolah di Indonesia pada tahun 1960-an untuk alat bantu belajar tulis menulis. Sabak bukanlah peranti menyimpan berkas permanen. Alat ini hanya digunakan sementara waktu untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru yang kala itu menuntut siswa harus punya kemampuan menghafal. Setelah selesai, sabak dapat dihapus dan ditulisi dengan materi pelajaran lainnya, begitu seterusnya. Di era serbadigital, keberadaan sabak sudah langka dan hanya dapat ditemukan di museum di antaranaya adalah Museum Pendidikan Indonesia di Kota Malang[1] dan Museum Pendidikan Indonesia Yogyakarta.[2]

Peran sabak sudah digantikan oleh sebuah peranti digital modern yang mirip dengan bentuk sabak, yaitu sabak digital atau komputer tablet. Sabak digital ini bukan hanya berfungsi sebagai peranti untuk tulis-menulis tetapi juga digunakan sebagai alat komunikasi dan komputer pribadi.

Lihat pula

Referensi

  1. Menengok sejarah pendidikan Indonesia
  2. "Rumah Budaya Tembi: Koleksi ruang kelas kuno di MPI UNY". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-25. Diakses tanggal 2015-05-13.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan